Dari Masjid Kampus Untuk Indonesia Archives - FSLDK Indonesia

whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Satu Tahun FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments
whatsapp-image-2016-10-03-at-16-59-02

Salah satu kegiatan GSJN di Kal-Bar bersama Walikota Pontianak

Surakarta (1-2/10) – Tanggal 1-2 Oktober 2016 menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Bertepatan dengan 1 Muharram 1438 H, FSLDK Indonesia telah genap satu tahun menyelenggarakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN) yang digelar serentak di berbagai titik penjuru Indonesia setiap bulannya. GSJN adalah satu gerakan yang menekankan pada keistiqomahan dalam menjalankan sholat subuh secara berjamaah.

FSLDK Indonesia meyakini bahwa gerakan ini adalah syarat perubahan dan kebangkitan karena mendasarkan pada gerakan mahasiswa dengan ciri khas dan potensinya. Maka sudah saatnya masjid kampus adalah destinasi yang diutamakan menuju kebangkitan. Bukan berarti kami menutup mata dengan masyarakat umum dan masjid jami’ di luar kampus, tetapi pelan tapi pasti FSLDK Indonesia mencoba  menggandeng pemerintah dan ormas untuk ikut menginisiasi atau menyemarakkan agenda ini di seluruh elemen masyarakat.

Pada edisi satu tahun atau GSJN ke 13 ini , tema yang diusung adalah “Bangkit untuk Berjaya. Membangun Peradaban Indonesia”. Masih linier dengan tema satu tahun yang lalu saat gerakan ini di-launching, yaitu “Dari Masjid Peradaban Indonesia Bangkit”. Tema ini menggambarkan satu mimpi dari gerakan ini khususnya, bahwa peradaban emas Indonesia hanya akan bangkit saat Islam berdiri tegak di negeri ini. Walaupun secara de facto Indonesia adalah negara muslim terbesar, namun implementasi Islam sebagai jalan hidup masih sangat kurang. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus mengambil perannya, khususnya mahasiswa muslim (red: aktivis dakwah kampus). Maka tidak salah kiranya ketika gerakan ini pada awal kelahirannya dan sampai berkembangnya nanti InsyaAllah, akan tetap menitik beratkan masjid kampus dan mahasiswa sebagai representasi semangat juang Islam pada ranah akademisi, kaum intelektual, calon-calon pemimpin bangsa, dan tentunya penggerak perubahan.

GSJN kali ini diselenggarakan di 36 titik di Indonesia dengan lebih dari 40 masjid kampus penyelenggara yang diantaranya, Masjid Kampus Universitas Bangka Belitung, Universitas Mulawarman, Universitas Negeri Gorontalo, dan  Salman ITB Bandung. Tiga puluh enam titik penyelenggara ini merupakan jumlah terbanyak selama setahun penyelenggaraan. Lebih dari 3.000 jamaah yang hadir dalam GSJN kali ini. Hal ini menunjukkan meningkatnya kembali jumlah peserta dari GSJN sebelum-sebelumnya. Infaq yang terkumpul tidak kurang dari  Rp 7.000.000,- yang seperti biasa akan didonasikan untuk Palestina melalui Komisi Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).

Seperti bulan-bulan sebelumnya , untuk menggaet massa masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda-beda, mulai dari publikasi masif melalui media, sosialisasi ke beberapa komunitas atau forum, maupun dengan menambah pernak-pernik lain seperti sarapan gratis, doorprize dan sebagainya. Unsur pelaksananya pun telah berkembang, tidak hanya kampus saja namun juga sudah merambah ke pemerintah dan masyarakat. Dukungan positif untuk gerakan ini sudah mulai banyak terlihat, baik dari para tokoh seperti rektor, pejabat, hingga novelis sekelas Habiburrahman El Shirazy. Dukungan penuh dari para ulama, ormas, dan civitas akademika ikut menyemarakkan agenda gerakan subuh jamaah ini.

“Mengapa banyak manusia sebagai makhluk Allah yang notabene paling sempurna yang dilengkapi dengan akal fikir sempurna tidak mensyukuri nikmat, tidak tulus dan serius dalam beribadah dan memurnikan keimanan kepada sang pencipta-Allah SWT? Subuh on time pertanda syukur dan kuatnya iman seseorang, maka marilah kita mulai aktivitas sehari-hari dengan subuh berjamaah di masjid semoga keberkahan dan rahmat Allah selalu tercurahkan pada kita semua.”, terang Prof. Drs. Sutarno, M.Sc, Ph.D selaku Wakil Rektor Bidang Akademik UNS yang sangat adanya agenda GSJN ini.

Noval Abuzarr, S.Pd (Koordinator Presidium Pemuda Djayakarta) juga memberikan apresiasinya kepada FSLDK Indonesia yang telah mengawal syiar subuh ini dan berkembang sampai berusia satu tahun penyelenggaraan  melalui penyampaiannya “Apresiasi besar buat FSLDK yang mengadakan GSJN, di tengah anak muda yang makin hedonis masih ada anak-anak muda Muslim yang makin religius dan komitmen menegakkan nilai-nilai Tauhid dan bermasyarakat”.

Terdapat hal yang berbeda pada edisi milad satu tahun ini yaitu adanya video conference penyampaian progress pelaksanaan GSJN sejak Oktober 2015 lalu. Surakarta (Solo) yang merupakan salah satu titik pelaksana GSJN sekaligus sebagai Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia dipilih menjadi tempat diselenggarakannya video conference tersebut.  Video conference yang dilaksanakan pada pukul 20.00 WIB ini saksikan pula oleh 35 FSLDK yang lainnya. Dalam laporannya, Hanafi Ridwan sebagai Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia menyampaikan bahwa “Grafik menunjukkan bahwa jumlah peserta/jamaah GSJN di semua masjid penyelenggara terjadi fluktuasi di tiap bulannya selama setahun ini. Tinggi pada awal dilaunchingnya, sempat turun, naik lagi di pertengahan, dan saat ini mulai naik lagi. Inilah yang akan tetap kita pantau, keistiqomahan menjadi poin yang harus dimiliki oleh seorang aktifis muslim. Kita berharap hingga suatu saat nanti, gerakan subuh jamaah ini berjalan sebagai sebuah kebiasaan sebagai salah satu sarana mencetak pemimpin besar bangsa ini. Mohon doa dari asatidz, rektor, pimpinan perguruan tinggi, dan umat Islam pada umumnya agar 15-20 tahun lagi kami siap memimpin Indonesia. Saatnya berproses bangkit. Bangkit untuk berjaya. Membangun peradaban Indonesia.”

Melalui keistiqomahan inilah, FSLDK Indonesia ingin menyampaikan bahwa sholat shubuh di masjid menjadi salah satu sarana terbaik untuk menumbuhkan semangat juang dan kepemimpinan seorang muslim. Maka kelak, harapannya oang-orang yang menjadi bagian dari GSJN ini nantinya siap inisiator-inisiator kebaikan di lingkungannya dan memegang peranan sentral bagi bangkit jayanya peradaban di Indonesia.

Lihat juga rilis lainnya di :

1 Tahun Gerakan Subuh Jamaah Nasional FSLDK serukan kebangkitan Islam

http://www.kiblat.net/2016/10/03/1-tahun-gerakan-subuh-jamaah-nasional-fsldk-serukan-kebangkitan-islam/

Satu Tahun FSLDK Serukan Kebangkitan

http://m.hidayatullah.com/none/read/2016/10/03/101924/satu-tahun-fsldk-indonesia-menyerukan-kebangkitan.html

FSLDK Peringati Setahun Konsistensi Gerakan Subuh Jamaah Berjamaah

http://solo.tribunnews.com/2016/10/01/fsldk-peringati-setahun-konsistensi-gerakan-subuh-berjamaah-di-masjid-nurul-huda-uns

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://www.timlo.net/baca/68719685888/fsldk-gelorakan-gerakan-subuh-jamaah-nasional/

FSLDK Gelorakan Gerakan Subuh Jamaah Nasional

http://news.babe.co.id/8598471⁠⁠⁠⁠

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

GSJN #3 Spesial 1 Tahun

By | Berita, GSJN, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Assholatu khoirun min an-naum
Sholat lebih baik dari tidur

Tidak umum terdengar, paling hanya sehari sekali. Terdengar saat dini hari, banyak mata terpejam dan tidak peduli.

Tetapi, sebuah istana megah bernama madain dibuka oleh kaum muslimin, dibawah pimpinan seorang khalifah yang gagah perkasa namun sederhana. Kota berbenteng, tidak tertaklukan dalam pertempuran berabad abad, dibuka oleh pemuda tanggung pemberani. Di masa itu, ummat muslim sangat akrab dengan seruan itu, sangat sering mendengar lantunan khusus dalam adzan tersebut.

Ummat merindukan kejayaan, memimpikan terwujudnya cita era gemilang. Maka kami hadirkan sebuah inspirasi dan cinta kami untuk ummat, Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN).

Hampir genap setahun FSLDK Indonesia berusaha menjaga ruh semangat GSJN bersama 37 FSLDK daerah sebagai usaha untuk melangkah menuju peradaban mulia yang bermula dari masjid.

Dan kali ini, FSLDK Indonesia kembali hadir dengan GSJN #13 yang bertajuk Milad GSJN 1 Muharram 1438 H dengan tema “Bangkit Untuk Berjaya, Membangun Peradaban Indonesia”. GSJN#13 ini akan dilaksanakan pada tanggal 1-2 Oktober 2016 serentak di 35 titik di Indonesia.

Mari kita terus sambut seruan suci ini. Untuk bangkit. Untuk berjaya. Untuk peradaban Indonesia.

no image added yet.

GSJN #7: Nasionalisme dalam Perspektif Islam Seorang Tjokroaminoto

By | Rilis | No Comments

Pada bulan April, Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia kembali menggencarkan Gerakan Shalat Shubuh Berjamaah (GSJN) di berbagai lokasi di Indonesia. Gerakan yang dilaksanakan setiap bulan ini merupakan upaya untuk mengajak umat Muslim bersatu dalam barisan shalat Shubuh berjamaah, yang merupakan tolok ukur kejayaan agama Islam.

GSJN yang sudah memasuki kali ketujuh ini dilaksanakan pada tanggal 22-23 April 2016. Terhitung ada 34 masjid kampus di seluruh Indonesia yang mengadakan shalat Shubuh berjamaah.

Dalam GSJN #7 ini, FSLDK Indonesia mengambil tema “Nasionalisme dalam Perspektif Islam Seorang Tjokroaminoto.” Tema ini dipilih sebagai tanggapan atas kembali terhembusnya isu-isu yang mengobok-obok umat Islam. Melalui kisah perjuangan Hadji Oemar Said (H.O.S.) Tjokroaminoto, seorang tokoh pergerakan Islam yang memimpin organisasi Syarikat Islam (SI), FSLDK Indonesia mencoba meluruskan stigma yang menyandingkan Islam dengan radikalisme.

H.O.S. Tjokroaminoto adalah seorang pejuang yang memiliki garis darah ulama dari Ponorogo, Jawa Timur, yang bernama Kyai Haji Hasan Besari. Menyadari bahwa umat Islam tertindas oleh kenyamanan semu yang dihembuskan oleh para penjajah, Tjokroaminoto mencoba membangkitkan keinginan umat Islam untuk kembali menjadi umat yang merdeka. Berdasar kepada Al Qur’an dan Sunnah, Tjokroaminoto mencontoh kepemimpinan Rasulullah saw. yang membangkitkan kekuatan bangsa Arab ketika terjajah oleh Romawi dan Persia. Melalui paradigma lima-K, umat Islam kembali disadarkan agar bangkit menjadi bangsa yang merdeka. Kelima paradigma itu adalah: kemauan, kekuatan, kemenangan, kekuasaan, dan kemerdekaan. SI pimpinan Tjokroaminoto pun kemudian menyelenggarakan kongres pertama di Surabaya, yang menjadi cikal bakal Kongres Nasional Central Syarikat Islam di Bandung. Pada kongres inilah istilah nasional disosialisasikan.

Tjokroaminoto adalah penentang ideologi komunis yang pertama kali dikampanyekan oleh perserikatan komunis India. Beliau pula pencipta kopiah nasional sebagai pengganti blangkon, yang selanjutnya diikuti oleh menantunya, Ir. Soekarno. Dalam lambang yang pertama kali digunakan oleh SI, terlihat jelas nilai-nilai Islam yang menjadi dasar perjuangan SI dalam upaya mencapai kemerdekaan bangsa dan negara.

Dari kisah tersebut, telah menjadi fakta sejarah bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia didasarkan pada persatuan umat Islam. Radikalisme yang disandingkan dengan Islam pun menjadi tidak relevan dengan sikap nasionalis umat Islam yang tercermin dalam diri H.O.S. Tjokroaminoto.

Melalui GSJN kali ini, masyarakat Indonesia diharapkan dapat memperoleh pemahaman mendasar mengenai perjuangan ulama Muslim di masa lalu dalam meraih kemerdakaan nasional sehingga tidak mudah diombang-ambingkan oleh isu-isu yang beredar di media. Diharapkan pula masyarakat Indonesia kembali memahami pentingnya persatuan dan kesatuan dalam sebuah jamaah umat untuk mencapai kejayaan agama Islam.

IMG-20160131-WA0021

Ratusan Masyarakat Menghadiri Gerakan Shubuh Jamaah Nasional

By | GSJN, Rilis | No Comments
IMG-20160131-WA0021

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi

Sabtu, 30 Januari 2016, menjadi tanggal pelaksanaan Gerakan Shubuh Jamaah Nasional untuk yang keempat kalinya. Gerakan yang dipelopori oleh FSLDK Indonesia ini, diawali dengan kajian terlebih dahulu pada jum’at malamnya. Kajian yang dilaksanakan pada program bertagar #GSJN4 ini mengangkat tema “Yahudi dan Pengaruhnya Terhadap Peradaban Islam”.

Pada kajian tersebut diungkapkan banyak mengenai kekejaman bangsa Yahudi, sejarahnya, dan rencana-rencana keji dibalik kejahatan yang mereka lakukan. Hal ini membuka mata banyak masyarakat yang selama ini bersikap acuh terhadap kekejaman bangsa Yahudi. Kajian ini juga memberi kesadaran baru kepada masyarakat, bahwa selama ini mungkin ternyata kita secara tidak sadar, telah membantu bangsa Yahudi dalam menjalankan rencana-rencana keji dan tipu daya mereka.

Pada pelaksanaan yang keempat ini, Gerakan Shubuh Jamaah Nasional diadakan di 18 masjid dari 18 wilayah di Indonesia dengan tema yang sama. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti program GSJN yang keempat ini terlihat dari ratusan masyarakat yang menghadiri GSJN yang keempat ini. Dalam kegiatan ini, juga diselenggarakan penggalangan dana untuk membantu saudara-saudara sesama muslim di Palestina yang ditindas dan dianiaya dengan begitu keji oleh zionis Israel. Dana yang terkumpul akan disalurkan oleh FSLDK Indonesia ke Palestina melalui KNRP. (Admin)

images

Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional Menghiasi Awal Tahun Baru Hijriyah

By | Berita, Indonesia, LDK, Puskomda, Puskomnas | No Comments

 

IMG-20151014-WA0019

GSJN di Masjid Nurul Huda UNS

 

1 Muharram 1437 Hijriyah yang bertepatan dengan tanggal 14 Oktober 2015, menjadi sangat istimewa bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan sebanyak 7065 masyarakat Indonesia berkumpul di sembilan belas -menurut data yang sudah masuk saat ini- wilayah di Indonesia untuk melaksanakan shalat shubuh berjamaah, dalam acara Grand Launching Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) yang diselenggarakan oleh FSLDK Indonesia. Adapun wilayah tempat dilaksanakannya Grand Launching GSJN ini antara lain: Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Bandung, Jakarta, Priyangan Barat, Yogyakarta, Solo, Semarang, Purwokerto, Surabaya, Malang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Utara, Maluku, dan Bali.

Dalam pelaksanaannya, Masjid Nurul Huda yang berlokasi di Universitas Sebelas Maret menjadi pusat kegiatan dari acara Grand Launching yang memiliki tagar #GSJN di media sosial ini. Kegiatan Grand Launching ini diawali dengan mabit bersama di tiap-tiap masjid kampus yang menjadi lokasi pelaksanaan. Adapun konten yang disampaikan ketika mabit berbeda-beda di setiap daerah, salah satunya adalah kajian mengenai ‘Sejarah Islam di Indonesia’ di Masjid Nurul Huda UNS. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di dini harinya dengan melaksanakan shalat Qiyamullail berjamaah, setelah itu dilanjutkan dengan shalat shubuh berjamaah di tiap-tiap masjid kampus.

Setelah shalat shubuh, para peserta dengan khidmat mendengarkan kultum shubuh oleh para asaatidz yang berbeda di tiap masjid kampus. Dalam kegiatan Grand Launching GSJN ini, dilaksanakan pula penggalangan dana untuk membantu korban bencana asap di Indonesia. Hingga saat ini, jumlah donasi yang terkumpul adalah sebesar Rp. 62.829.700,-. Donasi yang dikumpulkan dari 7065 jamaah ini, akan diserahkan kepada PKPU wilayah setempat untuk disalurkan kepada korban-korban yang tertimpa bencana asap. Jumlah donasi dan jamaah akan terus bertambah mengingat belum semua data diterima oleh Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia.

“Mulai malam ini, gerakan ini bukan hanya milik FSLDK, tapi milik kita semua! Dan sebagaimana Grand Launching, pasti juga ada Grand Closing. Maka, saya ingin menyampaikan bahwa tanggal dan waktu Grand Closing gerakan ini akan kami informasikan kemudian. Namun untuk tempat, InsyaAllah akan kita langsungkan di surga Firdaus kelak”, tutur Muhammad Syukri Kurnia Rahman, selaku Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia.

Categories