Tugas Kita Hanya Berjuang

Tugas Kita Hanya Berjuang

pendaki

Sumber Gambar: http://tekooo.com/nggak-nyampek-puncak-bukan-berarti-gagal-jadi-pendaki/

Lebih dari 1 tahun yang lalu kami memulai sebuah kepengurusan Lembaga Dakwah Fakultas di kampus kami. Ada banyak cerita menarik yang kami alami selama berada di lembaga ini. Salah satunya adalah ketika kami melakukan kegiatan outbond.

Begini ceritanya. Sebelum outbond dimulai, instruktur outbond menjelaskan permainan apa yang akan kita lakukan. Ia mengibaratkan permainan outbond ini seperti seorang pemborong yang akan mendirikan sebuah bangunan. Ada beberapa hal yang menjadi catatan dalam outbond ini. Pertama, kami harus membagi tim kami menjadi 6 tim kecil dan dibagi ke beberapa pos. Kedua, ada jangka waktu berapa lama bangunan ini harus diselesaikan. Apabila waktu berakhir sedangkan pembangunan belum selesai, maka kami akan mendapat denda. Ketiga, kami diberikan sejumlah modal tertentu untuk membeli alat dan bahan, sehingga kami harus benar-benar cermat dalam membeli alat. Tentu tiap alat memiliki harganya masing-masing.

Tujuan akhir dari game ini adalah mengeluarkan bola pingpong yang berada pada pipa air berdiri yang dilobangi. Kami harus mengisi pipa tersebut dengan air hingga bolanya keluar, bersamaan dengan tumpahya air. Untuk membawa air ini dari sungai menuju ke titik akhir permainan, kami harus melewati beberapa pos dan menggunakan beberapa cara. Tiap tim kecil yang dibentuk tadi memainkan 1 cara. Tim 1 mengambil air dari pos 1 ke pos 2. Tim 2 dari pos 2 ke pos 3 dan seterusnya. Mereka harus terus mengambil air tanpa berhenti.

Pada awalnya kami berhasil menjalankan game ini sesuai dengan rencana yang kami susun. Semuanya berjalan lancar. Bola sedikit lagi akan bisa dikeluarkan. Waktunya pun masih tersisa banyak. Melihat hal ini, ketua tim berpikir bahwa keberhasilan yang sudah di depan mata ini merupakan keberhasilan setiap elemen tim, sehingga ia merasa semua tim harus melihat dan merasakan keberhasilan ini. Akhirnya ia meminta seluruh tim kecuali tim 6 untuk berhenti bekerja dan bersama-sama menyaksikan tim 6 yang sebentar lagi akan mengeluarkan bola.

Lalu apa yang terjadi?

Fatal! Air di dalam pipa bocor! Padahal suplai air sedang terhenti. Akibatnya, air di dalam pipa justru semakin berkurang. Akhirnya, ketua tim memerintahkan semua tim untuk kembali ke posisinya dan melanjutkan pekerjaannya masing-masing. Beberapa waktu kemudian proyek ini berhasil diselesaikan. Bola berhasil dikeluarkan dari dalam pipa. Tapi waktu yang dibutuhkan melebihi batas yang ditentukan dan tidak semua tim menyaksikan bola keluar dari pipa.

***

Ikhwah fillah, ada 1 pelajaran berharga yang kami ambil dari permainan itu. Kita sering mendengar bahwa jalan dakwah adalah jalan yang panjang, bahkan lebih panjang dari usia kita. Bisa jadi kita tidak akan menyaksikan saat-saat dimana kemenangan dakwah datang. Apa yang kita lakukan saat ini, mungkin tidak akan kita rasakan hasilnya. Sebab, tugas kita memang hanya berusaha, dan berdoa atas usaha-usaha yang telah kita lakukan. Perkara hasil adalah murni hak Allah.

 “Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”. (QS. Al-Qashash: 56)

Namun, apakah dengan begitu kita akan menyurutkan semangat kita? Padahal berjuang saja sudah merupakan kemenangan. Kemenangan atas rasa takut, kemenangan atas sifat pengecut, kemenangan atas cinta dunia, dan kemenangan atas diri sendiri.

Dan tidakkah kita tergiur dengan janji-Nya? Padahal tidak ada yang lebih menepati janji selain Allah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. .” (QS. At-Taubah : 111)

Ikhwah fillah, jalan dakwah tidak ditaburi dengan bunga-bunga. Tetapi, ia merupakan satu jalan yang panjang dan penuh halang rintang. Hal yang kita perlukan adalah usaha dan kerja keras yang terus berkelanjutan. Hasilnya terserah kepada Allah di waktu yang dikehendaki-Nya. Mungkin kita tidak akan dapat melihat natijah serta hasilnya ketika kita masih hidup. Sesungguhnya kita hanya disuruh beramal dan berusaha, tidak disuruh melihat hasil dan buahnya. (Mustafa Masyhur – Tariq Ad Dakwah)

Penulis: Aristiawan

Join the discussion One Comment

Leave a Reply

Categories