Save Al-Aqsha Archives - FSLDK Indonesia

KTTOKI

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia Terhadap Dilaksanakannya KTT Luar Biasa OKI ke-5

By | Indonesia, Palestina | No Comments
KTTOKI

Sumber Gambar: mitranews.com

Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada tanggal 6-7 Maret 2016, bertempat di Jakarta Convention Center. Indonesia ditunjuk menggantikan Maroko yang tidak sanggup menjadi tuan rumah pada jadwal yang ditetapkan Januari 2016 yang lalu. KTT ini disebut luar biasa karena di luar jadwal regular KTT OKI.

Pada KKT luar biasa OKI ke-5 ini secara khusus membahas peran OKI dan dunia internasional secara umum dalam penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Hal ini mengembalikan semangat awal didirikannya OKI. OKI pertama kali dibentuk pada 1969 di Maroko sebagai respons atas aksi pembakaran Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, oleh kaum ekstremis Yahudi.

Melihat respons positif dunia internasional terhadap kemerdekaan Palestina, yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh hasil KTT OKI, maka FSLDK Indonesia perlu menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Menuntut dilaksanakannya seluruh resolusi PBB tentang Palestina.
  2. Mendukung upaya penguatan dukungan politis untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dengan mengembalikan seluruh hak bangsa Palestina, termasuk didalamnya mengembalikan seluruh wilayah Palestina sebelum penjajahan oleh Israel.
  3. Mendukung penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel.
  4. Mendukung peningkatan tekanan pada DK PBB untuk memberikan perlindungan internasional bagi Palestina, dan penetapan batas waktu pengakhiran pendudukan Israel.
  5. Mendukung penolakan tegas atas pembatasan akses beribadah ke Masjid Al-Aqsha serta tindakan Israel mengubah status-quo dan demografi Al-Quds Al-Syarif.

FSLDK Indonesia sangat mengapresiasi seluruh upaya untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dan pengembalian hak-hak bangsa Palestina yang telah dilakukan oleh banyak pihak. Oleh karena itu FSLDK Indonesia juga secara konsisten akan terus mendukung upaya perwujudan kemerdekaan Palestina, sebagai satu-satunya negara yang masih mengalami penjajahan. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan konstitusi yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa Indonesia yaitu:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”-Pembukaan UUD 1945 alinea pertama.

Surakarta, 8 Maret 2016/28 Jumadil ‘Ula 1437

FSLDK Indonesia

IMG-20151120-WA0001

Palestine Solidarity Day

By | | No Comments

IMG-20151120-WA0001

Asia Pacific Community for Palestine (ASPAC) dengan bangga mempersembahkan sebuah event bertajuk “Palestine Solidarity Day”. Event ini merupakan sebuah bentuk kepedulian kaum muslimin di Indonesia terhadap genosida yang dialami oleh saudara-saudara sesama Muslim di Palestina.

Dalam event ini akan ada konser musik yang akan diisi oleh musisi papan atas Indonesia, yaitu Opick, Melly Goeslaw, dan Sandy Canester.

Akan ada pula pembacaan puisi oleh Helvy Tiana Rosa.

Dalam event ini juga akan diselenggarakan parade fashion “Palestine Style” oleh Zaskia Sungkar, Ghaida Tsurayya, dan Fitri Aulia.

Event ini akan dilengkapi dengan orasi budaya oleh:

  1. Saiful Bachri, MA.
  2. Bachtiar Nasir
  3. Habiburrahman El-Shirazy

Akan ada bazar, freeze mob, fundraising, pemutaran film, dan banyak lagi. Jangan sampai terlewat! Bawa seluruh keluarga dan sahabat Anda! Siapkan infaq terbaikmu untuk saudaramu di Palestina!

Supported by:

@infoKNRP | @MUI | @rumahzakat | @pkpu | @pesonaAlQuds | @ODOJ | @fsldk_jadebek| And Many more…

More Info:

Untuk Bazar (Erna – 08128195784)

Untuk Acara (Munie – 081284587620)

Untuk Kerjasama (Titin – 081213066682)

IMG-20151119-WA0002

Palestine Solidarity Day Competition

By | | No Comments

IMG-20151119-WA0002

 

FSLDK Indonesia bersama KNRP mempersembahkan Lomba Essay dan Karikatur dengan tema “Mahasiswa Peduli Palestina”.

Berikut syarat dan ketentuan lomba:

  1. Lomba terbuka bagi seluruh mahasiswa se-Indonesia.
  2. Essay dan karikatur harus sesuai dengan tema.
  3. Merupakan hasil karya sendiri (bukan plagiat).
  4. Belum pernah dimuat di media manapun dan belum pernah diikut sertakan dalam berbagai perlombaan sebelumnya.
  5. Karya yang sudah dikirim menjadi hak penyelenggara.
  6. Lampirkan data diri beserta foto dan asal kampus.
  7. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim 1 karya terbaik.
  8. Keputusan juri mutlak tidak bisa diganggu gugat.

Khusus Essay:

  1. Format penulisan:
  2. Font : Times New Roman
  3. Ukuran font: 12
  4. Spasi : 1.15
  5. Margin:
  • Kanan: 3 cm
  • Kiri: 4 cm
  • Atas: 3 cm
  • Bawah: 3 cm
  1. Format tata letak penulisan standar
  2. Tulisan minimal memuat 600 kata dan maksimal 2000 kata

Khusus Karikatur:

  1. Karikatur menggambarkan kepedulian terhadap Palestina. Mengandung pesan kepedulian terhadap Palestina.
  2. Karikatur dibuat di kertas A3 / A4, secara manual/menggunakan komputer. Lalu gambar di-insert di word dan tambahkan penjelasan singkat dari gambar. Format pengiriman berupa file berekstensi .pdf atau .doc
  3. Karikatur dapat dikirim berwarna atau hitam putih.

Seluruh karya paling lambat dikirim ke email savealaqsha@gmail.com pada tanggal 26 November 2015.

Pemenang lomba akan diumumkan pada tanggal 29 November 2015 pada puncak acara #PalestineSolidarityDay AsPaC (Asia-Pacific Community for Palestine) di Istora Senayan, Jakarta.

Follow:

Fan page FSLDK: https://www.facebook.com/FSLDKIndonesia/

Fan page KNRP: https://www.facebook.com/InfoKNRP/

ASPAC’s Facebook: https://www.facebook.com/ASPAC4Palestine/

Hadiah:

Juara I:          Rp. 750.000,- + Paket Merchandise

Juara II:         Rp. 500.000,- + Paket Merchandise

Juara III:       Rp. 250.000,- + Paket Merchandise

A-Palestinian-man-waves-h-008

Ikrar 1000 Penjaga Al-Aqsha

By | Berita, Palestina | No Comments

 

IMG-20150921-WA0014

Aksi Al-Aqsha Memanggil di Solo

 

Menyikapi aksi anarkis dan pelecahan yang dilakukan Zionis Israel kepada Palestina, aliansi lembaga dakwah kampus se-Solo Raya yang digawangi Puskomda Solo Raya serta elemen mahasiswa se-Solo Raya mengadakan aksi solidaritas yang dipimpin oleh Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Puskomnas FSLDK Indonesia) pada 20 September 2015 di Bundaran Gladak Kota Surakarta. Aksi ini merupakan wujud kepedulian serta bentuk konsistensi dukungan Mahasiswa Indonesia kepada kemerdekaan Palestina yang sampai detik ini masih dijajah oleh Zionis Israel. Dalam aksi ini digelar orasi dari berbagai elemen mahasiswa, aksi teatrikal, pernyataan sikap, pernyataan Ikrar 1000 Penjaga Al-Aqsha, serta penggalangan dana.

Massa mulai berkumpul di Bundaran Gladak pada pukul 15.15, dengan membawa berbagai atribut aksi. Pada pukul 15.30, setelah pemasangan peralatan aksi, massa mulai memasuki area bundaran gladak dan menjalankan sholat ashar berjamaah di jalan raya. Setelah prosesi sholat ashar berjamaah, aksi dimulai dengan bacaan basmalah dan menyanyikan lagu-lagu yang menyuarakan perjuangan Palestina, serta pengibaran puluhan bendera Indonesia dan Palestina oleh massa. Sebelum memasuki rangkaian orasi, diawali terlebih dahulu dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Yahya Ayyasy Al Hafidz.

Memasuki rangkaian orasi, setelah bersama menyanyikan lagu “Untukmu Palestina”, orasi pertama disampaikan oleh perwakilan dari lembaga dakwah kampus UNS, Muhammad Abdullah ‘Azzam. Dengan mengangkat tema besar peran dan tanggung jawab pemuda serta hutang bangsa Indonesia kepada Palestina, beliau meminta kesediaan peserta aksi dan masyarakat secara umum untuk memberikan apa yang terbaik untuk Palestina, meskipun maknanya sangat sederhana. Orasi kedua disampaikan oleh perwakilan dari Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia, ketua komisi A, Hanafi Ridwan. Beliau menyampaikan bahwa aksi-aksi terorisme, pelecehan dan perusakan masjid Al-Aqsha merupakan hal yang tidak dapat diterima. Maka, guna membantu perjuangan Rakyat Palestina, diperlukan konsistensi dalam aksi, keikhlasan serta ketulusan. Terakhir, keberadaan peserta aksi yang ikhlas digambarkan seolah-olah seperti barisan pejuang Izzuddin Al-Qassam dalam paradenya.

Selepas kedua orasi tersebut, kembali dinyanyikan lagu perjuangan oleh para peserta aksi guna memasuki orasi ke tiga yang disampaikan perwakilan Puskomda FSLDK Soloraya, Nugroho Sunu Pratama. Beliau menyampaikan bahwa sudah saatnya aksi nyata mahasiswa dutunjukkan untuk memerdekakan Palestina. Sebagai negara tempat berdirinya kiblat pertama ummat islam, kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan pelecehan terhadap Masjid Al-Aqsha merupakan penghinaan besar bagi ummat islam. Kemudian, orasi ke empat disampaikan oleh saudara Hisyam Latief, perwakilan dari kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) komisariat UNS. Beliau menyampaikan sudah sewajarnya pemerintah dan politik luar negeri Indonesia memihak kepada kepentingan bangsa Palestina. Serta pelajaran mahal harus diterima Bangsa Yahudi atas kelancangan yang diperbuat. Orasi terakhir disampaikan oleh saudara Aditya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Beliau menyampaikan, kemerdekaan Palestina dapat dicapai jika terciptanya Republik Indonesia yang kokoh, serta tegaknya khilafah. Maka, sepatutnya bangsa Indonesia menjaga kesatuan negaranya, serta memperjuangkan khilafah.

Setelah rangkaian orasi, aksi dilanjutkan dengan teatrikal dengan lakon “Bangsa Indonesia yang Pengecut”. Digambarkan seorang bangsa Palestina diinjak-injak dan dihinakan, sedang bangsa Indonesia tidak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya terdiam dan melakukan perlawanan tidak berarti.

Setelah acara teatrikal, dibacakanlah pernyataan sikap dari FSLDK Indoensia yang menyadur dari kesepakatan-kesepakatan NGO serta LSM yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Poin-poin pernyataan sikap tersebut adalah :

  1. Mengutuk keras segala upaya Yahudisasi wilayah Al-Quds dan penyerangan Masjid Al-Aqsha oleh Zionis Israel.
  2. Mengajak semua ummat islam untuk melakukan kondolidasi umum guna melindungi kiblat pertama kaum muslimin dan tempat isra’ Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam dari semua serangan yang dilakukan oleh Zionis Israel dari waktu ke waktu.
  3. Mendukung para Murabithun (warga Al-Quds yang secara bergiliran melakukan i’tikaf, menjaga dan mempertahankan Masjid Al-Aqsha) dari serangan dan penistaan Zionis Israel dan penduduk illegal.
  4. Mendukung langkah rekonsiliasi dan persatuan nasional untuk semua faksi di Palestina sebagai upaya menyongsong kemerdekaan Negara Palestina kedepan dalam bingkai persatuan dan kesatuan.
  1. Menyeru kepada Pemerintah Indonesia dan negra-negara kawasan serta internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina yang berdauat serta melindungi situs-situs bersejarah dari perusakan dan penistaan yang bisa berakibat menggangu keharmonisan antar ummat bergama.
  2. Kami berdoa, semoga Bangsa Arab dan Dunia Islam serta kaum muslimin di seluruh dunia berada dalam satu barisan mendukung perjuangan Bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaannya dan Masjid Al-Aqsha tetap berada di bawah bendera kaum muslimin.

Selepas pernyataan sikap, agenda dilanjutkan dengan ikrar 1000 penjaga Al-Aqsha. Ikrar tersebut dipimpin oleh Hanafi Ridwan selaku koordinator aksi, dan diikuti seluruh peserta aksi. Adapun poin-poin ikrar tersebut adalah :

  1. Menolak segala bentuk penjajahan Zionis Israel di Palestina.
  2. Secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dengan cara apapun.
  3. Secara bertahap dan konsisten memblokade seluruh produk Yahudi.
  4. Secara konsisten mendoakan seluruh Pejuang Palestina dan para mujahidin di seluruh dunia.
  5. Secara konsisten berproses menjadi penjaga Al-Aqsha yang setia.

Setelah ikrar, peserta aksi menuliskan pernyataan sikapnya di selembar kain putih yang disediakan, pernyataan sikap tersebut berupa perjuangan yang akan dilakukan demi perjuangan kemerdekaan Palestina. Ditutup dengan doa, aksi selesai pada pukul 17.15 dan sepanjang berjalannya aksi, peserta menyebarkan beberapa kotak donasi, dan hasil donasi yang terkumpul sejumlah Rp. 4.000.000 yang akan disalurkan menuju Palestina melalui Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP).

Aksi yang dilakukan di Bundaran Gladak Surakarta berhasil mengumpulkan massa sejumlah 100 orang dari berbagai kalangan. Aksi ini juga merupakan aksi nasional yang dilakukan secara bersama, diawali dari Aceh pada hari sabtu (19/09/2015), lalu, pada hari ini juga dilakukan aksi serupa di Banten, Bandung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sekali lagi, aksi ini merupakan wujud kepedulian Mahasiswa Indonesia kepada penjajahan yang dialami Bangsa Palestina, serta wujud konsitensi mengenyahkan penjajahan Zionis Israel atas Palestina untuk selamanya.

FSLDK Indonesia

Muhammad Abdullah ‘Azzam

Categories