Tengku Agung, Pahlawan Wanita Siak Sri Indrapura

Tengku Agung, Pahlawan Wanita Siak Sri Indrapura

Pahlawan Wanita Siak Sri Indrapura

Pahlawan Wanita Siak Sri Indrapura

Tengku agung, nama yang kerap terdengar di negeri melayu Riau ini memiliki nama asli Syarifah Latifah. Ia berasal dari Siak Sri Indrapura. Pada 27 Oktober 1912, ia menikah dengan sultan syarif kasim II.

Sultan syarif kasim II memerintah kerajaan Siak sejak 1915-1946. Sejak itu pula Syarifah latifah digelari sebagai permaisuri kerajaan Siak sri indrapura dan dikukuhkan sebagai seorang sultanah. jabatan sultanah berarti jabatan yang mapu menggantikan posisi sultan apabila sultan sedang berhalangan.
Selain jabatannya sebagai sultanah dan permaisuri, tengku agung juga membangun lembaga sultanah latifah school. Pada masa itu, perempuan melayu siak sangat tertinggal, sedikit yang merasakan pendidikan, serta kemampuan keterampilan yang terbatas. Oleh sebab itu, tengku agung mendirikan sekolah Sultanah latifah school. Sekolah ini didirikan pada tahun 1926. Sekolah ini diperuntukkan untuk kaum wanita dwngan tujuan agar perempuan Siak dan pantai Sumatera dapat berhubungan dan membuka diri dengan dunia luar.

Tengku agung merupakan ikon yang berjuang mengangkat martabat wanita. Pendidikannya memberi bekal berupa kecerdasan dan keterampilan bagi kaum perempuan jika kelak berumah tangga. Keterampilan seperti memasak, menjahit, dan membuat kerajinan tenun juga diajarkan di sekolahnya.

Selain itu, Tengku agung juga mendirikan sekolah agama khusus perempuan yang diberi nama Madrasatun Nisa. Yang kemudian murid-muridnya melanjutkan ke kuliatul muammalat islamiah (KMI) di Padang Panjang.

Tengku agung wafat pada tahun 1929 dan dikebumikan di halaman masjid syahabudin. Pada tahun 2007, nama Tengku Agung diresmikan menjadi nama jembatan sungai siak yang memiliki panjang 1196 meter, yang menjadi penghubung wilayah utara dan selatan kabupaten siak.

Dari Tengku Agung kita belajar bahwa wanita juga harus terdidik karena kelak ia merupakan pendidik bagi keluarganya dan khususnya anak-anaknya. Sejak dahulu, wanita2 sudah memiliki peran penting dalam keikutsertaan membangun negara. Maka sejak dahulu pula kita sudah belajar bahwa wanita2 mampu memilih jalannya untuk ikut membantu memperjuangkan negeri tanpa ada yang mempersempit atau menghalangi. Mari kita wanita masa kini, melanjutkan kejayaan para pahlawan kita dalam membangun negeri.

Ditulis oleh:
Mariana
Jarmusda Riau

Categories