Category Archives: Rilis

WhatsApp Image 2017-04-06 at 06.28.53

PRESS RELEASE AKSI KEMANUSIAAN SUARA UNTUK SURIAH FSLDK INDONESIA

By | Indonesia, Puskomda, Puskomnas, Puskomnas, Rilis | No Comments

WhatsApp Image 2017-04-06 at 06.28.53

Kabar duka dari Suriah kembali menjadi nada sumbang omong kosong penegakan perdamaian dunia. Pada Selasa (3/4) kemarin, puluhan masyarakat sipil kembali menjadi korban serangan brutal pesawat yang diduga milik tentara suriah , melalui serangan udara menggunakan senjata kimia gas beracun di kota Idlib, Suriah. Penyerangan yang terjadi dini hari tersebut, telah menyebabkan 58 orang syahid, termasuk wanita dan 11 diantaranya anak-anak. Serangan gas beracun tersebut mengakibatkan puluhan korban menggeliat di tanah, tidak bisa bergerak dengan mata terbelalak, sesak napas akibat tersedak gas beracun yang mereka hirup.

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia pada Kamis (6/4), melakukan aksi kemanusiaan “Suara untuk Suriah” sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap tragedi penyerangan masyarakat sipil yang terjadi di Suriah. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan serentak di 22 daerah di Indonesia, antara lain Lampung, Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Solo, Banten, Jambi, Aceh, Depok, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bandung, Nusa Tenggara, Sumatera Selatan, Ternate, Malang, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Priyangan Timur, Kalimantan Barat, Surabaya, Bali, Sumatera Barat dan Bangka Belitung, dan masih akan disusul di beberapa daerah lainnya dalam beberapa hari kedepan.

Aksi kemanusiaan yang bertajuk “Suara untuk Suriah” ini berhasil melibatkan lebih dari 500 massa aksi dari berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa umum di masing-masing daerah. Serangkaian aksi berjalan lancar, diawali dengan orasi kemanusiaan oleh perwakilan Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Puskomda dan Puskomnas, dilanjutkan dengan Freeze Mob oleh seluruh massa aksi, yang diikuti dengan pembacaan puisi kemanusiaan “Untukmu Suriah” , galang dana dan ditutup dengan doa bersama.

Hari ini kita berdiri menjawab panggilan sebagai bentuk pengabdian pada Allah.Tak peduli sengatan matahari dan guyuran hujan kita tegaskan bahwa anak kandung Indonesia berdiri bersama mujahidin Suriah menentang penjajahan asing dan rezim bashar alassad” Tegas Hanafi Ridwan Dwiatmojo, ketua Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia.

#FSLDKIndonesia
#SuaraUntukSuriah
#SaveSuriah
========================
📍 Media FSLDK Indonesia 📍

🌏 Web: www.fsldkindonesia.org
👥 Fanspage: FSLDK Indonesia
📸 Instagram: @fsldkindonesia
🐤 Twitter: @fsldkindonesia
💡 Line@: @yok1532s
🎥 Youtube: FSLDK Indonesia
📮 Google+: FSLDK Indonesia
📧 Email: info@fsldkindonesia.org

fsldk-logo

FSLDK Indonesia Mengecam Kriminalisasi Ulama dan Tindakan Inkonstitusional Aparat Negara

By | Indonesia, LDK, Puskomnas, Rilis | No Comments

fsldk-logo

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) menyatakan kekecewaannya terhadap Polda Metro Jaya yang pada Kamis kemarin (30/3/17) melakukan penangkapan terhadap Sekjend Forum Umat Islam (FUI) K.H Al-Khaththath, dan lima ulama lainnya dengan tuduhan makar. Penangkapan ini dilakukan pada malam hari, sebelum dilaksanakannya aksi 313.

K.H Al-Khaththath merupakan pimpinan aksi 313, yang dalam tuntuntannya hendak mendesak kembali pemerintah menuntaskan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang semakin kabur. Dugaan makar yang menjadi alasan kuat ditangkapnya ulama umat Islam, K.H Al-Khaththath, telah menunjukkan bahwa pemerintah semakin gentar dengan desakan umat Islam melalui aksi-aksi besar yang berkelanjutan menyerukan ketegasan sikap pemerintah terhadap penista agama.

Tertanggal 16 November 2016 Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dan pada sidang perdana yang digelar di Gedung Bekasi Pengadilan Jakarta Pusat menetapkan Ahok sebagai terdakwa dalam gelar perkara terbuka terbatas kasus penistaan agama. Namun hingga saat ini proses hukum berjalan lambat dan terkesan bertele-tele. Hal ini merupakan wujud penanganan hukum yang serampangan dan tidak segera, bahkan mengindikasikan aparat berlama-lama dan tidak tegas dalam menyelesaikan perkara tersebut, mengaburkan perkara dan melemahkan kekuatan hukum. Karena tak selayaknya seorang penista agama yang telah menodai kebhinnekaan dan keutuhan bangsa bebas melenggang dan bahkan bebas hukum.

Undang-undang No. 9 Tahun 1998 menyatakan tiap indvidu di Indonesia dapat mengemukakan aspirasinya sebagai perwujudan kebebabasan berpendapat. Hal tersebut adalah bukti shohih bahwa rakyat mengemukakan pendapat dijamin kebebasan dan keberadaannya secara konstitusi. Namun sikap represif aparat dan sikap inkonstitusional pemerintah yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat, terlebih pada alim ulama dan para asatidz yang menjadi pewaris para nabi dan kepercayaan umat Islam, telah menodai demokrasi Indonesia dan mengganggu keutuhan berbangsa dan bernegara.

Maka kami, FSLDK Indonesia dengan ini menyatakan sikap:

1. Pemerintah dan para aparat penegak hukum harus menyelesaikan perkara ini dengan segera dan tidak bertele-tele

2. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menegakkan hukum dengan seadil-adilnya

3. Mengecam keras tindakan Polda Metro Jaya atas tindakan penangkapan dan sikap represif aparat yang semena-mena

4. Mengecam keras tindakan pemerintah dan aparat negara yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat yang menyampaikan aspirasinya secara benar sesuai hukum

5. Menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam agar berdoa dengan sebaik-baik doa untuk kebaikan Negara dan Bangsa Indonesia

Apabila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mengindahkan konstitusi dan peraturan yang berlaku, maka sesungguhnya telah terjadi penodaan terhadap supremasi hukum dan tindakan yang inkonstitusional dan sewenang-wenang.

Semoga Allah menjaga negeri ini dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Allahu Akbar!

Surakarta, 1 April 2017
Ketua Puskomnas FSDLK Indonesia

Hanafi Ridwan Dwiatmojo

5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08

GSJN 18 : FSLDK Indonesia Selenggarakan Khataman Quran Serentak Perguruan Tinggi Se-Indonesia

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08

GSJN #18

SOLO – Gerakan Subuh Jamaáh Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema “Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN #18 kali ini, yaitu khataman qurán yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam FSLDK Indonesia. Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan menyampaikan, “salah satu penyebab utama permasalahan muslim saat ini adalah kian menjauhnya umat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang semestinya menjadi pedoman hidup. Maka dari itu, melalui agenda GSJN ini, kami mencoba untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia kembali dekat dengan al-qurán sebagai salah satu bekal menuju bangkitnya islam kembali.”

GSJN #18 yang diselenggarakan serentak di 40 Perguruan Tinggi se Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference Sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) yang berpusat di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) secara langsung memimpin khatmil qurán yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN #18 hingga mencapai 1500 jamaáh menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaáh yang juga melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia. “Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-qurán dan menjaga waktu subuh untuk menyongsong kebangkitan islam,” terang Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

16788773_521140031416371_2365961822529388544_n

Rapimnas FSLDK Indonesia Deklarasikan Gerakan Nasional Peduli Negeri

By | Berita, Kerjasama, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
16788773_521140031416371_2365961822529388544_n

FSLDK Indonesia Mendeklarasikan Generasi Peduli Negeri

Solo – FSLDK Indonesia sukses menyelenggarakan Rapimnas (Rapat Pimpinan Nasional) III pada tanggal 24-26 Februari 2017 bertempat di Surakarta. Agenda ini dihadiri oleh 120 peserta yang merupakan pimpinan dari 37 Pusat Komunikasi Daerah sebagai perwakilan dari Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia.

Rapat Pimpinan Nasional membahas arahan kerja serta evaluasi dari program-program FSLDK Indonesia dalam upayanya untuk membangun Indonesia. Tak hanya itu, pada kesempatan ini FSLDK Indonesia juga mendeklarasikan “Gerakan Nasional Peduli Negeri” yang akan fokus pada pencegahan narkoba dan miras serta membangun jiwa nasionalisme pada mahasiswa. Gerakan ini bekerja sama dengan DPR RI Komisi 1, Ganas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) MUI, Genam (Gerakan Anti Miras), dan DPD RI.

Salah satu poin penting dari simpul pergerakan ini adalah adanya advokasi kurikulum anti narkoba, anti miras, dan wawasan kebangsaan pada saat orientasi mahasiwa baru.

Narkoba dan miras adalah induk dari degradasi moral generasi muda Indonesia. “Miras adalah salah satu gerbang menuju kepada penggunaan narkoba. Sebagai generasi muda kita harus lawan miras dengan peran kita masing masing” tutur Fahira Idris selaku ketua Gerakan Nasional Anti Miras. Sedangkan Titik Haryati wakil pimpinan pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba MUI menegaskan bahwa aktivis dakwah harus siap untuk melawah narkoba, bahkan Ganas Annar siap memfasilitasi pelatihan untuk menjadi satgas anti narkoba.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Komisi 1 DPR RI memaparkan tentang pentingnya peran pemuda untuk menjaga kedaulatan NKRI. “Apa yg anda kerjakan hari ini mungkin biasa-biasa saja.Tapi 20 tahun yang akan datang peristiwa ini akan menjadi sejarah dan kalian akan memimpin negeri ini. Karena kalian adalah pemilik sah negeri ini, “paparnya.

“Kita adalah anak kandung Indonesia, yang berhak mewarisi negeri ini adalah kita, bukan bangsa lain. Maka membangun dan menjaga Indonesia adalah tanggung jawab kita bersama”, tegas Hanafi Ridwan Dwiatmojo dalam akhir deklarasi.

Deklarasi ini ditandatangani oleh perwakilan dari masing-masing stakeholder dari berbagai elemen yaitu, Fahira Idris, S.E., M.H (Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras), Dr. Hj. Titik Haryati, M.Pd (Wakil Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkoba), Dr. Abdul Kharis Almasyhari, S.E., M.Si., Akt., C.A (Ketua Komisi 1 DPR RI), serta perwakilan dr FSLDK Indonesia yang diwakili Hanafi Ridwan Dwiatmojo selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

6a41b82e-9dc0-4424-9dc5-c474cb6236d1

FSLDK Indonesia Akan Ikut Berkontribusi Dalam Pemberantasan Narkoba dan Miras

By | Berita, Puskomnas, Rilis | No Comments
6a41b82e-9dc0-4424-9dc5-c474cb6236d1

Perwakilan FLSDK Indonesia bersama Fahira Idris (tengah)

Jakarta – FSLDK Indonesia pada hari Selasa (21/2)  mengadakan kunjungan ke GANAS ANNAR MUI Pusat. Dalam kunjunganya, FSLDK Indonesia menyampaikan keinginan untuk ikut berkontribusi dalam perjuangan pemberantasan narkoba dan minuman keras.  “Dengan sumber daya yang dimiliki FSLDK, kami yakin mampu melakukan tindakan preventif terhadap penyebaran narkoba dan minuman keras,” tegas Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

“Gerakan ini akan disambut dengan baik oleh banyak elemen, karena sudah menjadi keresahan kita bersama dan harus segera dicegah khususnya untuk kalangan pemuda,” sambut Pak Burhan mewakili Ganas Annar.

Sebelum kunjungan ini, FSLDK Indonesia telah melakukan konsolidasi ringan bersama GENAM (Gerakan Nasional Anti Miras) yang dipimpin oleh Fahira Fahmi Idris. Dalam konsolidasi ini, FLSDK Indonesia mengangkat pembicaraan untuk menjadikan FSLDK Indonesia sebagai mitra dalam pemberantasan miras di Indonesia. 

“Kita dengan elemen yang ada harus terus berjuang melahirkan perda-perda anti miras dan anti narkoba di beberapa daerah yang belum memiliki perda tersebut,” jelas Fahira Idris yang juga menjadi bidan lahirnya perda-perda anti miras di Indonesia.

Tak hanya soal narkoba dan miras, FSLDK Indonesia akan melakukan launching Generasi Peduli Negeri sebagai upaya pencegahan degradasi moral pemuda Indonesia pada tanggal 24-26 Februari 2017 bertepatan dengan RAPIMNAS III yang akan bertempat di Surakarta.

28children-superjumbo

Bertahanlah Aleppo!

By | Berita, Indonesia, LDK, Rilis | No Comments
main_900

Sumber Gambar : theatlantic.com

Surat Cinta dari Indonesia

Bertahanlah dan bersabarlah. Wahai Aleppo. Bangkit dan berjuanglah, wahai Bangsa Indonesia!

Senin (19/12) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) melakukan aksi kemanusiaan serentak untuk Aleppo. Aksi kemanusiaan dilakukan dalam rangka memprotes agresi yang dilakukan pasukan militer di bawah pemerintahan Bashar Al-Assad dan pasukan Rusia terhadap rakyat Suriah, terutama di kota Aleppo. Aksi ini juga bertujuan mengajak seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya untuk membuka hati nurani dan berperan aktif untuk membantu saudara kita di Aleppo melalui donasi dan doa.

Kegiatan aksi ini dilakukan di 14 kota di Indonesia,  diantaranya Aceh, Madiun, Palembang, Makassar, Tanjungpinang, Solo, Bandung, Jakarta, Ambon , Pontianak, Tasikmalaya, Malang, Pangkalpinang dan Gorontalo.

Pengumpulan donasi untuk Aleppo akan dilakukan pada 19-23 Desember 2016. Dana yang terkumpul akan diserahkan ke PKPU melalui rekening FSLDK Indonesia.

Sampai saat ini alhamdulillah telah terkumpul 25.178.400 rupiah yang terkumpul dari 3 lokasi di Indonesia yaitu Surakarta, Gorontalo dan Kalimantan Barat. Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat di daerah tersebut, atas kepedulian dan cintanya untuk Aleppo. Selait itu, mempertimbangkan jumlah FSLDK Daerah, jumlah tersebut masih bisa bertambah. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk dapat memberikan donasi nya dan semantiasa mendoakan keselamatan bagi Aleppo, dan kedamaian bagi Republik Indonesia.

Kondisi Aleppo sampai saat ini masih mencekam. Kondisi kian memburuk di musim dingin tanpa tempat tinggal, makanan dan pakaian hangat. Banyak yang menghabiskan malam tidur di jalan-jalan dalam suhu yang sangat ekstrim sambil menunggu giliran untuk dievakuasi.

“Kondisi di Aleppo timur tetap sangat mengerikan,” ujar reporter Al Jazeera.

Juru bicara Ahrar Al-Sham, di akun twitternya menyamakan kekejaman yang sedang berlangsung di Aleppo dengan pembantaian Srebrenica tahun 1995.

“#Aleppo adalah #Srebrenica baru di zaman kita, darah berada di tangan semua orang yang menonton dan tidak melakukan apa pun.” katanya.

Organisasi masyarakat dunia, Observatorium HAM untuk Suriah (SOHR), melaporkan jumlah korban tewas akibat perang yang berkecamuk di  Suriah selama empat tahun terakhir sudah mencapai 320.000 jiwa.

Sikap diam atas kejahatan kemanusiaan adalah bukti nyata pengkhianatan atas ras manusia. Kebiadaban ini harus dihentikan! Dunia hari ini tak mampu berbuat apa-apa saat darah semakin menggenang di Aleppo, Suriah. Korban dari warga sipil terus berjatuhan. Mereka disiksa dan dibantai.

Maka, hari ini kami dari FSLDK Indonesia atas nama hati nurani yang merdeka, berdiri menentang kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Aleppo, Suriah. Dan menggalang sebanyak mungkin rasa kemanusiaan yang masih tersisa di hati manusia. Merdeka!

4032138d-0ddc-412e-96fc-00838d945704_orig

Islam dalam Sorotan Media

By | Berita, Indonesia, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
media

Sumber Gambar : brusselmedia.be

Tanggal 4 November 2016 menjadi sejarah baru Indonesia. Lebih dari dua juta umat Islam turun ke jalan, memutih di Ibukota. Dibersamai dengan puluhan ribu massa di wilayah Indonesia lainnya, seperti Medan, Pangkalpinang, Palembang, Pekanbaru, Jambi, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Solo, Malang, Semarang, Jember, Purwokerto, Makassar, Kendari, Ambon, Bandung, Cirebon, Bogor, Tangerang, dan Madiun.

Mengadakan aksi damai, yang berikutnya disebut aksi damai 411. Tuntutan aksi jelas, massa meminta keadilan dan menuntut proses hukum terhadap pelaku penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang pada tanggal 27 September 2016 di Kepulauan Seribu telah menciderai kebhinnekaan bangsa ini. Terekam dengan jelas, dalam video yang dirilis oleh pemprov DKI Ahok telah menistakan Al Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 sebagai alat untuk membohongi. Serta menghina ulama sebagai pembohong. Hal ini jelas melanggar setidaknya dua undang-undang, yaitu KUHP pasal 156a tentang Penistaan Agama dan UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. 

Namun media dan pihak yang bermain di belakangnya (man behind the gun) dengan provokatif mengatakan bahwa Ahok tidak melakukan penistaan dan salah kaprahnya media memberitakan soal aksi damai 411 dengan menggambarkan Islam anti nasionalisme dan agresif. Dan memelintir fakta jumlah massa yang turun ke jalan hanya berkisar dua ratus ribu.

Jakarta, 16 November 2016 gelar perkara penistaan agama menetapkan Ahok sebagai tersangka. Hal ini masih merupakan proses yang panjang dan tetap berjalan, pasca ini masih ada proses peradilan. Status Ahok masih tersangka, belum terdakwa, belum terpidana. Namun kami akan terus mengawal sampai keadilan ditegakkan. Khawatir ini adalah sarana penggembosan ummat. Dan gurita-gurita media yang memutarbalikkan fakta, memainkan opini masyarakat, bisa jadi untuk menuai simpatik publik terhadap Ahok.

Adanya fenomena demikian membuat Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia ikut menjadi garda terdepan mengawal isu yang beredar di media.

Salah satu usaha FSLDK Indonesia yaitu dengan memasukkan konten kajiannya yang dikemas dalam acara Gerakan Subuh Jama’ah Nasional (GSJN) Ke-14 dengan tema Islam dalam Sorotan Media: Membangun atau Merusak Citra. Tema ini menggambarkan suatu fenomena dari media, kekuatan terbesar di dunia modern dan para aktor yang bermain di depan atau di belakang layar dengan menyajikan informasi yang salah kaprah tentang Islam dan hasratnya untuk menyudutkan Islam.

Apa alasan dan siapa tokoh di balik itu semua? Dan pentingnya masyarakat membaca berita yang sehat.

 “Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang seorang yang fasik dengan membawa suatu informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan.” (Al-Hujurat: 6)

GSJN ke-14 ini dilaksanakan pada tanggal 19-20 November 2016 serempak di lebih dari 10 titik di Indonesia. Diantaranya Kalbar (IAIN Pontianak), Aceh (Univ. Leuser Kutacane),  Solo (Univ. Sebelas Maret), Jakarta (Univ. Trilogi), Lampung (Univ Bandar Lampung), dan Riau (Univ. Lancang Kuning Pekanbaru).

Melalui tema GSJN kali ini, FSLDK Indonesia ingin menyampaikan pesan kepada ummat agar cerdas berita dan media. Semoga Allah senantiasa menguatkan dan membela.

15034849_1243127192392897_349378671653421056_n

Kunjungan FSLDK Indonesia ke MUI

By | Berita, Indonesia, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
15034849_1243127192392897_349378671653421056_n

Kunjungan FSLDK Indonesia Ke MUI

 

 

Jakarta, 16 November 2016 bertempat di markas Polri, Kabareskrim Ali Dono Sukmanto menyampaikan hasil putusan gelar perkara terhadap kasus penistaan agama Islam oleh terduga Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Keputusan hasil penyelidikan adalah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditetapkan sebagai tersangka dan penanganan kasus akan ditingkatkan menjadi penyidikan dan akan dilaksanakan peradilan terbuka. Namun sayang, setelah ditetapkan sebagai tersangka Ahok masih bebas, hanya dicegah untuk pergi keluar negeri. Sikap yang ditunjukkan Ahok pun tidak menunjukkan penyesalan. Alih-alih sesumbar dan terlihat arogan. 

Merespon hal tersebut FSLDK Indonesia mengunjungi kantor pusat MUI di jalan Proklamasi No. 51, Jakarta Pusat. FSLDK Indonesia diwakili oleh Puskomnas, Puskomda Jogja, Puskomda Semarang Raya, Puskomda Solo Raya, Puskomda Bandung Raya, dan Puskomda Jadebek. Sedangkan dari pihak MUI yang menyambut rombongan adalah Dr. H. Zainal Arifin Hoesein, S.H., M.H. selaku Sekretaris Komisi Hukum MUI dan Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A. yang merupakan Ketua Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga. 

Kunjungan ini selain silaturahim adalah sebagai bentuk dukungan FSLDK Indonesia kepada MUI yang telah mengeluarkan sikap keagamaannya menanggapi isu penistaan agama oleh Ahok. Rombongan yang diwakili ketua Puskomnas, Hanafi Ridwan menyampaikan beberapa hal kepada perwakilan MUI “Kami mewakili Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia ingin menyampaikan dukungan kami kepada MUI atas sikap keagamaan yang telah dikeluarkan dalam menyikapi isu penistaan agama beberapa waktu lalu, yang pagi tadi telah ditetapkan sebagai tersangka”. 

FSLDK Indonesia sebagai representasi aktivis mahasiswa muslim di ratusan kampus di seluruh Indonesia menegaskan posisinya berada dalam barisan ulama, dan siap mengawal kasus ini sampai selesai. Pihak MUI juga merespon baik sikap FSLDK Indonesia dan menerima pernyataan sikap yang disampaikan dan berkomitmen akan mengawal persoalan ini.

Terakhir FSLDK Indonesia melalui ketua Puskomnas menyampaikan “Kami menghimbau kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk terus mengawal keberjalanan isu ini dan memastikan bahwa keadilan dan supremasi hukum dapat ditegakkan. Jangan sampai ada pihak-pihak yang secara tidak bertanggung jawab melakukan tindakan yang menciderai sistem hukum itu sendiri. Sekali lagi keadilan harus tegak di bumi Indonesia”. 

fsldk-logo

Diam Adalah Penghianatan

By | Puskomnas, Rilis | No Comments

fsldk-logo

 

 

Pada hari Jum’at yang penuh barokah ini, 28 Oktober 2016 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, kami FSLDK Indonesia kembali melakukan aksi turun ke jalan, setelah 10 hari yang lalu aksi kami tidak digubris. Aksi ini dilakukan di berbagai kota di Indonesia, diantaranya adalah Pangkalpinang, Bandung, Tasikmalaya, Semarang, Bandar Lampung, Jogjakarta, dan Solo. Yang kami ingin lakukan sederhana, untuk Menjaga Indonesia. Menjaga dari tindak arogansi yang mengancam keutuhan NKRI. Menjaga dari adab dan etika tercela seorang pejabat publik.

Aksi kami akan senantiasa dilakukan dengan tertib, sebagaimana W. R. Supratman menggesek biola untuk memainkan lagu Indonesia Raya. Namun tujuan kami jelas, tuntutan kami tegas. Sebagaimana teks sumpah pemuda 88 tahun lalu.

Kehadiran kami hari ini dilakukan untuk :
1.  Menjaga supremasi kebhinekaan yang mengayomi dan anti-provokasi
2. Menuntut sistem kepemimpinan yang beradab, bertata krama, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan daripada ego individu atau golongan
3. Menyerukan penjagaan Indonesia bagi siapa yang mencintainya. Dengan cara menolak tindak laku provokatif dan arogan.
4. Supremasi hukum yang adil bagi setiap golongan. Serta menuntut aparat penegak hukum untuk kembali pada kedaulatan hukum dan aturan di Indonesia dengan mengadili secepatnya pelaku, penistaan agama dalam hal ini adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan pelanggaran UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, serta pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Indonesia adalah negara hukum, maka apabila kita berdiam diri dari menegakkan keadilan hukum, hari ini kita adalah penghianat negara. Ketika dagelan yang tidak lucu senantiasa dilakukan yang berakhir perpecahan, ketika hukum hanya jadi bahan tertawaan, maka Indonesia kita hari ini sedang terancam. Terjaganya Indonesia yang rukun dan damai akan kembali kepada tangan para pemuda yang tulus mencintainya.

Mari berjuang! Karena Allah bersama kita.

 

whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Satu Tahun FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Salah satu kegiatan GSJN di Kal-Bar bersama Walikota Pontianak

Surakarta (1-2/10) – Tanggal 1-2 Oktober 2016 menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Bertepatan dengan 1 Muharram 1438 H, FSLDK Indonesia telah genap satu tahun menyelenggarakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN) yang digelar serentak di berbagai titik penjuru Indonesia setiap bulannya. GSJN adalah satu gerakan yang menekankan pada keistiqomahan dalam menjalankan sholat subuh secara berjamaah.

FSLDK Indonesia meyakini bahwa gerakan ini adalah syarat perubahan dan kebangkitan karena mendasarkan pada gerakan mahasiswa dengan ciri khas dan potensinya. Maka sudah saatnya masjid kampus adalah destinasi yang diutamakan menuju kebangkitan. Bukan berarti kami menutup mata dengan masyarakat umum dan masjid jami’ di luar kampus, tetapi pelan tapi pasti FSLDK Indonesia mencoba  menggandeng pemerintah dan ormas untuk ikut menginisiasi atau menyemarakkan agenda ini di seluruh elemen masyarakat.

Pada edisi satu tahun atau GSJN ke 13 ini , tema yang diusung adalah “Bangkit untuk Berjaya. Membangun Peradaban Indonesia”. Masih linier dengan tema satu tahun yang lalu saat gerakan ini di-launching, yaitu “Dari Masjid Peradaban Indonesia Bangkit”. Tema ini menggambarkan satu mimpi dari gerakan ini khususnya, bahwa peradaban emas Indonesia hanya akan bangkit saat Islam berdiri tegak di negeri ini. Walaupun secara de facto Indonesia adalah negara muslim terbesar, namun implementasi Islam sebagai jalan hidup masih sangat kurang. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus mengambil perannya, khususnya mahasiswa muslim (red: aktivis dakwah kampus). Maka tidak salah kiranya ketika gerakan ini pada awal kelahirannya dan sampai berkembangnya nanti InsyaAllah, akan tetap menitik beratkan masjid kampus dan mahasiswa sebagai representasi semangat juang Islam pada ranah akademisi, kaum intelektual, calon-calon pemimpin bangsa, dan tentunya penggerak perubahan.

GSJN kali ini diselenggarakan di 36 titik di Indonesia dengan lebih dari 40 masjid kampus penyelenggara yang diantaranya, Masjid Kampus Universitas Bangka Belitung, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Gorontalo, dan  Salman ITB Bandung. Tiga puluh enam titik penyelenggara ini merupakan jumlah terbanyak selama setahun penyelenggaraan. Lebih dari 3.000 jamaah yang hadir dalam GSJN kali ini. Hal ini menunjukkan meningkatnya kembali jumlah peserta dari GSJN sebelum-sebelumnya. Infaq yang terkumpul tidak kurang dari  Rp 7.000.000,- yang seperti biasa akan didonasikan untuk Palestina melalui Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Seperti bulan-bulan sebelumnya , untuk menggaet massa masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda-beda, mulai dari publikasi masif melalui media, sosialisasi ke beberapa komunitas atau forum, maupun dengan menambah pernak-pernik lain seperti sarapan gratis, doorprize dan sebagainya. Unsur pelaksananya pun telah berkembang, tidak hanya kampus saja namun juga sudah merambah ke pemerintah dan masyarakat. Dukungan positif untuk gerakan ini sudah mulai banyak terlihat, baik dari para tokoh seperti rektor, pejabat, hingga novelis sekelas Habiburrahman El Shirazy. Dukungan penuh dari para ulama, ormas, dan civitas akademika ikut menyemarakkan agenda gerakan subuh jamaah ini.

“Mengapa banyak manusia sebagai makhluk Allah yang notabene paling sempurna yang dilengkapi dengan akal fikir sempurna tidak mensyukuri nikmat, tidak tulus dan serius dalam beribadah dan memurnikan keimanan kepada sang pencipta-Allah SWT? Subuh on time pertanda syukur dan kuatnya iman seseorang, maka marilah kita mulai aktivitas sehari-hari dengan subuh berjamaah di masjid semoga keberkahan dan rahmat Allah selalu tercurahkan pada kita semua.”, terang Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UNS yang sangat adanya agenda GSJN ini.

Noval Abuzarr, S.Pd (Koordinator Presidium Pemuda Djayakarta) juga memberikan apresiasinya kepada FSLDK Indonesia yang telah mengawal syiar subuh ini dan berkembang sampai berusia satu tahun penyelenggaraan  melalui penyampaiannya “Apresiasi besar buat FSLDK yang mengadakan GSJN, di tengah anak muda yang makin hedonis masih ada anak-anak muda Muslim yang makin religius dan komitmen menegakkan nilai-nilai Tauhid dan bermasyarakat”.

Terdapat hal yang berbeda pada edisi milad satu tahun ini yaitu adanya video conference penyampaian progress pelaksanaan GSJN sejak Oktober 2015 lalu. Surakarta (Solo) yang merupakan salah satu titik pelaksana GSJN sekaligus sebagai Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia dipilih menjadi tempat diselenggarakannya video conference tersebut.  Video conference yang dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB ini saksikan pula oleh 35 FSLDK yang lainnya. Dalam laporannya, Hanafi Ridwan sebagai Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia menyampaikan bahwa “Grafik menunjukkan bahwa jumlah peserta/jamaah GSJN di semua masjid penyelenggara terjadi fluktuasi di tiap bulannya selama setahun ini. Tinggi pada awal dilaunchingnya, sempat turun, naik lagi di pertengahan, dan saat ini mulai naik lagi. Inilah yang akan tetap kita pantau, keistiqomahan menjadi poin yang harus dimiliki oleh seorang aktifis muslim. Kita berharap hingga suatu saat nanti, gerakan subuh jamaah ini berjalan sebagai sebuah kebiasaan sebagai salah satu sarana mencetak pemimpin besar bangsa ini. Mohon doa dari asatidz, rektor, pimpinan perguruan tinggi, dan umat Islam pada umumnya agar 15-20 tahun lagi kami siap memimpin Indonesia. Saatnya berproses bangkit. Bangkit untuk berjaya. Membangun peradaban Indonesia.”

Melalui keistiqomahan inilah, FSLDK Indonesia ingin menyampaikan bahwa sholat shubuh di masjid menjadi salah satu sarana terbaik untuk menumbuhkan semangat juang dan kepemimpinan seorang muslim. Maka kelak, harapannya oang-orang yang menjadi bagian dari GSJN ini nantinya siap inisiator-inisiator kebaikan di lingkungannya dan memegang peranan sentral bagi bangkit jayanya peradaban di Indonesia.

Lihat juga rilis lainnya di :

1 Tahun Gerakan Subuh Jamaah Nasional FSLDK serukan kebangkitan Islam

http://www.kiblat.net/2016/10/03/1-tahun-gerakan-subuh-jamaah-nasional-fsldk-serukan-kebangkitan-islam/

Satu Tahun FSLDK Serukan Kebangkitan

http://m.hidayatullah.com/none/read/2016/10/03/101924/satu-tahun-fsldk-indonesia-menyerukan-kebangkitan.html

FSLDK Peringati Setahun Konsistensi Gerakan Subuh Jamaah Berjamaah

http://solo.tribunnews.com/2016/10/01/fsldk-peringati-setahun-konsistensi-gerakan-subuh-berjamaah-di-masjid-nurul-huda-uns

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://www.timlo.net/baca/68719685888/fsldk-gelorakan-gerakan-subuh-jamaah-nasional/

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://news.babe.co.id/8598471⁠⁠⁠⁠

Categories