Peduli Indonesia Archives - FSLDK Indonesia

040346000_1452745950-20150114-Ledakan-Sarinah-twitter-5

Bom, Uang, Kekuasaan, dan Kita

By | Berita, Gagasan, Indonesia | No Comments
bom-sarinah-1_20160114_124016

Sumber Gambar: plus.kapanlagi.com

Hari ini Indonesia kembali berduka. Negara kaya ini agaknya masih terlampau susah untuk bisa tersenyum bahagia. Dipapar asap berbulan-bulan, diteror isu aliran sesat yang menyesatkan, dan hari ini, ibukota menangis lagi. Ledakan yang membabi buta di enam titik yang berbeda, seolah dengan angkuhnya memecundangi janji keamanan dan ketentraman yang ditawarkan pemerintah kita. Masyarakat was-was, beberapa mungkin tak peduli, namun tak sedikit pula yang terus menerus menggeretakkan gigi tanda emosi.

Aksi teror dalam bentuk apapun tidak bisa dimaafkan. Apalagi terjadi di sebuah negara aman sentosa, Indonesia.

Sebagian mungkin akan berteriak lantang bahwa ini adalah kutukan Tuhan, sebagian yang lain lebih sepakat untuk menghakimi para ekstrimis dan fundamentalis, dan tak sedikit yang gagahnya berkata: Ini skenario!! Apapun itu, pelaku kejahatan ini dan mereka yang berdiri di belakangnya harus dihukum yang berbicara. Meski kita tahu bersama bahwa hukum di negeri ini masih saja sumbang!

Namun, kita harus catat. Negara kita adalah negara kuat. Bahkan terkuat di Asia Tenggara (menurut globalfirepower) dan peringkat 12 di dunia. Tentu seharusnya mudah jika hanya meringkus segelintir tikus-tikus pengecut. Tapi kenapa sampai sejauh ini??? Lalu, kalau sudah begini, akan dibawa kemana kemarahan rakyat Indonesia? Pihak mana yang berhak disalahkan? Dan siapa yang sebenarnya tertawa melihat jasad-jasad berhamburan di jalanan ibukota.

Tiga abad yang lalu, bahan peledak menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap pemerintahan korup, namun saat ini, rakyat tak lagi punya bahan peledak. Bahan peledak itu telah kalah oleh buaian manis media-media, mimpi-mimpi usang tentang kebebasan, dan harapan kosong akan kesejahteraan. Kedaulatan rakyat tercabik, uang rakyat dirampas, dan pada akhirnya, peledak justru digunakan untuk membungkam rakyat! Bom digunakan untuk membuat rakyat kalap, lupa akan pertaruhan kesejahteraan bangsa ini. Ingatan negara yang hampir tergadai, menjadi sirnam tersapu bom di ibukota.

Berkali-kali bangsa kita dipaksa mempertaruhkan harga dirinya. Namun bagaimana lagi. Pilihan itulah yang dipilih pemimpin kita. Karena kita yang memilih mereka, maka -mau tak mau- pilihan itu juga pilihan kita, maka untuk saat ini, cobalah bersikap lebih dewasa! Cukup berbelasungkawa dengan para korban. Mereka memang pahlawan, namun saat ini kita juga harus menjadi pahlawan untuk negara kita sendiri! Tenggat waktu penjualan saham Freeport adalah hari ini! Hari ini juga persidangan yang melibatkan wakil presiden kita yang terhormat digelar. Awasi! Jangan sampai harta ibu pertiwi terampas lagi, jangan sampai kita kembali memasuki era kegelapan yang penuh kemiskinan. Rupiah hampir menyentuh angka Rp 15.000! Bersikaplah dewasa! Simpan doa-doa kita untuk para martir yang memperjuangkan kedaulatan bangsa ini dari asing! Jangan mudah diadu. Pelaku bukan representasi dari kelompok masyarakat tertentu. Sekali lagi ingat, negara ini tengah mempertaruhkan masa depannya!

Bom kecil yang meledak di ibukota bukan apa-apa dibandingkan dengan apa yang terjadi di Suriah, Palestina, Iraq, dan negara lain yang tengah memperjuangkan martabat bangsanya. Anak-anak Suriah terbiasa dengan dentuman senjata kimia yang membutakan. Pemuda Palestina terbiasa dengan nuklir yang dihujam ke pemukiman-pemukiman, dan semuanya atas restu atas NATO. Iraq terbiasa dengan desing peluru. Jangan bicara soal mata uang dengan mereka. Mereka hanya ingin hidup dan itu cukup. Maka belajarlah dari mereka. Belajar untuk lebih dewasa. Siapa di balik ini semua?

Indonesia adalah bangsa besar. Kita masih pantas berbicara tentang kemakmuran, kejayaan dan kemerdekaan dipertaruhkan di hadapan para penjarah. Berikan ucapan belasungkawa, bersedihlah untuk mereka, dan cukup! Tunjukkan kemuliaan dan martabat bangsa ini! Bawa kemarahan itu di hadapan para penjarah. Saling menjaga, bergandengan tangan dalam toleransi, bersama-sama kita libas mereka yang menjual martabat bangsa. Jangan mau dibutakan oleh media yang jelas-jelas memihak. Dan terakhir, tunjukkan cinta kita pada ibu pertiwi dengan menjadi mereka yang bersabar, dan mereka yang menolak martabat bangsanya dirampas oleh siapa pun juga!

-Dan mereka berbuat makar padahal ketahuilah bahwa Allah sebaik-baik pembuat makar-

Oleh: Muhammad Abdullah ‘Azzam (Komisi A Puskomnas FSLDK Indonesia)

images

Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional Menghiasi Awal Tahun Baru Hijriyah

By | Berita, Indonesia, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

 

IMG-20151014-WA0019

GSJN di Masjid Nurul Huda UNS

 

1 Muharram 1437 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 14 Oktober 2015, menjadi sangat istimewa bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan sebanyak 7065 masyarakat Indonesia berkumpul di sembilan belas -menurut data yang sudah masuk saat ini- wilayah di Indonesia untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dalam acara Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia. Adapun wilayah tempat dilaksanakannya Grand Launching GSJN ini antara lain: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Bandung, Jakarta, Priyangan Barat, Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Malang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Utara, Maluku, dan Bali.

Dalam pelaksanaannya, Masjid Nurul Huda yang berlokasi di Universitas Sebelas Maret menjadi pusat kegiatan dari acara Grand Launching yang memiliki tagar #GSJN di media sosial ini. Kegiatan Grand Launching ini diawali dengan mabit bersama di tiap-tiap masjid kampus yang menjadi lokasi pelaksanaan. Adapun konten yang disampaikan ketika mabit berbeda-beda di setiap daerah, salah satunya adalah kajian mengenai ‘Sejarah Islam di Indonesia’ di Masjid Nurul Huda UNS. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di dini harinya dengan melaksanakan shalat Qiyamullail berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan shalat shubuh berjamaah di tiap-tiap masjid kampus.

Setelah shalat shubuh, para peserta dengan khidmat mendengarkan kultum shubuh oleh para asaatidz yang berbeda di tiap masjid kampus. Dalam kegiatan Grand Launching GSJN ini, dilaksanakan pula penggalangan dana untuk membantu korban bencana asap di Indonesia. Hingga saat ini, jumlah donasi yang terkumpul adalah sebesar Rp. 62.829.700,-. Donasi yang dikumpulkan dari 7065 jamaah ini, akan diserahkan kepada PKPU wilayah setempat untuk disalurkan kepada korban-korban yang tertimpa bencana asap. Jumlah donasi dan jamaah akan terus bertambah mengingat belum semua data diterima oleh Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia.

“Mulai malam ini, gerakan ini bukan hanya milik FSLDK, tapi milik kita semua! Dan sebagaimana Grand Launching, pasti juga ada Grand Closing. Maka, saya ingin menyampaikan bahwa tanggal dan waktu Grand Closing gerakan ini akan kami informasikan kemudian. Namun untuk tempat, InsyaAllah akan kita langsungkan di surga Firdaus kelak”, tutur Muhammad Syukri Kurnia Rahman, selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

no image added yet.

Grand Launching Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional

By | | No Comments

IMG-20151009-WA0004

Poster Grand Launching GSJN

FSLDK Indonesia akan mengadakan Grand Launching sebuah gerakan bertajuk Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional. Kegiatan ini dipelopori oleh 14 kampus di Indonesia, dan dilaksanakan di lebih dari 20 kampus di seluruh wilayah Indonesia. Dalam kegiatan ini, FSLDK Indonesia juga akan menggalang dana untuk membantu korban asap yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Check Out Our Teaser Video: Here

MTI5MDI1OTI5Mzg4NDM2MDk5

Mengawali Tahun Baru Dengan Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

IMG-20151009-WA0004

Poster Grand Launching GSJN

SOLO – Shalat shubuh merupakan salah satu shalat fardhu yang paling fundamental bagi umat Islam, dan melaksanakannya secara berjama’ah merupakan salah satu parameter kehebatan umat Islam dalam suatu wilayah dan zaman. Bahkan, dalam pelaksanaannya kuantitas jama’ah dalam melaksanakan shalat shubuh dapat dijadikan sebagai indikator kekokohan umat Muslim.

Menyadari akan pentingnya hal itu, dan untuk mengawali tahun baru Hijriyah, Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia akan mencanangkan agenda bertajuk Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional (GSJN). Agenda yang akan dilaksanakan secara serentak oleh kampus-kampus di seluruh penjuru nusantara ini, akan diawali dengan Grand Launching yang dipelopori oleh empat belas kampus di Indonesia, pada tanggal 1 Muharram 1437 H yang bertepatan pada tanggal 14 Oktober 2015.

Empat belas kampus yang akan bergabung sebagai pelopor untuk Grand Launching  GSJN ini antara lain: Masjid Kampus UNDIP (UNDIP), Masjid Al-Muhtadin (UNTAN), Masjid Salman ITB (ITB), Masjid Al-Fatihah (UNMUL), Masjid Syamsul Ulum (Telkom University), Masjid Al-Hurriyah (IPB), Masjid Ukhuwah Islamiyah (UI), Masjid Al-Wasii UNILA (UNILA), Masjid Salahudin Al-Ayyubi (NF). Masjid Darussalam (IAIN Palangkaraya), Masjid Manarul Imli (ITS), Masjid Ulul Albab (UNNES), Kopelma Darussalam (UNSYIAH), dan Masjid Nurul Huda (UNS) sebagai pusatnya.

Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada Grand Launching GSJN ini adalah tabligh akbar yang diadakan pada malam hari, dan shalat shubuh berjama’ah pada pagi harinya. Kuliah shubuh juga akan diadakan setelah shalat shubuh berjama’ah. Dalam Grand Launching ini, sebagian kampus yang menjadi pelopor, akan saling terhubung satu sama lain melalui Video Conference yang ditampilkan di masing-masing lokasi. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban kabut asap di beberapa wilayah Indonesia, FSLDK Indonesia yang bekerjasama dengan PKPU akan melaksanakan penggalangan dana untuk menanggulangi korban bencana nasional tersebut.

Gerakan shalat shubuh berjama’ah dengan skala nasional yang bertagar #DariMasjidKampusPeradabanBangkit ini, direncanakan akan dilaksanakan setiap bulan di masjid-masjid kampus di seluruh Indonesia. FSLDK Indonesia berharap dengan adanya gerakan ini, negeri tercinta Indonesia dan seluruh masyarakatnya akan senantiasa diliputi keberkahan dan kebaikan. Diharapkan pula dari gerakan ini, negara Indonesia dapat bangkit dan hadir sebagai kontributor peradaban dunia yang baru.

——————————————————- Media FSLDK Indonesia —————————————————-

Email : info@fsldkindonesia.org

Fanpage : FSLDK Indonesia

Twitter : @FsdkIndonesia | @JarmusnasFSLDKI

Line : @yok1532s

G+ : FSLDK Indonesia

jokowi-menyendiri-di-tengah-asap-20150925-220115-560b2676317a61a10f0521e8

Asap Semakin Pekat, Apakah Kebahagian Kita Akan Segera Tamat?

By | Berita, Indonesia | One Comment

 

IMG-20150920-WA0059

Aksi Solidaritas Nusantara Berkabut di Sumatera Selatan

 

Berdasarkan informasi update yang didapat dari satelit Terra Aqua di overlay ke Google Earth, Palembang akan terus membara dan diselimuti kabut asap. Sudah sebanyak 409 titik api (Hot Spot) pantauan 8 September 2015. Upaya pemadaman semakin berat. Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Palembang menyatakan bahwa kabut asap di Palembang sudah mencapai level berbahaya! (9 September).

Semakin tebalnya kabut asap di Palembang dan sekitarnya, membuat  daerah-daerah tersebut berstatus siaga darurat, tidak layak huni, asap telah masuk ke dalam ruangan dan penduduk hanya memiliki jarak pandang <100 meter. Selain itu, Kabut asap telah jelas dampaknya pada proses Kegiatan Belajar Mengajar Para siswa,penerbangan, serta kegiatan ekonomi yang otomatis berdampak langsung terhadap taraf hidup masyarakat. Sudah sewajarnya kabut asap ini kita sebut sebagai bencana nasional yang terjadi rutin setiap tahun.

Untuk segera menangani penyebaran asap di Palembang, Riau, jambi dan sekitarnya,  lewat petisi ini bersama-sama kita:

  1. Mendesak Pemerintah setempat Gubernur, Walikota dan Bupati serta jajaran SKPD. Segera melakukan kebijakkan yang proaktif dalam cepat tanggap bencana
  1. Mendesak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Dinas Provinsi terkait megkaji ulang atas Perusahaan di Jambi yang memiliki HPH “Hak Pengelolaan Hutan”. Jika ada pelanggaran maka harus segera ditindak tanpa pandang bulu Dan transparan. Semua nya harus sudah clear dalam waktu 2 minggu kedepan. Jika merasa tidak mampu disarankan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
  1. Mendesak Kementerian Kesehatan dan Sosial melalui Dinas Kesehatan dan Sosial setempat segera melakukan tindakan siaga 1 dalam mengatasi dampak bencana asap yang sudah sangat parah. Jika merasa tidak mampu disarankan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
  1. Mendesak Kementerian Pendidikan melalui Dinas pendidikan setempat untuk meliburkan siswa sementara waktu atau mengurangi aktivitas belajar diluar ruangan. Dikarenakan bencana asap sudah kritis.
  1. Mendesak Komisi 4 DPR RI (Hutan dan Kebakarn) untuk segera turun dan mengevaluasi kinerja Kementerian Hutan dan Lingkungan Hidup. Jika kedua menteri dinilai terlalu lamban dan tidak mampu maka DPR harus mendesak pemerintah segera melakukan reshuffle.
  1. Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk segera melakukan penyelidikan dan mendorong proses penegakan hukum terhadap kasus-kasus pembakaran liar, sesuai mandat UU No. 18 Tahun 2013
  1. Mendesak MUI untuk menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk shalat Istisqa berjamaah serentak di seluruh Indonesia demi menghentikan kabut asap dan kemarau di Indonesia
  1. Mengajak elemen masyarakat sipil untuk terus menjaga kesehatan dengan menggunakan masker dan perangkat lainnya.

Semoga Allah selalu menyertai dan memaafkan semua kekhilafkan kita karena lalai menjaga alam indah nan permai ini.

(Aidil fitri- Koord. Komisi A PUSKOMDA Sum-sel)

kabut-asap_sekolah2

Fsldk Peduli Korban Bencana Kabut Asap Di Indonesia

By | Berita, Indonesia | No Comments

 

IMG-20150919-WA0005

Poster Aksi Solidaritas Nusantara Berkabut

 

Indonesia kembali dirundung duka. Bencana kabut asap yang melanda beberapa wilayah di pulau Sumatera dan Kalimantan, telah menyebabkan banyak kerugian. Mulai dari berkurangnya jarak pandang, hingga kegiatan belajar-mengajar yang dihentikan. Selain itu, kondisi udara mengalami pencemaran yang cukup berat. Hal ini menyebabkan masyarakat harus berhati-hati dalam menghirup udara sekitar.

Hingga saat ini, kabut asap yang melanda kawasan-kawasan tersebut belum hilang. Bantuan-bantuan kemanusiaan yang diberikan untuk mengurangi dampak dari kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, terus berdatangan dari berbagai pihak. Namun, hal ini belum mampu meng-cover untuk seluruh masyarakat. Oleh karena itu, FSLDK Indonesia akan bergerak membantu memberikan bantuan kepada masyarakat dalam “Aksi Solidaritas Nusantara Berkabut”.

Aksi ini akan diadakan pada hari Ahad, 20 September 2015, dan dilaksanakan di beberapa kota. Kota-kota di antaranya adalah Padang, Jambi, Batam, Balikpapan, Riau, Garut, Tegal, Palembang, dan beberapa kota lain. Aksi ini dilaksanakan oleh beberapa Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) FSLDK Indonesia, sesuai dengan wilayahnya masing-masing.

Beberapa bentuk aksi yang akan dilakukan adalah Longmarch, pembagian masker kepada masyarakat sekitar, dan pelaksanaan shalat Istisqa’. Harapannya setelah aksi ini dilakukan adalah turunnya bantuan Allah SWT lewat hujan untuk menghilangkan kabut asap. Selain itu, dari aksi ini diharapkan pula lebih banyak masyarakat yang terhindar dari gangguan pernafasan akibat bahaya kabut asap.

Categories