Menutup Aurat Archives - FSLDK Indonesia

siluet3

Calon Istri Anda, Yang Mana?

By | Puskomnas | No Comments
siluet3

Sumber Gambar: fimadani.com

-Ditulis dalam rangka menyambut Gerakan Menutup Aurat (GEMAR) Pagi ini, 14 Februari. Serentak di seluruh Indonesia-

Enak banget lho. Coba bayangkan, kita punya istri. Cantik. Matanya dua, biru semua. Pipinya dua, chubby semua. Hidungnya dua (lubangnya), kecil semua. Haha. Nggak, hidungnya satu. Nggak begitu mancung, nggak sempok juga. Pas. Mantep. Posturnya, nggak ada duanya. Tinggi enggak, pendek juga enggak. Wes, pas tenan.  Cara jalannya, wuis.. nggak ada yang ngalahin. Foto model? Lewat. Kurang satu, pakaiannya. Menutup. Bagian yang hanya “perlu” ditutup. Dan melekat, bener-bener “melekat”. Biar gak lepas tiba-tiba. Rambut? Ah, ntar kalo gerah, make-up bisa luntur. Kaki sama lengan? Yaelah.. apa gunanya kulit putih bersih kalau hanya berakhir dibawah “kekuasaan” kain? Biarin kebuka aja dah. Biar orang2 pada tau, bidadari itu nggak hanya ada di surga. Versi terbaru udah release. Yang edisi bumi. Namanya “Istriku”.

Dan si doi kita bawa pas reunian kampus. Wedeeh… bisa bayangin, segudang pujian bakalan adu balap masuk ke telinga kita. “hebat lu, nemu dimana yang kayak gitu? Kalah nih gua.” Atau minimal gini dah “kok dia mau ya sama elu. haha”. 

Enak banget kan? Kita kaya, pinter, istri cantik (cantik seperti klasifikasi diatas). Kurang apa coba? Kayaknya indah banget nih dunia. Tapi coba mikir. Dikit aja. Berapa orang yang kemudian “menghina” istri kita tanpa kita tahu? Walau hanya dengan lirikan brengsek. Walau dengan candaan rendahan dibelakang mereka. Obrolan receh! Dan kalau sudah seperti ini, apa masih pantas kita disebut terhormat? Maaf ya, pedagang disebut terhormat jika dia brani tampil jujur. Pejabat dibilang terhormat jika dia nggak doyan korupsi. Orang miskin –semiskin apapun- tetap akan terhormat jika nggak sudi jadi peminta-minta. Lha kalo suami? Apa iya dibilang terhormat kalau istrinya aja jadi “konsumsi gratis” kayak begitu?

Maka kalau kita benar-benar mencintai pasangan kita, harusnya kita nggak tenang dong kalau istri kita keluar dengan penampilan “liar” begitu. Maka dari itulah islam hadir. Menawarkan ketenangan bagi lelaki yang benar-benar mencintai istrinya. Caranya? Kerudung. Kerudung yang kayak diajarin di surah An-Nur ayat 31. Karena islamlah yang paling realistis. Islam tahu tidak selamanya kita para lelaki selalu berdampingan dengan istri kita. Maka saat kita jauh, kita perlu “penjaga”. Minimal dalam hal pakaian, yang akan membuat kita merasa lebih tenang. Itulah yang disebut sakinah. Hati tenang walau raga tak dekat berdampingan.

Dengan mengajarkan mereka berkerudung panjang, sebenarnya kita sedang melabeli diri kita sendiri bahwa kita adalah suami dari istri yang bisa menjaga diri. Dan kita terhormat, men.. 

Oke. Sekarang kita lihat. Klasifikasi yang saya tulis di dua paragraph paling awal, nggak usah kita rubah. Kita hapus aja yang bab pakaian. Hapus itu, dan kita ganti bareng-bareng. Saudara mau yang seperti apa? Berkerudung ungu dengan bawahan panjang yang anggun? Atau pake pasmina? Atau paris? Ah, apa lah itu. Yang jelas menutup aurat, longgar dan warna yang serasi. Apa lantas dengan memakai pakaian itu, pipi yang tadinya cubbhi berganti jadi pipinya mak lampir? Apa dengan memakai kerudung, hidung mancung istri saudara tiba-tiba kehilangan kartilago-nya? Dibungkus serapet apapun, cantik mah cantik aja. 

Ada satu kata yang tak bisa dibeli kecuali dengan kerudung dan pakaian longgar. Anggun. Kalau cantik, mungkin sama. Mempesona, mungkin sama. Tapi anggun inilah yang susah. Ah, kata siapa? Pakaian ketat juga bisa bikin cewek anggun kok. Begini…. kalau istri saudara pakai pakaian ketat, orang nggak bakalan bilang anggun. Mereka pasti lebih milih kata “seksi beneer..”. Nggak percaya? Ambil cermin trus bilang, “iya juga ya” haha.

Karena cewek yang menutup aurat itu lebih sesuatu!

Penulis: Muhammad Syukri (Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia)

Categories