Indonesia Archives - FSLDK Indonesia

Film-Nasionalisme

Mencinta Indonesia

By | Gagasan, Inspirasi | No Comments
Film-Nasionalisme

Sumber Gambar : blog.bukalapak.com

Oleh: Putra Abdi Ramadan
(Universitas Negeri Padang)

Tidak ada manusia yang sempurna. Memang itulah kenyataannya. Akan tetapi, pada waktu yang sama kita juga diperintahkan untuk berusaha menjadi sempurna. Atau, setidaknya mendekati kesempurnaan. Inilah masalahnya. Adakah kesalahan dalam perintah ini? Tidak! Namun, mengapa kita diperintahkan melakukan sesuatu yang tidak mungkin menjadi kenyataan? Jawabannya adalah kesempurnaan itu relatif. Ukuran kesempurnaan adalah batas maksimum dari kemampuan setiap individu untuk berkembang. Karena, “Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (AI-Baqarah: 286).”(Mencari Pahlawan Indonesia, Anis Matta).

Melihat wajah negeri Indonesia pada saat sekarang ini, mungkin akan membuat kita merasa kurang percaya diri. Kita tahu negeri kita saat ini sedang mengalami krisis dan masalah di segala bidang di dalam kehidupannya. Sesuai dengan kutipan pernyataan Anis Matta di atas tidak ada manusia yang sempurna namun kita diperintahkan untuk menjadi sempurna dan Allah telah berfirman, bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan dengan kesanggupannya. Begitu juga dengan sebuah negeri tidak ada negeri yang sempurna, namun kita diharapkan bisa memperbaiki negeri ini, karena Allah juga hendak melihat sesiapa hambaNya yang benar-benar beriman dan bertakwa kepadaNya dengan diberikannya ujian berupa permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya. Tentu itu sebagai ladang amal untuk kita. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kehidupan suatu bangsa itu ditentukan oleh akhlak masyarakatnya.

Jika kita melihat sejarah peradaban manusia masyarakat memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan bagaimana keadaan bangsa dan negaranya. Dari diciptakannya manusia pertama Nabi Adam Alaihisallam hingga pada saat sekarang ini kita bisa melihat dan mengambil pelajaran yang sangat berharga mengenai hancur dan bangkitnya suatu bangsa akan sangat ditentukan oleh akhlak masyarakatnya. Salah satu contohnya kisah dari perbuatan keji kaum Nabi Luth Alaihisalam yang terdapat didalam al-Quran. Dikisahkan bahwa Kota Sodom yaitu kota kaum Nabi Luth Alaihisalam tinggal, disana masyarakatnya memiliki kebiasaan buruk yaitu homoseksual dan lesbian atau istilah sekarang lgbt, ketika sudah diingatkan dan didakwahi oleh Nabi Luth Alaihisalam agar tidak melakukan perbuatan tercela tersebut, namun kaumnya tidak menghiraukannya, maka Allah Subhana wa Taa’la mengazab mereka dengan suara yang keras, dibolak-balikkan negeri mereka, dan hujan batu membinasakan mereka semuanya.

Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta’ala membinasakan kota Sodom karena kedzaliman penduduknya, agar menjadi i’tibar bagi orang-orang yang mau berfikir dan menambah keimanan mereka. Kita juga sama-sama mengetahui bahwa tujuan Allah Subhana wa Ta’ala mengutus Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam, tidak lain untuk memperbaiki Akhlak manusia yang sudah rusak dan berjalan tidak sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya. Untuk itu jika kita memang mencintai bangsa Indonesia, marilah kita sama-sama memperbaiki bangsa kita untuk masa depan yang indah, dalam setiap kesempatan yang ada, di saat waktu masih tersisa, kita dedikasikan diri untuk selalu melakukan yang terbaik, dimulai dari diri kita masing-masing dahulu. Mungkin orang tua kita hebat, mungkin pendahulu kita hebat, tetapi yeng lebih penting ialah sehebat apa diri kita. Mungkin kita bisa menikmati apa yang sudah diperoleh oleh para pendahulu kita, tetapi jika kita hanya menikmati dan membangga-banggakan hasil pendahulu kita, itu tidak ada artinya, karena yang hebat bukan diri kita, tetapi pendahulu kita. Kita tidak akan mendapatkan apa-apa atas yang dilakukan oleh pendahulu kita. Pahala mereka bagi mereka, kita tidak akan kebagian kecuali kita memanfaatkan apa yang telah diperoleh oleh pendahulu kita untuk tujuan yang baik. Kita boleh memanfaatkan yang sudah ada sebagai pijakan perjuangan selanjutnya. Islam menginginkan perbaikan secara terus menerus.

Kita tidak bisa mengandalkan pada apa yang sudah dicapai oleh pendahulu kita. Atau, jika pun pendahulu kita tidak baik. Itu bukan alasan kita untuk mengikuti jejak mereka. Apa yang mereka lakukan untuk mereka. Sekarang tinggal apa yang akan kita lakukan dan untuk diri kita sendiri. Kita tidak akan diminta pertanggung jawaban atas apa yang diperlakukan oleh mereka. Jadi apapun yang dilakukan oleh pendahulu kita, baik atau buruk, kita harus tetap bertindak untuk diri kita. Karena Allah berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali ‘Imraan:110). Karena kita adalah umat yang terbaik, konsekuensinya kita harus menjadi pemimpin yang mengarahkan kepada kebaikan, kita harus memimpin dalam teknologi agar teknologi diarahkan untuk kebaikan. Kita harus memimpin dibidang informasi, agar informasi digunakan untuk kebaikan. Kita harus memimpin di bidang politik agar politik dimanfaatkan untuk kebaikan, dan kita harus memimpin di berbagai bidang lainnya agar bisa digunakan untuk kebaikan.

Kebaikan bukan hanya hasil bicara, kebaikan akan lebih nyata jika merupakan hasil kerja. Apalagi hanya bicara kritik sana kritik sini seperti seorang calo, banyak ngomong tetapi dia sendiri hanya diam saja. Kita harus bergerak, bertindak, dan berbuat agar negeri yang kta cintai ini diberkahi dan dilindungi oleh Allah Subhana wa Ta’ala. Sesuai dengan firmanNya dalam Al-Qur’an “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami itu), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Q.S. Al-A’raf : 96).

 

088456400_1419062543-T01-04w

AMPD Aksi Untuk Menghimbau Warga Menjelang Gerhana

By | Berita, Puskomda, Rilis | No Comments
088456400_1419062543-T01-04w

Sumber Gambar: news.liputan6.com

Palembang, 07/03/2016. Pada tanggal 9 Maret 2016 diprediksi akan terjadi gerhana matahari total dan Sumatera Selatan termasuk salah satu Provinsi yang akan dilewati. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, melalui kepala Disbudparprov menyiapkan berbagai agenda dalam rangka menyambut fenomena alam langka ini. Namun sangat disayangkankan agenda yang sejatinya menabilkan kearifan lokal, justru tidak ditemukan rundown yang menampilkan budaya Palembang Darussalam. Oleh sebab itu, Aliansi Masyarakat Palembang Darussalam (AMPD) yang tergabung dari Masyarakat Palembang, BEM, Puskomda Sumsel, IMM, KAMMI, HMI, PII, FPI, PUI, FUI, JPRMI SUMSEL, dan IKADI, melalui aksi damai Longmarch dari simpang Cinde menuju Kantor Gubernur Sumsel.

Seperti yang disampaikan Tri Resta Yogias selaku koordinator lapangan, “Jika memang festival GMT adalah bagian dari promosi budaya dan menarik wisatawan mancanegara ke Sumatera Selatan, harusnya yang ditampilkan adalah budaya-budaya yang bercirikan Sumatera Selatan dan Palembang Darussalam.”

Ia juga menambahkan, tanggal 9 Maret yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi, AMPD tidak melarang adanya ritual-ritual keagamaan tertentu, selama tidak diakomodir oleh pemerintah provinsi. Karena ini akan mengganggru ketenangan dan kerukunan umat beragama. “Kita tidak melarang adanya ritual keagamaan dalam memperingati Hari Raya Nyepi, selama itu dilaksanakan oleh pemelukya sendiri. Namun sangat disayangkan ketika ritual kegamaan itu justru diakomodir oleh pemerintah dalam hal ini Disbudoar Sumsel, kemudian dikampanyekan kepada masyarakat Sumsel yang mayoritas Muslim.”

Hendro Assundawi selaku Koodinator Aksi menyampaikan, bagi umat Islam gerhana matahari merupakan bentuk ketakutan kepada Allah swt dan Kuasa-Nya. Oleh sebab itu pada saat gerhana matahari diperintahkan untuk melaksanakan sholat gerhana dan memperbanyak dzikir. Tidak dengan melakukan aktivitas lain, apalagi yang bernuansa hura-hura. “Umat Islam harus sadar bahwa gerhana matahari bentuk ketakutan dan kuasa Allah swt, makanya kita diperintahkan untuk sholat gerhana dan memperbanyak dzikir. Bukan dengan berhura-hura seolah-olah tidak takut dengan fenomena ini. Bagaimana kalau matahari tidak pernah muncul kembali???”

Ia juga meminta agar MUI Sumsel dan Palembang selaku otoritas keagamaan untuk tegas menyampaikan larangan kepada umat Islam melakukan ritual-ritual Syirik saat terjadi gerhana matahari. MUI harus membuat pernyataan sikap dan membuat menganjurkan kepada umat Islam untuk melaksanakan sholat gerhana dan memperbanyak dzikir.

Diakhir orasinya, apabila tidak ada revisi terhadap acara tersebut, ia meminta Alex Noerdin selaku Gubernur Sumsel untuk mencopot jabatan Kadisbudpar yang nyata-nyata telah mencederai ketenangan dan kerukunan umat beragama. (Puskomda Sumsel)

KTTOKI

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia Terhadap Dilaksanakannya KTT Luar Biasa OKI ke-5

By | Indonesia, Palestina | No Comments
KTTOKI

Sumber Gambar: mitranews.com

Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada tanggal 6-7 Maret 2016, bertempat di Jakarta Convention Center. Indonesia ditunjuk menggantikan Maroko yang tidak sanggup menjadi tuan rumah pada jadwal yang ditetapkan Januari 2016 yang lalu. KTT ini disebut luar biasa karena di luar jadwal regular KTT OKI.

Pada KKT luar biasa OKI ke-5 ini secara khusus membahas peran OKI dan dunia internasional secara umum dalam penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Hal ini mengembalikan semangat awal didirikannya OKI. OKI pertama kali dibentuk pada 1969 di Maroko sebagai respons atas aksi pembakaran Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, oleh kaum ekstremis Yahudi.

Melihat respons positif dunia internasional terhadap kemerdekaan Palestina, yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh hasil KTT OKI, maka FSLDK Indonesia perlu menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Menuntut dilaksanakannya seluruh resolusi PBB tentang Palestina.
  2. Mendukung upaya penguatan dukungan politis untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dengan mengembalikan seluruh hak bangsa Palestina, termasuk didalamnya mengembalikan seluruh wilayah Palestina sebelum penjajahan oleh Israel.
  3. Mendukung penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel.
  4. Mendukung peningkatan tekanan pada DK PBB untuk memberikan perlindungan internasional bagi Palestina, dan penetapan batas waktu pengakhiran pendudukan Israel.
  5. Mendukung penolakan tegas atas pembatasan akses beribadah ke Masjid Al-Aqsha serta tindakan Israel mengubah status-quo dan demografi Al-Quds Al-Syarif.

FSLDK Indonesia sangat mengapresiasi seluruh upaya untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dan pengembalian hak-hak bangsa Palestina yang telah dilakukan oleh banyak pihak. Oleh karena itu FSLDK Indonesia juga secara konsisten akan terus mendukung upaya perwujudan kemerdekaan Palestina, sebagai satu-satunya negara yang masih mengalami penjajahan. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan konstitusi yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa Indonesia yaitu:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”-Pembukaan UUD 1945 alinea pertama.

Surakarta, 8 Maret 2016/28 Jumadil ‘Ula 1437

FSLDK Indonesia

040346000_1452745950-20150114-Ledakan-Sarinah-twitter-5

Bom, Uang, Kekuasaan, dan Kita

By | Berita, Gagasan, Indonesia | No Comments
bom-sarinah-1_20160114_124016

Sumber Gambar: plus.kapanlagi.com

Hari ini Indonesia kembali berduka. Negara kaya ini agaknya masih terlampau susah untuk bisa tersenyum bahagia. Dipapar asap berbulan-bulan, diteror isu aliran sesat yang menyesatkan, dan hari ini, ibukota menangis lagi. Ledakan yang membabi buta di enam titik yang berbeda, seolah dengan angkuhnya memecundangi janji keamanan dan ketentraman yang ditawarkan pemerintah kita. Masyarakat was-was, beberapa mungkin tak peduli, namun tak sedikit pula yang terus menerus menggeretakkan gigi tanda emosi.

Aksi teror dalam bentuk apapun tidak bisa dimaafkan. Apalagi terjadi di sebuah negara aman sentosa, Indonesia.

Sebagian mungkin akan berteriak lantang bahwa ini adalah kutukan Tuhan, sebagian yang lain lebih sepakat untuk menghakimi para ekstrimis dan fundamentalis, dan tak sedikit yang gagahnya berkata: Ini skenario!! Apapun itu, pelaku kejahatan ini dan mereka yang berdiri di belakangnya harus dihukum yang berbicara. Meski kita tahu bersama bahwa hukum di negeri ini masih saja sumbang!

Namun, kita harus catat. Negara kita adalah negara kuat. Bahkan terkuat di Asia Tenggara (menurut globalfirepower) dan peringkat 12 di dunia. Tentu seharusnya mudah jika hanya meringkus segelintir tikus-tikus pengecut. Tapi kenapa sampai sejauh ini??? Lalu, kalau sudah begini, akan dibawa kemana kemarahan rakyat Indonesia? Pihak mana yang berhak disalahkan? Dan siapa yang sebenarnya tertawa melihat jasad-jasad berhamburan di jalanan ibukota.

Tiga abad yang lalu, bahan peledak menjadi simbol perlawanan rakyat terhadap pemerintahan korup, namun saat ini, rakyat tak lagi punya bahan peledak. Bahan peledak itu telah kalah oleh buaian manis media-media, mimpi-mimpi usang tentang kebebasan, dan harapan kosong akan kesejahteraan. Kedaulatan rakyat tercabik, uang rakyat dirampas, dan pada akhirnya, peledak justru digunakan untuk membungkam rakyat! Bom digunakan untuk membuat rakyat kalap, lupa akan pertaruhan kesejahteraan bangsa ini. Ingatan negara yang hampir tergadai, menjadi sirnam tersapu bom di ibukota.

Berkali-kali bangsa kita dipaksa mempertaruhkan harga dirinya. Namun bagaimana lagi. Pilihan itulah yang dipilih pemimpin kita. Karena kita yang memilih mereka, maka -mau tak mau- pilihan itu juga pilihan kita, maka untuk saat ini, cobalah bersikap lebih dewasa! Cukup berbelasungkawa dengan para korban. Mereka memang pahlawan, namun saat ini kita juga harus menjadi pahlawan untuk negara kita sendiri! Tenggat waktu penjualan saham Freeport adalah hari ini! Hari ini juga persidangan yang melibatkan wakil presiden kita yang terhormat digelar. Awasi! Jangan sampai harta ibu pertiwi terampas lagi, jangan sampai kita kembali memasuki era kegelapan yang penuh kemiskinan. Rupiah hampir menyentuh angka Rp 15.000! Bersikaplah dewasa! Simpan doa-doa kita untuk para martir yang memperjuangkan kedaulatan bangsa ini dari asing! Jangan mudah diadu. Pelaku bukan representasi dari kelompok masyarakat tertentu. Sekali lagi ingat, negara ini tengah mempertaruhkan masa depannya!

Bom kecil yang meledak di ibukota bukan apa-apa dibandingkan dengan apa yang terjadi di Suriah, Palestina, Iraq, dan negara lain yang tengah memperjuangkan martabat bangsanya. Anak-anak Suriah terbiasa dengan dentuman senjata kimia yang membutakan. Pemuda Palestina terbiasa dengan nuklir yang dihujam ke pemukiman-pemukiman, dan semuanya atas restu atas NATO. Iraq terbiasa dengan desing peluru. Jangan bicara soal mata uang dengan mereka. Mereka hanya ingin hidup dan itu cukup. Maka belajarlah dari mereka. Belajar untuk lebih dewasa. Siapa di balik ini semua?

Indonesia adalah bangsa besar. Kita masih pantas berbicara tentang kemakmuran, kejayaan dan kemerdekaan dipertaruhkan di hadapan para penjarah. Berikan ucapan belasungkawa, bersedihlah untuk mereka, dan cukup! Tunjukkan kemuliaan dan martabat bangsa ini! Bawa kemarahan itu di hadapan para penjarah. Saling menjaga, bergandengan tangan dalam toleransi, bersama-sama kita libas mereka yang menjual martabat bangsa. Jangan mau dibutakan oleh media yang jelas-jelas memihak. Dan terakhir, tunjukkan cinta kita pada ibu pertiwi dengan menjadi mereka yang bersabar, dan mereka yang menolak martabat bangsanya dirampas oleh siapa pun juga!

-Dan mereka berbuat makar padahal ketahuilah bahwa Allah sebaik-baik pembuat makar-

Oleh: Muhammad Abdullah ‘Azzam (Komisi A Puskomnas FSLDK Indonesia)

Categories