Mengenang Rabi'ah Archives - FSLDK Indonesia

r4bia

Rabi’ah, Tragedi Kepemimpinan Tirani

By | Berita, Puskomda, Puskomnas | No Comments
IMG-20150820-WA0016

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi FSLDK Indonesia

Tujuh puluh tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan Indonesia. Secara cepat berita itu tersebar ke berbagai penjuru negeri, bahkan hingga terdengar di dunia internasional. Setelah kumandang proklamasi bergema, H. Agus Salim, M. Natsir bersama rekan-rekannya melakukan safari dari satu negara ke negara lain untuk mendapat dukungan dan pengakuan dunia.

Sejarah mencatat bahwa negara Mesir adalah negara pertama, dan secara de facto mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 22 Maret 1946. Kemudian pada tanggal 10 Juni 1947, Mesir mengakui kedaulatan RI secara de jure, maka pada saat itu pemerintah NKRI mendirikan kedutaan RI pertama di luar negeri.

Mesir, negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia itu, pada dua tahun yang silam mengalami sebuah tragedi berdarah. Pada tanggal 14 Agustus 2013, di kawasan Rabi’ah dan Nahdoh terjadi genosida atau pembantaian. Pada saat itu ribuan rakyat Mesir turun ke jalan raya menuntut hak kemerdekaan. Alih-alih mendengarkan aspirasi rakyatnya, presiden kudeta malah memilih untuk memberangus para demonstran. Lebih dari 1000 orang tak berdosa meninggal dunia di kawasan Rabi’ah, hanya dalam kurun waktu 10 jam. Tercatat 868 orang meregang nyawa di dalam kawasan Rabi’ah, 199 orang meninggal di luar kawasan Rabi’ah, 37 orang lainnya tidak diketahui, dan jumlah korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit tidak diketahui berapa besar totalnya. Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bertaraf nasional, Human Rights Watch, mengungkapkan bahwa rezim militer membunuh jiwa tidak kurang dari 1150 jiwa.

Hingga kini pemerintahan sah Mesir belum kembali ke pangkuan rakyatnya. Presiden kudeta masih melakukan penindasan kepada rakyat yang meminta hak kemerdekaan dan kebebasan. Dua tahun berlalu, tragedi itu masih teringat dan terkenang di mata dunia. Oleh karena itu, kami menggelar sebuah aksi sebagai bentuk kepedulian terhadap rakyat Mesir yang memiliki jasa besar terhadap bangsa ini, sekaligus mengenang tragedi berdarah yang menghilangkan banyak nyawa tak berdosa.

*************************************************************************************************************

Mengenang Dua Tahun Tragedi Rabi’ah dalam Perayaan Hari Kemerdekaan Nasional

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia), yang diwakili oleh Puskomda Bandung Raya bersama Badan Khusus Isu Dunia Islam (BK IDI) FSLDK Indonesia, menggelar aksi dan pameran foto dua tahun pasca kekejaman rezim militer Mesir, tepatnya 14 Agustus 2013. Aksi ini digelar untuk mengenang tragedi berdarah Rabi’ah, sekaligus sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Mesir yang telah dibantai oleh rezim kudeta.

Pameran foto tersebut digelar di Lapangan Gasibu, Bandung, tepat pada saat Upacara Kemerdekaan RI Ke-70 sedang berlangsung. Foto-foto yang memperlihatkan kekejaman rezim militer Mesir, terpampang pada kain hitam panjang. Nampak dalam foto-foto tersebut, terlihat aparat keamanan Mesir tanpa tega memukuli, menembak, bahkan membunuh masyarakat. Gambar ratusan mayat berderet panjang, gambar istri yang menangisi kepergian suaminya, gambar kawasan Rabi’ah yang penuh asap, dan gambar-gambar lainnya dipampang untuk mengundang simpati pengunjung.

Selain memajang foto-foto tragedi Rabi’ah, para mahasiswa mengajak pengunjung untuk menunjukkan solidaritas dengan berekspresi memegang tulisan dengan #rememberRABAAH.

Mereka juga membagikan selembaran berisi seruan kepada masyarakat. Untuk aksi tersebut berjalan dengan baik dan cukup banyak mendapat perhatian warga. Terdapat lebih dari 5.000 orang yang mengikuti aksi tersebut.

-FSLDK Indonesia

 

Categories