Pernyataan Sikap Archives - FSLDK Indonesia

fsldk-logo

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

fsldk-logo

 

 

Nomor : 001/Eks/Puskomnas/FSLDK Indonesia/X/2016
Tentang: Aksi Damai Bela Islam II

Berdasarkan fatwa yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) tertanggal 11 Oktober 2016, tentang pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Kepulauan Seribu pada tanggal 27 September 2016 terkait Al Qur’an surat Al Maidah:51 yang dikategorikan: (1). menghina Al Qur’an dan/atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum, maka FSLDK Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mendukung sepenuhnya fatwa yang telah dikeluarkan oleh MUI sebagai representasi alim ulama Indonesia.


2. Mendukung Aksi Damai Bela Islam II yang dilakukan oleh elemen umat Islam di seluruh Indonesia pada tanggal 4 November 2016, sebagai bentuk kepedulian terhadap persatuan bangsa dan penegakan supremasi hukum.


3. Menghimbau kepada seluruh aparat yang bertugas mengamankan jalannya Aksi Damai Bela Islam II pada tanggal 4 November 2016 untuk bisa bertugas dengan profesional, tidak terjebak dalam segala bentuk tindakan yang bersifat provokatif. Serta berpihak kepada kepentingan rakyat.


4. Menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan ikut aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak terpancing segala bentuk tindak laku provokasi dan arogansi yang mengancam keutuhan kehidupan berbangsa dan bernegara.


5. Menuntut supremasi hukum yang adil bagi setiap golongan. Serta menuntut aparat penegak hukum untuk kembali pada kedaulatan hukum dan aturan di Indonesia dengan mengusut dan mengadili terlapor pelaku penistaan agama dalam hal ini adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan pelanggaran UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, serta pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.


6. Menolak segala bentuk penistaan terhadap agama manapun atas nama apapun. Indonesia adalah negara hukum, maka apabila kita berdiam diri dari menegakkan keadilan hukum, hari ini kita telah menjadi penghianat negara. Ketika dagelan yang tidak lucu senantiasa dilakukan yang berakhir perpecahan, ketika hukum hanya jadi bahan tertawaan, maka Indonesia kita hari ini sedang terancam. Terjaganya Indonesia yang rukun dan damai akan kembali kepada tangan para pemuda yang tulus mencintainya.

Mari Berjuang! Karena Allah bersama kita,
ttd,


FSLDK Indonesia

fsldk-logo

Pernyataan Sikap Aksi Nasional FSLDK Indonesia

By | Gagasan | No Comments

fsldk-logo

 

 

Pada hari Selasa (18/10), FSLDK Indonesia turun ke jalan untuk menyuarakan pendapat tentang kondisi di negeri ini sebagai aksi nyata dalam menjaga Indonesia. Menjaga Indonesia adalah semangat perjuangan yang sekaligus menjadi tema aksi yang digelar untuk mewakili suara masyarakat di berbagai kota di Indonesia.

Indonesia adalah perwujudan negara berperadaban luhur dengan ketinggian etika serta adab. Namun hari ini, negeri ini sedang berada dalam kondisi yang tidak baik. Seorang pejabat publik yang dibayar dengan uang rakyat tidak bersikap selayaknya seorang negarawan. Sikap, etika, dan adab yang baik seolah bukan lagi hal penting untuk dicontohkan, apalagi bagi pemimpin di ibu kota negara yang terkenal santun ini.

Apa yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, saat berkunjung ke Pulau Seribu pada 6 Oktober yang lalu menyisakan luka mendalam di hati umat Islam. Dengan membawa ayat Al-Qur’an, ia memancing amarah umat. Bahkan banyak pihak menilai, tindakannya yang tidak hati-hati tersebut telah memicu provokasi. Ulama sepakat bahwa tindakan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta tersebut sudah melewati batas. Tindakannya dianggap telah menistakan agama Islam dengan menuduh Al-Qur’an Surat Al Maidah: 51 sebagai alat untuk membohongi dan membodohi masyarakat. Dimana secara implisit hal ini juga menuduh ulama/ustadz sebagai pembohong yang menggunakan ayat Al Qur’an sebagai alat.

Maka, FSLDK Indonesia, ingin menyampaikan pesan ini kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa :

1. FSLDK Indonesia mengecam keras tindakan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama, atas tindakannya menghina dan menistakan ayat Al-Qur’an sebagai alat untuk membohongi dan membodohi umat. Menjalankan tuntunan kitab suci adalah hak yang dijamin oleh negara, maka tidak pantas seorang warga negara apalagi seorang pejabat publik berpendapat yang mengintervensi keimanan umat yang berbeda keyakinan, apalagi menempatkannya sebagai alat untuk membohongi.

2. Mendesak aparat hukum untuk melanjutkan proses hukum secara tuntas, tegas, cepat, tepat, proporsional, dan profesional atas dugaan pelanggaran UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, serta KUHP 156a tentang penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama. Serta menghimbau aparat hukum untuk menindak segala penistaan terhadap agama apapun.

3. Menghimbau kepada seluruh umat Islam, dari golongan manapun, untuk mendukung penuh sikap atau putusan yang telah dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai representasi para alim ulama di Indonesia dan tetap menjaga keharmonisan kehidupan antarumat beragama, serta tidak mudah terpancing oleh perkataan atau sikap dari sumber-sumber yang tidak bertanggung jawab.

4. Umat Islam adalah umat yang menjaga kedamaian dan menjunjung tinggi toleransi beragama. Namun perlu diperhatikan bahwa umat Islam pun memiliki nilai dan prinsip dasar yang harus dihargai dan dihormati oleh pemeluk agama lainnya. Sebab toleransi bukanlah pekerjaan satu arah dari satu pihak, lebih-lebih jika sudah menyangkut akidah.

5. Menegaskan kembali bahwa :
a. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi etika dan adab dengan jalan memberi teladan dan meneladani. Ing ngarso sung tuladha, yang di depan memberi teladan.
b. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mengayomi, menghormati pendapat mayoritas, dan menjaga minoritas.
c. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang menolak provokasi, baik oleh kelompok atau perseorangan untuk memecah-belah persatuan Indonesia.
d. Perlu diingat kembali bahwa umat Islam memiliki andil besar dalam kemerdekaan bangsa dan negara ini melalui keterlibatan begitu banyak ulama dan santri dalam menggalang usaha dan doa untuk melawan kolonialisme di Indonesia.

Dan perlawanan kami atas hinaan terhadap agama Islam ini bukanlah bentuk arogansi, melainkan suatu kewajiban yang memang semestinya kami lakukan atas dasar iman. Sebagaimana tidak ada seorang pemeluk agama apapun yang rela agamanya dinistakan dan dihinakan di muka umum. Hal ini kami pahami dari apa yang Islam ajarkan untuk menghargai dan tidak menistakan agama manapun. Kami akan terus menyuarakan ketidakadilan dan melawan segala bentuk upaya memecah belah bangsa dan negara Indonesia.

fsldk-logo

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia

By | Gagasan | No Comments

fsldk-logo

 

Bismihirrahmanirrahim. Segala puji hanya untuk Allah ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa. Shalawat beriring salam untuk baginda Rasulullah SAW. Saudara-saudara sebangsa dan setanah air, hari-hari ini tersiar kabar yang cukup mengusik telinga umat Islam. Tertanggal 5 Oktober 2016 ada sebuah video yang diunggah ke youtube dan menjadi viral dalam waktu singkat. Video itu adalah potongan dari pidato gubernur DKI Jakarta Basuki Thahaja Purnama, atau masyhur orang-orang mengenalnya dengan sebutan Ahok. Pidato itu disampaikan di depan warga Kepulauan Seribu. Dalam video tersebut bapak Ahok dengan jelas menyatakan “Bapak ibu ga bisa pilih saya. Dibohongin dengan surat Al Maidah: 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu”. Entah dengan maksud apa, yang jelas pernyataan ini sudah terlanjur diketahui banyak pihak.

Selama dua hari kami mencoba menunggu sambil mencari informasi yang valid. Apakah video ini asli atau tidak. Dengan maksud agar tidak mengambil sikap yang semakin memperkeruh suasana. Karena memang yang tersebar hanya potongan saja. Akhirnya video lengkap bisa kami dapatkan dan bagian potongan yang tersebar itu memang asli. Rekaman penuh juga hasil dokumentasi dari tim pemprov, dilengkapi dengan lambang kota Jakarta. Dalam pernyataannya Q.S. Al Maidah: 51 diucapkan seolah-olah dijadikan sebagai alat untuk membohongi publik. Begini bapak Ahok, Al Qur’an itu kitab suci kami umat Islam. Keasliannya terjamin, isinya pun terjaga. Maka ketika ada pernyataan yang menyebutkan bahwa ada bagian dari Al Qur’an ini yang dijadikan sebagai alat membohongi maupun membodohi tentu hal ini begitu menyakiti kami sebagai umat Islam. Karena hal ini sudah menyentuh perihal keimanan kami. Dalam hemat kata kami menyimpulkan apa yang bapak ucapkan ini bagian dari tindakan yang melampaui batas. Yang apabila dikorelasikan dengan UU KUHP Pasal 156a hal ini bisa termasuk penodaan agama.

Sebagai umat muslim tentu kami marah dengan hal ini, bukankah bapak juga akan marah apabila agamanya dilecehkan? Namun, tanpa bermaksud menyinggung SARA, agama yang kami imani ini mengajarkan tentang sabar. Sabar itu tidak ada batasnya, petuah dari guru kami, namun bentuknya bisa dipilih. Maka inilah bentuk sabar kami pak Ahok, kami tidak rela agama kami dilecehkan, karena kami sadar saat kami dilarang melecehkan agama lain, berarti hal itu bisa berdampak pada cideranya hati. Inilah bentuk komitmen kami sebagai seorang muslim, sebagai seorang Indonesia. Kami akan menjaga persatuan bangsa dan negara. Seperti halnya yang diajarkan oleh Rasul kami Muhammad SAW, saat beliau sebagai pemimpin mampu mengayomi seluruh umat bergama di Madinah, mengatur hubungannya dalam Piagam Madinah yang lebih dulu ada sebagai konstitusi tertulis, mendahului Magna Carta kerajaan Inggris. Inilah Islam yang diajarkan kepada kami.

Selanjutnya kami sampaikan bahwa, posisi bapak sekarang adalah sebagai seorang Gubernur DKI Jakarta. Pemimpin dari sebuah kota yang merepresentasikan Indonesia. Pemimpin adalah perwajahan dari mereka yang dipimpin. Tentu kita tidak ingin dinilai sebagai warga yang akhlaknya buruk, tindakannya sering melampaui batas, yang -boleh jadi- intoleran, hanya karena tindakan bapak yang di mata umum tidak mencerminkan sikap sebagai seorang pemimpin. Orang akan semakin sadar bahwa teko yang berisi teh hanya akan mengeluarkan teh. Teko yang berisi susu hanya akan berisi susu. Teko yang berisi comberan? Tidak mungkin mengeluarkan yang lain.

Terakhir kami meminta kepada bapak untuk meminta maaf secara terus terang kepada seluruh umat Islam khususnya dan umumnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas tindakan yang menciderai sebagian besar bangsa ini. Karena klarifikasi yang bapak sampaikan di media hari ini tidak akan menyelesaikan masalah. Kami tunggu keberanian bapak. Salam.

Surakarta Hadiningrat, 7 Oktober 2016
Atas nama FSLDK Indonesia

Hanafi Ridwan Dwiatmojo

KTTOKI

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia Terhadap Dilaksanakannya KTT Luar Biasa OKI ke-5

By | Indonesia, Palestina | No Comments
KTTOKI

Sumber Gambar: mitranews.com

Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada tanggal 6-7 Maret 2016, bertempat di Jakarta Convention Center. Indonesia ditunjuk menggantikan Maroko yang tidak sanggup menjadi tuan rumah pada jadwal yang ditetapkan Januari 2016 yang lalu. KTT ini disebut luar biasa karena di luar jadwal regular KTT OKI.

Pada KKT luar biasa OKI ke-5 ini secara khusus membahas peran OKI dan dunia internasional secara umum dalam penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Hal ini mengembalikan semangat awal didirikannya OKI. OKI pertama kali dibentuk pada 1969 di Maroko sebagai respons atas aksi pembakaran Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, oleh kaum ekstremis Yahudi.

Melihat respons positif dunia internasional terhadap kemerdekaan Palestina, yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh hasil KTT OKI, maka FSLDK Indonesia perlu menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Menuntut dilaksanakannya seluruh resolusi PBB tentang Palestina.
  2. Mendukung upaya penguatan dukungan politis untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dengan mengembalikan seluruh hak bangsa Palestina, termasuk didalamnya mengembalikan seluruh wilayah Palestina sebelum penjajahan oleh Israel.
  3. Mendukung penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel.
  4. Mendukung peningkatan tekanan pada DK PBB untuk memberikan perlindungan internasional bagi Palestina, dan penetapan batas waktu pengakhiran pendudukan Israel.
  5. Mendukung penolakan tegas atas pembatasan akses beribadah ke Masjid Al-Aqsha serta tindakan Israel mengubah status-quo dan demografi Al-Quds Al-Syarif.

FSLDK Indonesia sangat mengapresiasi seluruh upaya untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dan pengembalian hak-hak bangsa Palestina yang telah dilakukan oleh banyak pihak. Oleh karena itu FSLDK Indonesia juga secara konsisten akan terus mendukung upaya perwujudan kemerdekaan Palestina, sebagai satu-satunya negara yang masih mengalami penjajahan. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan konstitusi yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa Indonesia yaitu:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”-Pembukaan UUD 1945 alinea pertama.

Surakarta, 8 Maret 2016/28 Jumadil ‘Ula 1437

FSLDK Indonesia

Categories