Gerakan Shubuh Jama'ah Nasional Archives - FSLDK Indonesia

5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08

GSJN 18 : FSLDK Indonesia Selenggarakan Khataman Quran Serentak Perguruan Tinggi Se-Indonesia

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
5093b800-9fc5-44c1-b983-d9dc902c7b08

GSJN #18

SOLO – Gerakan Subuh Jamaáh Nasional (GSJN) telah menginjak kali ke 18. Agenda yang rutin diselenggarakan oleh Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia tersebut, selalu mengangkat permasalahan-permasalahan teraktual di Indonesia. Sebagaimana GSJN #18 yang dilaksanakan pada Jumat (10/03/2017), FSLDK Indonesia mengangkat tema “Membangun Generasi Pewaris Negeri Menuju Indonesia Jaya” dengan tajuk spesial Kampus Nusantara Mengaji.

Agenda berbeda dilangsungkan pada GSJN #18 kali ini, yaitu khataman qurán yang diselenggarakan secara serentak bersama 40 Perguruan Tinggi yang tergabung dalam FSLDK Indonesia. Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia, Hanafi Ridwan menyampaikan, “salah satu penyebab utama permasalahan muslim saat ini adalah kian menjauhnya umat dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yang semestinya menjadi pedoman hidup. Maka dari itu, melalui agenda GSJN ini, kami mencoba untuk mengajak pemuda-pemudi Indonesia kembali dekat dengan al-qurán sebagai salah satu bekal menuju bangkitnya islam kembali.”

GSJN #18 yang diselenggarakan serentak di 40 Perguruan Tinggi se Indonesia ini, juga terhubung melalui Video Conference Sambutan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (MENRISTEKDIKTI) yang berpusat di Masjid Nurul Huda Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Selain itu, agenda ini didukung dengan hadirnya beberapa tokoh nasional yang turut memberikan sambutan diantaranya, Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA, Prof. H.M. Mahfud M.D., S.H., S.U. dan Dr. (H.C) H. Ary Ginanjar Agustian. Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) secara langsung memimpin khatmil qurán yang dilanjutkan doa oleh Ketua MUI Solo Prof. Zainal Arifin Adnan.

Antusiasme yang sangat baik ditunjukkan dari membludaknya peserta GSJN #18 hingga mencapai 1500 jamaáh menyesaki Masjid Nurul Huda UNS. Hal yang serupa tampak juga dari antusiasme jamaáh yang juga melaksanakan GSJN di 40 masjid kampus se-Indonesia. “Masa-masa keemasan yang dulunya menghiasi lembaran sejarah umat manusia, sekarang hanya menjadi nostalgia manis pengisi kenangan umat muslim. Kemudian, kita tidak bisa tinggal diam menyaksikan Islam berada di titik nadir. Pelaksanaan GSJN ini, menjadi wujud komitmen kami dan seluruh mahasiswa Indonesia untuk memuliakan al-qurán dan menjaga waktu subuh untuk menyongsong kebangkitan islam,” terang Hanafi Ridwan Dwiatmojo, Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

4032138d-0ddc-412e-96fc-00838d945704_orig

Islam dalam Sorotan Media

By | Berita, Indonesia, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
media

Sumber Gambar : brusselmedia.be

Tanggal 4 November 2016 menjadi sejarah baru Indonesia. Lebih dari dua juta umat Islam turun ke jalan, memutih di Ibukota. Dibersamai dengan puluhan ribu massa di wilayah Indonesia lainnya, seperti Medan, Pangkalpinang, Palembang, Pekanbaru, Jambi, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Pontianak, Solo, Malang, Semarang, Jember, Purwokerto, Makassar, Kendari, Ambon, Bandung, Cirebon, Bogor, Tangerang, dan Madiun.

Mengadakan aksi damai, yang berikutnya disebut aksi damai 411. Tuntutan aksi jelas, massa meminta keadilan dan menuntut proses hukum terhadap pelaku penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang pada tanggal 27 September 2016 di Kepulauan Seribu telah menciderai kebhinnekaan bangsa ini. Terekam dengan jelas, dalam video yang dirilis oleh pemprov DKI Ahok telah menistakan Al Qur’an surat Al-Maidah ayat 51 sebagai alat untuk membohongi. Serta menghina ulama sebagai pembohong. Hal ini jelas melanggar setidaknya dua undang-undang, yaitu KUHP pasal 156a tentang Penistaan Agama dan UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. 

Namun media dan pihak yang bermain di belakangnya (man behind the gun) dengan provokatif mengatakan bahwa Ahok tidak melakukan penistaan dan salah kaprahnya media memberitakan soal aksi damai 411 dengan menggambarkan Islam anti nasionalisme dan agresif. Dan memelintir fakta jumlah massa yang turun ke jalan hanya berkisar dua ratus ribu.

Jakarta, 16 November 2016 gelar perkara penistaan agama menetapkan Ahok sebagai tersangka. Hal ini masih merupakan proses yang panjang dan tetap berjalan, pasca ini masih ada proses peradilan. Status Ahok masih tersangka, belum terdakwa, belum terpidana. Namun kami akan terus mengawal sampai keadilan ditegakkan. Khawatir ini adalah sarana penggembosan ummat. Dan gurita-gurita media yang memutarbalikkan fakta, memainkan opini masyarakat, bisa jadi untuk menuai simpatik publik terhadap Ahok.

Adanya fenomena demikian membuat Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia ikut menjadi garda terdepan mengawal isu yang beredar di media.

Salah satu usaha FSLDK Indonesia yaitu dengan memasukkan konten kajiannya yang dikemas dalam acara Gerakan Subuh Jama’ah Nasional (GSJN) Ke-14 dengan tema Islam dalam Sorotan Media: Membangun atau Merusak Citra. Tema ini menggambarkan suatu fenomena dari media, kekuatan terbesar di dunia modern dan para aktor yang bermain di depan atau di belakang layar dengan menyajikan informasi yang salah kaprah tentang Islam dan hasratnya untuk menyudutkan Islam.

Apa alasan dan siapa tokoh di balik itu semua? Dan pentingnya masyarakat membaca berita yang sehat.

 “Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang seorang yang fasik dengan membawa suatu informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan.” (Al-Hujurat: 6)

GSJN ke-14 ini dilaksanakan pada tanggal 19-20 November 2016 serempak di lebih dari 10 titik di Indonesia. Diantaranya Kalbar (IAIN Pontianak), Aceh (Univ. Leuser Kutacane),  Solo (Univ. Sebelas Maret), Jakarta (Univ. Trilogi), Lampung (Univ Bandar Lampung), dan Riau (Univ. Lancang Kuning Pekanbaru).

Melalui tema GSJN kali ini, FSLDK Indonesia ingin menyampaikan pesan kepada ummat agar cerdas berita dan media. Semoga Allah senantiasa menguatkan dan membela.

whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Satu Tahun FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Salah satu kegiatan GSJN di Kal-Bar bersama Walikota Pontianak

Surakarta (1-2/10) – Tanggal 1-2 Oktober 2016 menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Bertepatan dengan 1 Muharram 1438 H, FSLDK Indonesia telah genap satu tahun menyelenggarakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN) yang digelar serentak di berbagai titik penjuru Indonesia setiap bulannya. GSJN adalah satu gerakan yang menekankan pada keistiqomahan dalam menjalankan sholat subuh secara berjamaah.

FSLDK Indonesia meyakini bahwa gerakan ini adalah syarat perubahan dan kebangkitan karena mendasarkan pada gerakan mahasiswa dengan ciri khas dan potensinya. Maka sudah saatnya masjid kampus adalah destinasi yang diutamakan menuju kebangkitan. Bukan berarti kami menutup mata dengan masyarakat umum dan masjid jami’ di luar kampus, tetapi pelan tapi pasti FSLDK Indonesia mencoba  menggandeng pemerintah dan ormas untuk ikut menginisiasi atau menyemarakkan agenda ini di seluruh elemen masyarakat.

Pada edisi satu tahun atau GSJN ke 13 ini , tema yang diusung adalah “Bangkit untuk Berjaya. Membangun Peradaban Indonesia”. Masih linier dengan tema satu tahun yang lalu saat gerakan ini di-launching, yaitu “Dari Masjid Peradaban Indonesia Bangkit”. Tema ini menggambarkan satu mimpi dari gerakan ini khususnya, bahwa peradaban emas Indonesia hanya akan bangkit saat Islam berdiri tegak di negeri ini. Walaupun secara de facto Indonesia adalah negara muslim terbesar, namun implementasi Islam sebagai jalan hidup masih sangat kurang. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus mengambil perannya, khususnya mahasiswa muslim (red: aktivis dakwah kampus). Maka tidak salah kiranya ketika gerakan ini pada awal kelahirannya dan sampai berkembangnya nanti InsyaAllah, akan tetap menitik beratkan masjid kampus dan mahasiswa sebagai representasi semangat juang Islam pada ranah akademisi, kaum intelektual, calon-calon pemimpin bangsa, dan tentunya penggerak perubahan.

GSJN kali ini diselenggarakan di 36 titik di Indonesia dengan lebih dari 40 masjid kampus penyelenggara yang diantaranya, Masjid Kampus Universitas Bangka Belitung, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Gorontalo, dan  Salman ITB Bandung. Tiga puluh enam titik penyelenggara ini merupakan jumlah terbanyak selama setahun penyelenggaraan. Lebih dari 3.000 jamaah yang hadir dalam GSJN kali ini. Hal ini menunjukkan meningkatnya kembali jumlah peserta dari GSJN sebelum-sebelumnya. Infaq yang terkumpul tidak kurang dari  Rp 7.000.000,- yang seperti biasa akan didonasikan untuk Palestina melalui Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Seperti bulan-bulan sebelumnya , untuk menggaet massa masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda-beda, mulai dari publikasi masif melalui media, sosialisasi ke beberapa komunitas atau forum, maupun dengan menambah pernak-pernik lain seperti sarapan gratis, doorprize dan sebagainya. Unsur pelaksananya pun telah berkembang, tidak hanya kampus saja namun juga sudah merambah ke pemerintah dan masyarakat. Dukungan positif untuk gerakan ini sudah mulai banyak terlihat, baik dari para tokoh seperti rektor, pejabat, hingga novelis sekelas Habiburrahman El Shirazy. Dukungan penuh dari para ulama, ormas, dan civitas akademika ikut menyemarakkan agenda gerakan subuh jamaah ini.

“Mengapa banyak manusia sebagai makhluk Allah yang notabene paling sempurna yang dilengkapi dengan akal fikir sempurna tidak mensyukuri nikmat, tidak tulus dan serius dalam beribadah dan memurnikan keimanan kepada sang pencipta-Allah SWT? Subuh on time pertanda syukur dan kuatnya iman seseorang, maka marilah kita mulai aktivitas sehari-hari dengan subuh berjamaah di masjid semoga keberkahan dan rahmat Allah selalu tercurahkan pada kita semua.”, terang Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UNS yang sangat adanya agenda GSJN ini.

Noval Abuzarr, S.Pd (Koordinator Presidium Pemuda Djayakarta) juga memberikan apresiasinya kepada FSLDK Indonesia yang telah mengawal syiar subuh ini dan berkembang sampai berusia satu tahun penyelenggaraan  melalui penyampaiannya “Apresiasi besar buat FSLDK yang mengadakan GSJN, di tengah anak muda yang makin hedonis masih ada anak-anak muda Muslim yang makin religius dan komitmen menegakkan nilai-nilai Tauhid dan bermasyarakat”.

Terdapat hal yang berbeda pada edisi milad satu tahun ini yaitu adanya video conference penyampaian progress pelaksanaan GSJN sejak Oktober 2015 lalu. Surakarta (Solo) yang merupakan salah satu titik pelaksana GSJN sekaligus sebagai Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia dipilih menjadi tempat diselenggarakannya video conference tersebut.  Video conference yang dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB ini saksikan pula oleh 35 FSLDK yang lainnya. Dalam laporannya, Hanafi Ridwan sebagai Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia menyampaikan bahwa “Grafik menunjukkan bahwa jumlah peserta/jamaah GSJN di semua masjid penyelenggara terjadi fluktuasi di tiap bulannya selama setahun ini. Tinggi pada awal dilaunchingnya, sempat turun, naik lagi di pertengahan, dan saat ini mulai naik lagi. Inilah yang akan tetap kita pantau, keistiqomahan menjadi poin yang harus dimiliki oleh seorang aktifis muslim. Kita berharap hingga suatu saat nanti, gerakan subuh jamaah ini berjalan sebagai sebuah kebiasaan sebagai salah satu sarana mencetak pemimpin besar bangsa ini. Mohon doa dari asatidz, rektor, pimpinan perguruan tinggi, dan umat Islam pada umumnya agar 15-20 tahun lagi kami siap memimpin Indonesia. Saatnya berproses bangkit. Bangkit untuk berjaya. Membangun peradaban Indonesia.”

Melalui keistiqomahan inilah, FSLDK Indonesia ingin menyampaikan bahwa sholat shubuh di masjid menjadi salah satu sarana terbaik untuk menumbuhkan semangat juang dan kepemimpinan seorang muslim. Maka kelak, harapannya oang-orang yang menjadi bagian dari GSJN ini nantinya siap inisiator-inisiator kebaikan di lingkungannya dan memegang peranan sentral bagi bangkit jayanya peradaban di Indonesia.

Lihat juga rilis lainnya di :

1 Tahun Gerakan Subuh Jamaah Nasional FSLDK serukan kebangkitan Islam

http://www.kiblat.net/2016/10/03/1-tahun-gerakan-subuh-jamaah-nasional-fsldk-serukan-kebangkitan-islam/

Satu Tahun FSLDK Serukan Kebangkitan

http://m.hidayatullah.com/none/read/2016/10/03/101924/satu-tahun-fsldk-indonesia-menyerukan-kebangkitan.html

FSLDK Peringati Setahun Konsistensi Gerakan Subuh Jamaah Berjamaah

http://solo.tribunnews.com/2016/10/01/fsldk-peringati-setahun-konsistensi-gerakan-subuh-berjamaah-di-masjid-nurul-huda-uns

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://www.timlo.net/baca/68719685888/fsldk-gelorakan-gerakan-subuh-jamaah-nasional/

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://news.babe.co.id/8598471⁠⁠⁠⁠

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Satu Tahun Gerakan Subuh Jamaah Nasional, FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Sabtu-Ahad, 1-2 Oktober akan menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia umumnya, dan khususnya bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Karena tepat pada tanggal tersebut bersamaan dengan 1 Muharram 1438H, satu tahun telah berlangsung Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN). GSJN adalah satu gerakan yang menekankan pada keistiqomahan dalam menjalankan sholat subuh berjamaah, dan karena mendasarkan pada gerakan mahasiswa maka masjid kampus adalah destinasi yang diutamakan. Bukan berati menutup mata dengan masyarakat umum dan masjid jami’ di luar kampus, karena pelan tapi pasti FSLDK Indonesia mencoba untuk menggandeng pemerintah dan ormas untuk ikut menginisiasi atau menyemarakkan agenda ini.

Pada edisi milad satu tahun GSJN ini, tema yang diusung adalah “Bangkit untuk Berjaya. Membangun Peradaban Indonesia”. Masih linier dengan tema satu tahun yang lalu saat gerakan ini di-launching, yaitu “Dari Masjid Peradaban Indonesia Bangkit”. Tema ini menggambarkan satu mimpi dari gerakan ini khususnya, bahwa peradaban emas Indonesia hanya akan bangkit saat Islam berdiri tegak di negeri ini. Walaupun secara de facto Indonesia adalah negara muslim terbesar, namun implementasi Islam sebagai jalan hidup masih sangat kurang. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus mengambil perannya, khususnya mahasiswa muslim (red: aktivis dakwah kampus). Maka tidak salah kiranya ketika gerakan ini pada awal kelahirannya dan sampai berkembangnya nanti InsyaAllah, akan tetap menitik beratkan masjid kampus dan mahasiswa sebagai representasi semangat juang Islam pada ranah akademisi, kaum intelektual, calon-calon pemimpin bangsa, dan tentunya penggerak perubahan.

GSJN ke-13 kali ini diselenggarakan di 35 titik di Indonesia diantaranya Jambi, Pontianak, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. GSJN kali ini diselenggarakan *di lebih dari 40 kampus diantaranya Universitas Bangka belitung, STEI SEBI, ITB, STKIP PGRI Ngawi, IKIP PGRI Pontianak, Universitas Mulawarman, dan Universitas Siliwangi. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak selama setahun penyelenggaraan. Unsur pelaksananya pun telah berkembang, tidak hanya kampus saja namun juga sudah merambah ke pemerintah dan masyarakat. Dukungan positif untuk gerakan ini sudah mulai banyak terlihat, baik testimoni langsung dari para tokoh seperti Rektor Universitas Bangka Belitung, Rektor STIKES Mandala Waluya Kendari, Rektor IKIP PGRI Pontianak, Kepala Kawil Kemenag Sulawesi Tenggara, Walikota Pontianak, sampai Novelis Habiburrahman El Shirazy. Dukungan penuh dari para ulama, ormas, dan civitas akademika ikut menyemarakkan agenda gerakan subuh jamaah ini. Untuk menggaet massa masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda-beda, mulai dari publikasi masif melalui media, pencerdasan, maupun dengan menambah pernak-pernik lain seperti sarapan gratis, doorprize dan sebagainya.

Melihat antusias warga kampus maupun masyarakat dan pemerintah pada umumnya sudah mulai marak terhadap gerakan ini, maka FSLDK Indonesia akan lebih giat dalam berupaya mewujudkan mimpi untuk membangkitkan peradaban Indonesia melalui ruh keislaman,khususnya pada Gerakan Subuh Jamaah Nasional ini. Tentu untuk membangun peradaban Indonesia yang begitu besar, satu forum mahasiswa saja tidak akan cukup. Oleh karena itu FSLDK Indonesia mengajak semua unsur ormas islam, gerakan mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menyemarakkan gerakan ini, bukan hanya sebulan sekali tetapi harapannya bisa setiap hari. Dengan demikian langkah terakhir hanya tinggal memasrahkan semua hasil pada Allah atas segala usaha. Semoga Allah ta’ala meridhai dan menolong bangsa ini.

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

GSJN #3 Spesial 1 Tahun

By | Berita, GSJN, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Assholatu khoirun min an-naum
Sholat lebih baik dari tidur

Tidak umum terdengar, paling hanya sehari sekali. Terdengar saat dini hari, banyak mata terpejam dan tidak peduli.

Tetapi, sebuah istana megah bernama madain dibuka oleh kaum muslimin, dibawah pimpinan seorang khalifah yang gagah perkasa namun sederhana. Kota berbenteng, tidak tertaklukan dalam pertempuran berabad abad, dibuka oleh pemuda tanggung pemberani. Di masa itu, ummat muslim sangat akrab dengan seruan itu, sangat sering mendengar lantunan khusus dalam adzan tersebut.

Ummat merindukan kejayaan, memimpikan terwujudnya cita era gemilang. Maka kami hadirkan sebuah inspirasi dan cinta kami untuk ummat, Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN).

Hampir genap setahun FSLDK Indonesia berusaha menjaga ruh semangat GSJN bersama 37 FSLDK daerah sebagai usaha untuk melangkah menuju peradaban mulia yang bermula dari masjid.

Dan kali ini, FSLDK Indonesia kembali hadir dengan GSJN #13 yang bertajuk Milad GSJN 1 Muharram 1438 H dengan tema “Bangkit Untuk Berjaya, Membangun Peradaban Indonesia”. GSJN#13 ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Oktober 2016 serentak di 35 titik di Indonesia.

Mari kita terus sambut seruan suci ini. Untuk bangkit. Untuk berjaya. Untuk peradaban Indonesia.

IMG-20160131-WA0021

Ratusan Masyarakat Menghadiri Gerakan Shubuh Jamaah Nasional

By | GSJN, Rilis | No Comments
IMG-20160131-WA0021

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Sabtu, 30 Januari 2016, menjadi tanggal pelaksanaan Gerakan Shubuh Jamaah Nasional untuk yang keempat kalinya. Gerakan yang dipelopori oleh FSLDK Indonesia ini, diawali dengan kajian terlebih dahulu pada jum’at malamnya. Kajian yang dilaksanakan pada program bertagar #GSJN4 ini mengangkat tema “Yahudi dan Pengaruhnya Terhadap Peradaban Islam”.

Pada kajian tersebut diungkapkan banyak mengenai kekejaman bangsa Yahudi, sejarahnya, dan rencana-rencana keji dibalik kejahatan yang mereka lakukan. Hal ini membuka mata banyak masyarakat yang selama ini bersikap acuh terhadap kekejaman bangsa Yahudi. Kajian ini juga memberi kesadaran baru kepada masyarakat, bahwa selama ini mungkin ternyata kita secara tidak sadar, telah membantu bangsa Yahudi dalam menjalankan rencana-rencana keji dan tipu daya mereka.

Pada pelaksanaan yang keempat ini, Gerakan Shubuh Jamaah Nasional diadakan di 18 masjid dari 18 wilayah di Indonesia dengan tema yang sama. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti program GSJN yang keempat ini terlihat dari ratusan masyarakat yang menghadiri GSJN yang keempat ini. Dalam kegiatan ini, juga diselenggarakan penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara sesama muslim di Palestina yang ditindas dan dianiaya dengan begitu keji oleh zionis Israel. Dana yang terkumpul akan disalurkan oleh FSLDK Indonesia ke Palestina melalui KNRP. (Admin)

images

Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional Menghiasi Awal Tahun Baru Hijriyah

By | Berita, Indonesia, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

 

IMG-20151014-WA0019

GSJN di Masjid Nurul Huda UNS

 

1 Muharram 1437 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 14 Oktober 2015, menjadi sangat istimewa bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan sebanyak 7065 masyarakat Indonesia berkumpul di sembilan belas -menurut data yang sudah masuk saat ini- wilayah di Indonesia untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dalam acara Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia. Adapun wilayah tempat dilaksanakannya Grand Launching GSJN ini antara lain: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Bandung, Jakarta, Priyangan Barat, Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Malang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Utara, Maluku, dan Bali.

Dalam pelaksanaannya, Masjid Nurul Huda yang berlokasi di Universitas Sebelas Maret menjadi pusat kegiatan dari acara Grand Launching yang memiliki tagar #GSJN di media sosial ini. Kegiatan Grand Launching ini diawali dengan mabit bersama di tiap-tiap masjid kampus yang menjadi lokasi pelaksanaan. Adapun konten yang disampaikan ketika mabit berbeda-beda di setiap daerah, salah satunya adalah kajian mengenai ‘Sejarah Islam di Indonesia’ di Masjid Nurul Huda UNS. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di dini harinya dengan melaksanakan shalat Qiyamullail berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan shalat shubuh berjamaah di tiap-tiap masjid kampus.

Setelah shalat shubuh, para peserta dengan khidmat mendengarkan kultum shubuh oleh para asaatidz yang berbeda di tiap masjid kampus. Dalam kegiatan Grand Launching GSJN ini, dilaksanakan pula penggalangan dana untuk membantu korban bencana asap di Indonesia. Hingga saat ini, jumlah donasi yang terkumpul adalah sebesar Rp. 62.829.700,-. Donasi yang dikumpulkan dari 7065 jamaah ini, akan diserahkan kepada PKPU wilayah setempat untuk disalurkan kepada korban-korban yang tertimpa bencana asap. Jumlah donasi dan jamaah akan terus bertambah mengingat belum semua data diterima oleh Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia.

“Mulai malam ini, gerakan ini bukan hanya milik FSLDK, tapi milik kita semua! Dan sebagaimana Grand Launching, pasti juga ada Grand Closing. Maka, saya ingin menyampaikan bahwa tanggal dan waktu Grand Closing gerakan ini akan kami informasikan kemudian. Namun untuk tempat, InsyaAllah akan kita langsungkan di surga Firdaus kelak”, tutur Muhammad Syukri Kurnia Rahman, selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

no image added yet.

Grand Launching Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional

By | | No Comments

IMG-20151009-WA0004

Poster Grand Launching GSJN

FSLDK Indonesia akan mengadakan Grand Launching sebuah gerakan bertajuk Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional. Kegiatan ini dipelopori oleh 14 kampus di Indonesia, dan dilaksanakan di lebih dari 20 kampus di seluruh wilayah Indonesia. Dalam kegiatan ini, FSLDK Indonesia juga akan menggalang dana untuk membantu korban asap yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

Check Out Our Teaser Video: Here

MTI5MDI1OTI5Mzg4NDM2MDk5

Mengawali Tahun Baru Dengan Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

IMG-20151009-WA0004

Poster Grand Launching GSJN

SOLO – Shalat shubuh merupakan salah satu shalat fardhu yang paling fundamental bagi umat Islam, dan melaksanakannya secara berjama’ah merupakan salah satu parameter kehebatan umat Islam dalam suatu wilayah dan zaman. Bahkan, dalam pelaksanaannya kuantitas jama’ah dalam melaksanakan shalat shubuh dapat dijadikan sebagai indikator kekokohan umat Muslim.

Menyadari akan pentingnya hal itu, dan untuk mengawali tahun baru Hijriyah, Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia akan mencanangkan agenda bertajuk Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional (GSJN). Agenda yang akan dilaksanakan secara serentak oleh kampus-kampus di seluruh penjuru nusantara ini, akan diawali dengan Grand Launching yang dipelopori oleh empat belas kampus di Indonesia, pada tanggal 1 Muharram 1437 H yang bertepatan pada tanggal 14 Oktober 2015.

Empat belas kampus yang akan bergabung sebagai pelopor untuk Grand Launching  GSJN ini antara lain: Masjid Kampus UNDIP (UNDIP), Masjid Al-Muhtadin (UNTAN), Masjid Salman ITB (ITB), Masjid Al-Fatihah (UNMUL), Masjid Syamsul Ulum (Telkom University), Masjid Al-Hurriyah (IPB), Masjid Ukhuwah Islamiyah (UI), Masjid Al-Wasii UNILA (UNILA), Masjid Salahudin Al-Ayyubi (NF). Masjid Darussalam (IAIN Palangkaraya), Masjid Manarul Imli (ITS), Masjid Ulul Albab (UNNES), Kopelma Darussalam (UNSYIAH), dan Masjid Nurul Huda (UNS) sebagai pusatnya.

Rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan pada Grand Launching GSJN ini adalah tabligh akbar yang diadakan pada malam hari, dan shalat shubuh berjama’ah pada pagi harinya. Kuliah shubuh juga akan diadakan setelah shalat shubuh berjama’ah. Dalam Grand Launching ini, sebagian kampus yang menjadi pelopor, akan saling terhubung satu sama lain melalui Video Conference yang ditampilkan di masing-masing lokasi. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap korban kabut asap di beberapa wilayah Indonesia, FSLDK Indonesia yang bekerjasama dengan PKPU akan melaksanakan penggalangan dana untuk menanggulangi korban bencana nasional tersebut.

Gerakan shalat shubuh berjama’ah dengan skala nasional yang bertagar #DariMasjidKampusPeradabanBangkit ini, direncanakan akan dilaksanakan setiap bulan di masjid-masjid kampus di seluruh Indonesia. FSLDK Indonesia berharap dengan adanya gerakan ini, negeri tercinta Indonesia dan seluruh masyarakatnya akan senantiasa diliputi keberkahan dan kebaikan. Diharapkan pula dari gerakan ini, negara Indonesia dapat bangkit dan hadir sebagai kontributor peradaban dunia yang baru.

——————————————————- Media FSLDK Indonesia —————————————————-

Email : info@fsldkindonesia.org

Fanpage : FSLDK Indonesia

Twitter : @FsdkIndonesia | @JarmusnasFSLDKI

Line : @yok1532s

G+ : FSLDK Indonesia

Categories