Category Archives: LDK

fsldk-logo

FSLDK Indonesia Mengecam Kriminalisasi Ulama dan Tindakan Inkonstitusional Aparat Negara

By | Indonesia, LDK, Puskomnas, Rilis | No Comments

fsldk-logo

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) menyatakan kekecewaannya terhadap Polda Metro Jaya yang pada Kamis kemarin (30/3/17) melakukan penangkapan terhadap Sekjend Forum Umat Islam (FUI) K.H Al-Khaththath, dan lima ulama lainnya dengan tuduhan makar. Penangkapan ini dilakukan pada malam hari, sebelum dilaksanakannya aksi 313.

K.H Al-Khaththath merupakan pimpinan aksi 313, yang dalam tuntuntannya hendak mendesak kembali pemerintah menuntaskan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang semakin kabur. Dugaan makar yang menjadi alasan kuat ditangkapnya ulama umat Islam, K.H Al-Khaththath, telah menunjukkan bahwa pemerintah semakin gentar dengan desakan umat Islam melalui aksi-aksi besar yang berkelanjutan menyerukan ketegasan sikap pemerintah terhadap penista agama.

Tertanggal 16 November 2016 Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dan pada sidang perdana yang digelar di Gedung Bekasi Pengadilan Jakarta Pusat menetapkan Ahok sebagai terdakwa dalam gelar perkara terbuka terbatas kasus penistaan agama. Namun hingga saat ini proses hukum berjalan lambat dan terkesan bertele-tele. Hal ini merupakan wujud penanganan hukum yang serampangan dan tidak segera, bahkan mengindikasikan aparat berlama-lama dan tidak tegas dalam menyelesaikan perkara tersebut, mengaburkan perkara dan melemahkan kekuatan hukum. Karena tak selayaknya seorang penista agama yang telah menodai kebhinnekaan dan keutuhan bangsa bebas melenggang dan bahkan bebas hukum.

Undang-undang No. 9 Tahun 1998 menyatakan tiap indvidu di Indonesia dapat mengemukakan aspirasinya sebagai perwujudan kebebabasan berpendapat. Hal tersebut adalah bukti shohih bahwa rakyat mengemukakan pendapat dijamin kebebasan dan keberadaannya secara konstitusi. Namun sikap represif aparat dan sikap inkonstitusional pemerintah yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat, terlebih pada alim ulama dan para asatidz yang menjadi pewaris para nabi dan kepercayaan umat Islam, telah menodai demokrasi Indonesia dan mengganggu keutuhan berbangsa dan bernegara.

Maka kami, FSLDK Indonesia dengan ini menyatakan sikap:

1. Pemerintah dan para aparat penegak hukum harus menyelesaikan perkara ini dengan segera dan tidak bertele-tele

2. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menegakkan hukum dengan seadil-adilnya

3. Mengecam keras tindakan Polda Metro Jaya atas tindakan penangkapan dan sikap represif aparat yang semena-mena

4. Mengecam keras tindakan pemerintah dan aparat negara yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat yang menyampaikan aspirasinya secara benar sesuai hukum

5. Menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam agar berdoa dengan sebaik-baik doa untuk kebaikan Negara dan Bangsa Indonesia

Apabila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mengindahkan konstitusi dan peraturan yang berlaku, maka sesungguhnya telah terjadi penodaan terhadap supremasi hukum dan tindakan yang inkonstitusional dan sewenang-wenang.

Semoga Allah menjaga negeri ini dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Allahu Akbar!

Surakarta, 1 April 2017
Ketua Puskomnas FSDLK Indonesia

Hanafi Ridwan Dwiatmojo

5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08

GSJN 18 : FSLDK Indonesia Selenggarakan Khataman Quran Serentak Perguruan Tinggi Se-Indonesia

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08

GSJN #18

SOLO – Gerakan Subuh Jamaáh Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema “Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN #18 kali ini, yaitu khataman qurán yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam FSLDK Indonesia. Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan menyampaikan, “salah satu penyebab utama permasalahan muslim saat ini adalah kian menjauhnya umat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang semestinya menjadi pedoman hidup. Maka dari itu, melalui agenda GSJN ini, kami mencoba untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia kembali dekat dengan al-qurán sebagai salah satu bekal menuju bangkitnya islam kembali.”

GSJN #18 yang diselenggarakan serentak di 40 Perguruan Tinggi se Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference Sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) yang berpusat di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) secara langsung memimpin khatmil qurán yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN #18 hingga mencapai 1500 jamaáh menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaáh yang juga melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia. “Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-qurán dan menjaga waktu subuh untuk menyongsong kebangkitan islam,” terang Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

28children-superjumbo

Bertahanlah Aleppo!

By | Berita, Indonesia, LDK, Rilis | No Comments
main_900

Sumber Gambar : theatlantic.com

Surat Cinta dari Indonesia

Bertahanlah dan bersabarlah. Wahai Aleppo. Bangkit dan berjuanglah, wahai Bangsa Indonesia!

Senin (19/12) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) melakukan aksi kemanusiaan serentak untuk Aleppo. Aksi kemanusiaan dilakukan dalam rangka memprotes agresi yang dilakukan pasukan militer di bawah pemerintahan Bashar Al-Assad dan pasukan Rusia terhadap rakyat Suriah, terutama di kota Aleppo. Aksi ini juga bertujuan mengajak seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya untuk membuka hati nurani dan berperan aktif untuk membantu saudara kita di Aleppo melalui donasi dan doa.

Kegiatan aksi ini dilakukan di 14 kota di Indonesia,  diantaranya Aceh, Madiun, Palembang, Makassar, Tanjungpinang, Solo, Bandung, Jakarta, Ambon , Pontianak, Tasikmalaya, Malang, Pangkalpinang dan Gorontalo.

Pengumpulan donasi untuk Aleppo akan dilakukan pada 19-23 Desember 2016. Dana yang terkumpul akan diserahkan ke PKPU melalui rekening FSLDK Indonesia.

Sampai saat ini alhamdulillah telah terkumpul 25.178.400 rupiah yang terkumpul dari 3 lokasi di Indonesia yaitu Surakarta, Gorontalo dan Kalimantan Barat. Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat di daerah tersebut, atas kepedulian dan cintanya untuk Aleppo. Selait itu, mempertimbangkan jumlah FSLDK Daerah, jumlah tersebut masih bisa bertambah. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk dapat memberikan donasi nya dan semantiasa mendoakan keselamatan bagi Aleppo, dan kedamaian bagi Republik Indonesia.

Kondisi Aleppo sampai saat ini masih mencekam. Kondisi kian memburuk di musim dingin tanpa tempat tinggal, makanan dan pakaian hangat. Banyak yang menghabiskan malam tidur di jalan-jalan dalam suhu yang sangat ekstrim sambil menunggu giliran untuk dievakuasi.

“Kondisi di Aleppo timur tetap sangat mengerikan,” ujar reporter Al Jazeera.

Juru bicara Ahrar Al-Sham, di akun twitternya menyamakan kekejaman yang sedang berlangsung di Aleppo dengan pembantaian Srebrenica tahun 1995.

“#Aleppo adalah #Srebrenica baru di zaman kita, darah berada di tangan semua orang yang menonton dan tidak melakukan apa pun.” katanya.

Organisasi masyarakat dunia, Observatorium HAM untuk Suriah (SOHR), melaporkan jumlah korban tewas akibat perang yang berkecamuk di  Suriah selama empat tahun terakhir sudah mencapai 320.000 jiwa.

Sikap diam atas kejahatan kemanusiaan adalah bukti nyata pengkhianatan atas ras manusia. Kebiadaban ini harus dihentikan! Dunia hari ini tak mampu berbuat apa-apa saat darah semakin menggenang di Aleppo, Suriah. Korban dari warga sipil terus berjatuhan. Mereka disiksa dan dibantai.

Maka, hari ini kami dari FSLDK Indonesia atas nama hati nurani yang merdeka, berdiri menentang kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Aleppo, Suriah. Dan menggalang sebanyak mungkin rasa kemanusiaan yang masih tersisa di hati manusia. Merdeka!

fsldk-logo

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

fsldk-logo

 

 

Nomor : 001/Eks/Puskomnas/FSLDK Indonesia/X/2016
Tentang: Aksi Damai Bela Islam II

Berdasarkan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tertanggal 11 Oktober 2016, tentang pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 terkait Al Qur’an surat Al Maidah:51 yang dikategorikan: (1). menghina Al Qur’an dan/atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum, maka FSLDK Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mendukung sepenuhnya fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI sebagai representasi alim ulama Indonesia.


2. Mendukung Aksi Damai Bela Islam II yang dilakukan oleh elemen umat Islam di seluruh Indonesia pada tanggal 4 November 2016, sebagai bentuk kepedulian terhadap persatuan bangsa dan penegakan supremasi hukum.


3. Menghimbau kepada seluruh aparat yang bertugas mengamankan jalannya Aksi Damai Bela Islam II pada tanggal 4 November 2016 untuk bisa bertugas dengan profesional, tidak terjebak dalam segala bentuk tindakan yang bersifat provokatif. Serta berpihak kepada kepentingan rakyat.


4. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan ikut aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak terpancing segala bentuk tindak laku provokasi dan arogansi yang mengancam keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.


5. Menuntut supremasi hukum yang adil bagi setiap golongan. Serta menuntut aparat penegak hukum untuk kembali pada kedaulatan hukum dan aturan di Indonesia dengan mengusut dan mengadili terlapor pelaku penistaan agama dalam hal ini adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan pelanggaran UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, serta pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.


6. Menolak segala bentuk penistaan terhadap agama manapun atas nama apapun. Indonesia adalah negara hukum, maka apabila kita berdiam diri dari menegakkan keadilan hukum, hari ini kita telah menjadi penghianat negara. Ketika dagelan yang tidak lucu senantiasa dilakukan yang berakhir perpecahan, ketika hukum hanya jadi bahan tertawaan, maka Indonesia kita hari ini sedang terancam. Terjaganya Indonesia yang rukun dan damai akan kembali kepada tangan para pemuda yang tulus mencintainya.

Mari Berjuang! Karena Allah bersama kita,
ttd,


FSLDK Indonesia

whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Satu Tahun FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Salah satu kegiatan GSJN di Kal-Bar bersama Walikota Pontianak

Surakarta (1-2/10) – Tanggal 1-2 Oktober 2016 menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Bertepatan dengan 1 Muharram 1438 H, FSLDK Indonesia telah genap satu tahun menyelenggarakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN) yang digelar serentak di berbagai titik penjuru Indonesia setiap bulannya. GSJN adalah satu gerakan yang menekankan pada keistiqomahan dalam menjalankan sholat subuh secara berjamaah.

FSLDK Indonesia meyakini bahwa gerakan ini adalah syarat perubahan dan kebangkitan karena mendasarkan pada gerakan mahasiswa dengan ciri khas dan potensinya. Maka sudah saatnya masjid kampus adalah destinasi yang diutamakan menuju kebangkitan. Bukan berarti kami menutup mata dengan masyarakat umum dan masjid jami’ di luar kampus, tetapi pelan tapi pasti FSLDK Indonesia mencoba  menggandeng pemerintah dan ormas untuk ikut menginisiasi atau menyemarakkan agenda ini di seluruh elemen masyarakat.

Pada edisi satu tahun atau GSJN ke 13 ini , tema yang diusung adalah “Bangkit untuk Berjaya. Membangun Peradaban Indonesia”. Masih linier dengan tema satu tahun yang lalu saat gerakan ini di-launching, yaitu “Dari Masjid Peradaban Indonesia Bangkit”. Tema ini menggambarkan satu mimpi dari gerakan ini khususnya, bahwa peradaban emas Indonesia hanya akan bangkit saat Islam berdiri tegak di negeri ini. Walaupun secara de facto Indonesia adalah negara muslim terbesar, namun implementasi Islam sebagai jalan hidup masih sangat kurang. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus mengambil perannya, khususnya mahasiswa muslim (red: aktivis dakwah kampus). Maka tidak salah kiranya ketika gerakan ini pada awal kelahirannya dan sampai berkembangnya nanti InsyaAllah, akan tetap menitik beratkan masjid kampus dan mahasiswa sebagai representasi semangat juang Islam pada ranah akademisi, kaum intelektual, calon-calon pemimpin bangsa, dan tentunya penggerak perubahan.

GSJN kali ini diselenggarakan di 36 titik di Indonesia dengan lebih dari 40 masjid kampus penyelenggara yang diantaranya, Masjid Kampus Universitas Bangka Belitung, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Gorontalo, dan  Salman ITB Bandung. Tiga puluh enam titik penyelenggara ini merupakan jumlah terbanyak selama setahun penyelenggaraan. Lebih dari 3.000 jamaah yang hadir dalam GSJN kali ini. Hal ini menunjukkan meningkatnya kembali jumlah peserta dari GSJN sebelum-sebelumnya. Infaq yang terkumpul tidak kurang dari  Rp 7.000.000,- yang seperti biasa akan didonasikan untuk Palestina melalui Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Seperti bulan-bulan sebelumnya , untuk menggaet massa masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda-beda, mulai dari publikasi masif melalui media, sosialisasi ke beberapa komunitas atau forum, maupun dengan menambah pernak-pernik lain seperti sarapan gratis, doorprize dan sebagainya. Unsur pelaksananya pun telah berkembang, tidak hanya kampus saja namun juga sudah merambah ke pemerintah dan masyarakat. Dukungan positif untuk gerakan ini sudah mulai banyak terlihat, baik dari para tokoh seperti rektor, pejabat, hingga novelis sekelas Habiburrahman El Shirazy. Dukungan penuh dari para ulama, ormas, dan civitas akademika ikut menyemarakkan agenda gerakan subuh jamaah ini.

“Mengapa banyak manusia sebagai makhluk Allah yang notabene paling sempurna yang dilengkapi dengan akal fikir sempurna tidak mensyukuri nikmat, tidak tulus dan serius dalam beribadah dan memurnikan keimanan kepada sang pencipta-Allah SWT? Subuh on time pertanda syukur dan kuatnya iman seseorang, maka marilah kita mulai aktivitas sehari-hari dengan subuh berjamaah di masjid semoga keberkahan dan rahmat Allah selalu tercurahkan pada kita semua.”, terang Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UNS yang sangat adanya agenda GSJN ini.

Noval Abuzarr, S.Pd (Koordinator Presidium Pemuda Djayakarta) juga memberikan apresiasinya kepada FSLDK Indonesia yang telah mengawal syiar subuh ini dan berkembang sampai berusia satu tahun penyelenggaraan  melalui penyampaiannya “Apresiasi besar buat FSLDK yang mengadakan GSJN, di tengah anak muda yang makin hedonis masih ada anak-anak muda Muslim yang makin religius dan komitmen menegakkan nilai-nilai Tauhid dan bermasyarakat”.

Terdapat hal yang berbeda pada edisi milad satu tahun ini yaitu adanya video conference penyampaian progress pelaksanaan GSJN sejak Oktober 2015 lalu. Surakarta (Solo) yang merupakan salah satu titik pelaksana GSJN sekaligus sebagai Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia dipilih menjadi tempat diselenggarakannya video conference tersebut.  Video conference yang dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB ini saksikan pula oleh 35 FSLDK yang lainnya. Dalam laporannya, Hanafi Ridwan sebagai Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia menyampaikan bahwa “Grafik menunjukkan bahwa jumlah peserta/jamaah GSJN di semua masjid penyelenggara terjadi fluktuasi di tiap bulannya selama setahun ini. Tinggi pada awal dilaunchingnya, sempat turun, naik lagi di pertengahan, dan saat ini mulai naik lagi. Inilah yang akan tetap kita pantau, keistiqomahan menjadi poin yang harus dimiliki oleh seorang aktifis muslim. Kita berharap hingga suatu saat nanti, gerakan subuh jamaah ini berjalan sebagai sebuah kebiasaan sebagai salah satu sarana mencetak pemimpin besar bangsa ini. Mohon doa dari asatidz, rektor, pimpinan perguruan tinggi, dan umat Islam pada umumnya agar 15-20 tahun lagi kami siap memimpin Indonesia. Saatnya berproses bangkit. Bangkit untuk berjaya. Membangun peradaban Indonesia.”

Melalui keistiqomahan inilah, FSLDK Indonesia ingin menyampaikan bahwa sholat shubuh di masjid menjadi salah satu sarana terbaik untuk menumbuhkan semangat juang dan kepemimpinan seorang muslim. Maka kelak, harapannya oang-orang yang menjadi bagian dari GSJN ini nantinya siap inisiator-inisiator kebaikan di lingkungannya dan memegang peranan sentral bagi bangkit jayanya peradaban di Indonesia.

Lihat juga rilis lainnya di :

1 Tahun Gerakan Subuh Jamaah Nasional FSLDK serukan kebangkitan Islam

http://www.kiblat.net/2016/10/03/1-tahun-gerakan-subuh-jamaah-nasional-fsldk-serukan-kebangkitan-islam/

Satu Tahun FSLDK Serukan Kebangkitan

http://m.hidayatullah.com/none/read/2016/10/03/101924/satu-tahun-fsldk-indonesia-menyerukan-kebangkitan.html

FSLDK Peringati Setahun Konsistensi Gerakan Subuh Jamaah Berjamaah

http://solo.tribunnews.com/2016/10/01/fsldk-peringati-setahun-konsistensi-gerakan-subuh-berjamaah-di-masjid-nurul-huda-uns

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://www.timlo.net/baca/68719685888/fsldk-gelorakan-gerakan-subuh-jamaah-nasional/

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://news.babe.co.id/8598471⁠⁠⁠⁠

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Satu Tahun Gerakan Subuh Jamaah Nasional, FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Sabtu-Ahad, 1-2 Oktober akan menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia umumnya, dan khususnya bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Karena tepat pada tanggal tersebut bersamaan dengan 1 Muharram 1438H, satu tahun telah berlangsung Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN). GSJN adalah satu gerakan yang menekankan pada keistiqomahan dalam menjalankan sholat subuh berjamaah, dan karena mendasarkan pada gerakan mahasiswa maka masjid kampus adalah destinasi yang diutamakan. Bukan berati menutup mata dengan masyarakat umum dan masjid jami’ di luar kampus, karena pelan tapi pasti FSLDK Indonesia mencoba untuk menggandeng pemerintah dan ormas untuk ikut menginisiasi atau menyemarakkan agenda ini.

Pada edisi milad satu tahun GSJN ini, tema yang diusung adalah “Bangkit untuk Berjaya. Membangun Peradaban Indonesia”. Masih linier dengan tema satu tahun yang lalu saat gerakan ini di-launching, yaitu “Dari Masjid Peradaban Indonesia Bangkit”. Tema ini menggambarkan satu mimpi dari gerakan ini khususnya, bahwa peradaban emas Indonesia hanya akan bangkit saat Islam berdiri tegak di negeri ini. Walaupun secara de facto Indonesia adalah negara muslim terbesar, namun implementasi Islam sebagai jalan hidup masih sangat kurang. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus mengambil perannya, khususnya mahasiswa muslim (red: aktivis dakwah kampus). Maka tidak salah kiranya ketika gerakan ini pada awal kelahirannya dan sampai berkembangnya nanti InsyaAllah, akan tetap menitik beratkan masjid kampus dan mahasiswa sebagai representasi semangat juang Islam pada ranah akademisi, kaum intelektual, calon-calon pemimpin bangsa, dan tentunya penggerak perubahan.

GSJN ke-13 kali ini diselenggarakan di 35 titik di Indonesia diantaranya Jambi, Pontianak, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. GSJN kali ini diselenggarakan *di lebih dari 40 kampus diantaranya Universitas Bangka belitung, STEI SEBI, ITB, STKIP PGRI Ngawi, IKIP PGRI Pontianak, Universitas Mulawarman, dan Universitas Siliwangi. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak selama setahun penyelenggaraan. Unsur pelaksananya pun telah berkembang, tidak hanya kampus saja namun juga sudah merambah ke pemerintah dan masyarakat. Dukungan positif untuk gerakan ini sudah mulai banyak terlihat, baik testimoni langsung dari para tokoh seperti Rektor Universitas Bangka Belitung, Rektor STIKES Mandala Waluya Kendari, Rektor IKIP PGRI Pontianak, Kepala Kawil Kemenag Sulawesi Tenggara, Walikota Pontianak, sampai Novelis Habiburrahman El Shirazy. Dukungan penuh dari para ulama, ormas, dan civitas akademika ikut menyemarakkan agenda gerakan subuh jamaah ini. Untuk menggaet massa masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda-beda, mulai dari publikasi masif melalui media, pencerdasan, maupun dengan menambah pernak-pernik lain seperti sarapan gratis, doorprize dan sebagainya.

Melihat antusias warga kampus maupun masyarakat dan pemerintah pada umumnya sudah mulai marak terhadap gerakan ini, maka FSLDK Indonesia akan lebih giat dalam berupaya mewujudkan mimpi untuk membangkitkan peradaban Indonesia melalui ruh keislaman,khususnya pada Gerakan Subuh Jamaah Nasional ini. Tentu untuk membangun peradaban Indonesia yang begitu besar, satu forum mahasiswa saja tidak akan cukup. Oleh karena itu FSLDK Indonesia mengajak semua unsur ormas islam, gerakan mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menyemarakkan gerakan ini, bukan hanya sebulan sekali tetapi harapannya bisa setiap hari. Dengan demikian langkah terakhir hanya tinggal memasrahkan semua hasil pada Allah atas segala usaha. Semoga Allah ta’ala meridhai dan menolong bangsa ini.

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

GSJN #3 Spesial 1 Tahun

By | Berita, GSJN, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Assholatu khoirun min an-naum
Sholat lebih baik dari tidur

Tidak umum terdengar, paling hanya sehari sekali. Terdengar saat dini hari, banyak mata terpejam dan tidak peduli.

Tetapi, sebuah istana megah bernama madain dibuka oleh kaum muslimin, dibawah pimpinan seorang khalifah yang gagah perkasa namun sederhana. Kota berbenteng, tidak tertaklukan dalam pertempuran berabad abad, dibuka oleh pemuda tanggung pemberani. Di masa itu, ummat muslim sangat akrab dengan seruan itu, sangat sering mendengar lantunan khusus dalam adzan tersebut.

Ummat merindukan kejayaan, memimpikan terwujudnya cita era gemilang. Maka kami hadirkan sebuah inspirasi dan cinta kami untuk ummat, Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN).

Hampir genap setahun FSLDK Indonesia berusaha menjaga ruh semangat GSJN bersama 37 FSLDK daerah sebagai usaha untuk melangkah menuju peradaban mulia yang bermula dari masjid.

Dan kali ini, FSLDK Indonesia kembali hadir dengan GSJN #13 yang bertajuk Milad GSJN 1 Muharram 1438 H dengan tema “Bangkit Untuk Berjaya, Membangun Peradaban Indonesia”. GSJN#13 ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Oktober 2016 serentak di 35 titik di Indonesia.

Mari kita terus sambut seruan suci ini. Untuk bangkit. Untuk berjaya. Untuk peradaban Indonesia.

whatsapp-image-2016-09-11-at-12-17-29

Program #QurbanBerkah Untuk Palestina

By | Berita, Kerjasama, LDK, Palestina, Puskomda, Puskomnas | No Comments

whatsapp-image-2016-09-11-at-12-17-29

Assalamu’alaykum wr.wb

10 hari yang lalu, FSLDK Indonesia bekerjasama dengan KNRP merilis adanya Program #QurbanBerkah untuk Palestina. Sampai hari ini, Alhamdulillaah perolehan sedekah qurban mencapai Rp 22.955.600,-.

Uang tersebut hari ini sudah dibawa untuk proses pembelian hewan qurban di Palestina. Semoga sedekah qurban yang sudah berhasil kita himpun dapat memberikan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di Palestina di hari raya Idul Adha tahun ini.

Dan bagi semua pihak yang telah menyalurkan sedekahnya serta yang berpartisipasi pada program ini semoga berbalas pahala dari Allah SWT sebagai salah satu pemberat timbangan amal kebaikan kita.

Wassalamu’alaykum wr.wb

Tertanda,

Nugroho Sunu Pratama
Koor. Komisi A Puskomnas FSLDK Indonesia

12273100_1082219641791184_672331821_n

Pasca Mubes, Pusdima Stitek Siap Kembangkan Dakwah Di Bontang

By | LDK | No Comments

Pusdima STITEK Bontang telah selesai melakukan Musyawarah Besar atau MUBES dalam rangka pemilihan ketua periode berikutnya. Akhi Teratai terpilih menjadi ketua umum Pusdima STITEK 2015-2016. Galih BP selaku Ketua Puskomda Kaltim pun turut hadir untuk melantik kepengurusan baru tersebut. Pusdima STITEK merupakan LDK dengan jumlah terbanyak yang ada di Kota Bontang Kaltim. Sebelumnya Pusdima STITEK telah berhasil menggelar FSLDKD VI Kaltim Kaltara yang juga di hadiri ketua Puskonas pada bulan september silam. Pusdima STITEK sendiri berkomitmen mengembangkan dunia dakwah di kota Bontang khususnya di lingkungan mahasiswa.

Kedepannya Pusdima STITEK akan lebih banyak melakukan kegiatan pelatihan pelatihan kepada para aktivis dakwah kampus dalam rangka peningkatan kemampuan skill dan juga akhlak. Langkah Pusdima STITEK untuk mengembangkan dakwah sangat di dukung oleh pemerintah Kota Bontang. Wakil Walikota Bontang Isro Umarghani mengatakan siap mendukung pergerakan dakwah kampus di Kota Bontang.

berikut adalah Struktur Kepengurusan Pusdima STITEK Bontang 2015-2016

Ketua Umum : M Nur Teratai

Sekretaris Umum : Asnan Jumadil Awal

Bendahara Umum : Jumriati

PSDMO : Indri Paramita

Syiar: Asmadi Aras

Kemuslimahan : Ulfi Azizah.

images

Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional Menghiasi Awal Tahun Baru Hijriyah

By | Berita, Indonesia, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

 

IMG-20151014-WA0019

GSJN di Masjid Nurul Huda UNS

 

1 Muharram 1437 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 14 Oktober 2015, menjadi sangat istimewa bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan sebanyak 7065 masyarakat Indonesia berkumpul di sembilan belas -menurut data yang sudah masuk saat ini- wilayah di Indonesia untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dalam acara Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia. Adapun wilayah tempat dilaksanakannya Grand Launching GSJN ini antara lain: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Bandung, Jakarta, Priyangan Barat, Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Malang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Utara, Maluku, dan Bali.

Dalam pelaksanaannya, Masjid Nurul Huda yang berlokasi di Universitas Sebelas Maret menjadi pusat kegiatan dari acara Grand Launching yang memiliki tagar #GSJN di media sosial ini. Kegiatan Grand Launching ini diawali dengan mabit bersama di tiap-tiap masjid kampus yang menjadi lokasi pelaksanaan. Adapun konten yang disampaikan ketika mabit berbeda-beda di setiap daerah, salah satunya adalah kajian mengenai ‘Sejarah Islam di Indonesia’ di Masjid Nurul Huda UNS. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di dini harinya dengan melaksanakan shalat Qiyamullail berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan shalat shubuh berjamaah di tiap-tiap masjid kampus.

Setelah shalat shubuh, para peserta dengan khidmat mendengarkan kultum shubuh oleh para asaatidz yang berbeda di tiap masjid kampus. Dalam kegiatan Grand Launching GSJN ini, dilaksanakan pula penggalangan dana untuk membantu korban bencana asap di Indonesia. Hingga saat ini, jumlah donasi yang terkumpul adalah sebesar Rp. 62.829.700,-. Donasi yang dikumpulkan dari 7065 jamaah ini, akan diserahkan kepada PKPU wilayah setempat untuk disalurkan kepada korban-korban yang tertimpa bencana asap. Jumlah donasi dan jamaah akan terus bertambah mengingat belum semua data diterima oleh Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia.

“Mulai malam ini, gerakan ini bukan hanya milik FSLDK, tapi milik kita semua! Dan sebagaimana Grand Launching, pasti juga ada Grand Closing. Maka, saya ingin menyampaikan bahwa tanggal dan waktu Grand Closing gerakan ini akan kami informasikan kemudian. Namun untuk tempat, InsyaAllah akan kita langsungkan di surga Firdaus kelak”, tutur Muhammad Syukri Kurnia Rahman, selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

Categories