Bankit Untuk Berjaya Archives - FSLDK Indonesia

fsldk-logo

FSLDK Indonesia Mengecam Kriminalisasi Ulama dan Tindakan Inkonstitusional Aparat Negara

By | Indonesia, LDK, Puskomnas, Rilis | No Comments

fsldk-logo

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) menyatakan kekecewaannya terhadap Polda Metro Jaya yang pada Kamis kemarin (30/3/17) melakukan penangkapan terhadap Sekjend Forum Umat Islam (FUI) K.H Al-Khaththath, dan lima ulama lainnya dengan tuduhan makar. Penangkapan ini dilakukan pada malam hari, sebelum dilaksanakannya aksi 313.

K.H Al-Khaththath merupakan pimpinan aksi 313, yang dalam tuntuntannya hendak mendesak kembali pemerintah menuntaskan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang semakin kabur. Dugaan makar yang menjadi alasan kuat ditangkapnya ulama umat Islam, K.H Al-Khaththath, telah menunjukkan bahwa pemerintah semakin gentar dengan desakan umat Islam melalui aksi-aksi besar yang berkelanjutan menyerukan ketegasan sikap pemerintah terhadap penista agama.

Tertanggal 16 November 2016 Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka dan pada sidang perdana yang digelar di Gedung Bekasi Pengadilan Jakarta Pusat menetapkan Ahok sebagai terdakwa dalam gelar perkara terbuka terbatas kasus penistaan agama. Namun hingga saat ini proses hukum berjalan lambat dan terkesan bertele-tele. Hal ini merupakan wujud penanganan hukum yang serampangan dan tidak segera, bahkan mengindikasikan aparat berlama-lama dan tidak tegas dalam menyelesaikan perkara tersebut, mengaburkan perkara dan melemahkan kekuatan hukum. Karena tak selayaknya seorang penista agama yang telah menodai kebhinnekaan dan keutuhan bangsa bebas melenggang dan bahkan bebas hukum.

Undang-undang No. 9 Tahun 1998 menyatakan tiap indvidu di Indonesia dapat mengemukakan aspirasinya sebagai perwujudan kebebabasan berpendapat. Hal tersebut adalah bukti shohih bahwa rakyat mengemukakan pendapat dijamin kebebasan dan keberadaannya secara konstitusi. Namun sikap represif aparat dan sikap inkonstitusional pemerintah yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat, terlebih pada alim ulama dan para asatidz yang menjadi pewaris para nabi dan kepercayaan umat Islam, telah menodai demokrasi Indonesia dan mengganggu keutuhan berbangsa dan bernegara.

Maka kami, FSLDK Indonesia dengan ini menyatakan sikap:

1. Pemerintah dan para aparat penegak hukum harus menyelesaikan perkara ini dengan segera dan tidak bertele-tele

2. Pemerintah dan aparat penegak hukum harus menegakkan hukum dengan seadil-adilnya

3. Mengecam keras tindakan Polda Metro Jaya atas tindakan penangkapan dan sikap represif aparat yang semena-mena

4. Mengecam keras tindakan pemerintah dan aparat negara yang dengan mudahnya menyematkan tuduhan makar pada rakyat yang menyampaikan aspirasinya secara benar sesuai hukum

5. Menghimbau kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam agar berdoa dengan sebaik-baik doa untuk kebaikan Negara dan Bangsa Indonesia

Apabila pemerintah dan aparat penegak hukum tidak mengindahkan konstitusi dan peraturan yang berlaku, maka sesungguhnya telah terjadi penodaan terhadap supremasi hukum dan tindakan yang inkonstitusional dan sewenang-wenang.

Semoga Allah menjaga negeri ini dari tangan-tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Allahu Akbar!

Surakarta, 1 April 2017
Ketua Puskomnas FSDLK Indonesia

Hanafi Ridwan Dwiatmojo

fsldk-logo

Diam Adalah Penghianatan

By | Puskomnas, Rilis | No Comments

fsldk-logo

 

 

Pada hari Jum’at yang penuh barokah ini, 28 Oktober 2016 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, kami FSLDK Indonesia kembali melakukan aksi turun ke jalan, setelah 10 hari yang lalu aksi kami tidak digubris. Aksi ini dilakukan di berbagai kota di Indonesia, diantaranya adalah Pangkalpinang, Bandung, Tasikmalaya, Semarang, Bandar Lampung, Jogjakarta, dan Solo. Yang kami ingin lakukan sederhana, untuk Menjaga Indonesia. Menjaga dari tindak arogansi yang mengancam keutuhan NKRI. Menjaga dari adab dan etika tercela seorang pejabat publik.

Aksi kami akan senantiasa dilakukan dengan tertib, sebagaimana W. R. Supratman menggesek biola untuk memainkan lagu Indonesia Raya. Namun tujuan kami jelas, tuntutan kami tegas. Sebagaimana teks sumpah pemuda 88 tahun lalu.

Kehadiran kami hari ini dilakukan untuk :
1.  Menjaga supremasi kebhinekaan yang mengayomi dan anti-provokasi
2. Menuntut sistem kepemimpinan yang beradab, bertata krama, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan daripada ego individu atau golongan
3. Menyerukan penjagaan Indonesia bagi siapa yang mencintainya. Dengan cara menolak tindak laku provokatif dan arogan.
4. Supremasi hukum yang adil bagi setiap golongan. Serta menuntut aparat penegak hukum untuk kembali pada kedaulatan hukum dan aturan di Indonesia dengan mengadili secepatnya pelaku, penistaan agama dalam hal ini adalah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atas dugaan pelanggaran UU No.1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama, serta pasal 156a KUHP tentang Penistaan Agama.

Indonesia adalah negara hukum, maka apabila kita berdiam diri dari menegakkan keadilan hukum, hari ini kita adalah penghianat negara. Ketika dagelan yang tidak lucu senantiasa dilakukan yang berakhir perpecahan, ketika hukum hanya jadi bahan tertawaan, maka Indonesia kita hari ini sedang terancam. Terjaganya Indonesia yang rukun dan damai akan kembali kepada tangan para pemuda yang tulus mencintainya.

Mari berjuang! Karena Allah bersama kita.

 

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Satu Tahun Gerakan Subuh Jamaah Nasional, FSLDK Indonesia Menyerukan Kebangkitan

By | Berita, LDK, Puskomda, Puskomnas, Rilis | No Comments

whatsapp-image-2016-09-28-at-13-32-02

Sabtu-Ahad, 1-2 Oktober akan menjadi sejarah bagi bangsa Indonesia umumnya, dan khususnya bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Karena tepat pada tanggal tersebut bersamaan dengan 1 Muharram 1438H, satu tahun telah berlangsung Gerakan Subuh Jamaah Nasional (GSJN). GSJN adalah satu gerakan yang menekankan pada keistiqomahan dalam menjalankan sholat subuh berjamaah, dan karena mendasarkan pada gerakan mahasiswa maka masjid kampus adalah destinasi yang diutamakan. Bukan berati menutup mata dengan masyarakat umum dan masjid jami’ di luar kampus, karena pelan tapi pasti FSLDK Indonesia mencoba untuk menggandeng pemerintah dan ormas untuk ikut menginisiasi atau menyemarakkan agenda ini.

Pada edisi milad satu tahun GSJN ini, tema yang diusung adalah “Bangkit untuk Berjaya. Membangun Peradaban Indonesia”. Masih linier dengan tema satu tahun yang lalu saat gerakan ini di-launching, yaitu “Dari Masjid Peradaban Indonesia Bangkit”. Tema ini menggambarkan satu mimpi dari gerakan ini khususnya, bahwa peradaban emas Indonesia hanya akan bangkit saat Islam berdiri tegak di negeri ini. Walaupun secara de facto Indonesia adalah negara muslim terbesar, namun implementasi Islam sebagai jalan hidup masih sangat kurang. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus mengambil perannya, khususnya mahasiswa muslim (red: aktivis dakwah kampus). Maka tidak salah kiranya ketika gerakan ini pada awal kelahirannya dan sampai berkembangnya nanti InsyaAllah, akan tetap menitik beratkan masjid kampus dan mahasiswa sebagai representasi semangat juang Islam pada ranah akademisi, kaum intelektual, calon-calon pemimpin bangsa, dan tentunya penggerak perubahan.

GSJN ke-13 kali ini diselenggarakan di 35 titik di Indonesia diantaranya Jambi, Pontianak, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. GSJN kali ini diselenggarakan *di lebih dari 40 kampus diantaranya Universitas Bangka belitung, STEI SEBI, ITB, STKIP PGRI Ngawi, IKIP PGRI Pontianak, Universitas Mulawarman, dan Universitas Siliwangi. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak selama setahun penyelenggaraan. Unsur pelaksananya pun telah berkembang, tidak hanya kampus saja namun juga sudah merambah ke pemerintah dan masyarakat. Dukungan positif untuk gerakan ini sudah mulai banyak terlihat, baik testimoni langsung dari para tokoh seperti Rektor Universitas Bangka Belitung, Rektor STIKES Mandala Waluya Kendari, Rektor IKIP PGRI Pontianak, Kepala Kawil Kemenag Sulawesi Tenggara, Walikota Pontianak, sampai Novelis Habiburrahman El Shirazy. Dukungan penuh dari para ulama, ormas, dan civitas akademika ikut menyemarakkan agenda gerakan subuh jamaah ini. Untuk menggaet massa masing-masing daerah memiliki cara yang berbeda-beda, mulai dari publikasi masif melalui media, pencerdasan, maupun dengan menambah pernak-pernik lain seperti sarapan gratis, doorprize dan sebagainya.

Melihat antusias warga kampus maupun masyarakat dan pemerintah pada umumnya sudah mulai marak terhadap gerakan ini, maka FSLDK Indonesia akan lebih giat dalam berupaya mewujudkan mimpi untuk membangkitkan peradaban Indonesia melalui ruh keislaman,khususnya pada Gerakan Subuh Jamaah Nasional ini. Tentu untuk membangun peradaban Indonesia yang begitu besar, satu forum mahasiswa saja tidak akan cukup. Oleh karena itu FSLDK Indonesia mengajak semua unsur ormas islam, gerakan mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menyemarakkan gerakan ini, bukan hanya sebulan sekali tetapi harapannya bisa setiap hari. Dengan demikian langkah terakhir hanya tinggal memasrahkan semua hasil pada Allah atas segala usaha. Semoga Allah ta’ala meridhai dan menolong bangsa ini.

whatsapp-image-2016-09-11-at-16-55-17

Saatnya Bangkit untuk Berjaya!

By | Berita, Puskomnas | No Comments

whatsapp-image-2016-09-11-at-16-55-17

Solo – Selama satu tahun lebih kepengurusan Puskomnas FSLDK Indonesia diamanhkan kepada JN UKMI UNS. Telah banyak jejak-jejak yang telah ditorehkan, baik di Solo maupun seluruh daerah di Indonesia. Telah banyak pula dinamisasi yang terjadi di internal kepengurusan FSLDK Indonesia, termasuk pergantian pengurus.

Pada hari Jumat, 26 Agustus 2016, bertepatan dengan momen Gerakan Shubuh Jamaah Nasional (GSJN) yang ke 11, Ketua Puskomnas demisioner menyerahkan amanahnya kepada ketua Puskomnas yang baru, Hanafi Ridwan Dwiatmojo. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Koordinator Komisi A pada saat kepengurusan akh Syukri Kurnia Rahman.

Tidak hanya ketua saja yang mengalami pergantian, beberapa PHT (Pengurus Harian Tetap) juga direkomposisi. Beberapa hanya mengalami pergeseran posisi, beberapa yang lain dulunya beramanah di Puskomda Solo Raya dan JN UKMI UNS.

Barokallaah wa innalillaah kepada pengurus baru penerus estafeta dakwah nasional Puskomnas FSLDK Indonesia periode 2015-2017.

Berikut adalah susunan Badan Pengurus Harian (BPH) yang baru:

Ketua
Hanafi Ridwan Dwiatmojo

Koordinator Komisi A:
Nugroho Sunu Pratama

Sekretaris Komisi A:
Siti Latifah

Koordinator Komisi B:
Hafid Tamimi

Sekretaris Komisi B:
Desy Dwi Ratna Sari

Koordinator Komisi C:
Zulfa Faizatul Jannah Elhuda

Sekretaris Komisi C:
Hafshah Zuhairoh

Koordinator Komisi D:
Subhan Abdul Aziz

Sekretaris Komisi D:
Rachma Fauzia Azhary

Restrukturisasi Puskomnas FSLDK Indonesia disosialisasikan pada Hari Jumat, 26 Agustus 2016 dalam rangkaian acara Gerakan Subuh Jamaah Nasional ke-11 di Masjid Nurul Huda UNS.

“Indonesia adalah karunia Allah pada dunia. Sepotong tanah surga yang diturunkan pada semesta. Diantara sekian banyak warna yang menghiasi tanah ini ada nama FSLDK Indonesia disana. FSLDK Indonesia dilahirkan dengan ruh Islamnya untuk membangkitkan kejayaan bangsa dan negara ini. Menjadikan Indonesia tampil memenuhi takdirnya untuk menjadi kontributor peradaban dunia yang baru. Dan tugas kita sebagai anak kandung Indonesia hari ini adalah memberikan yang terbaik dengan tangan-tangan kecil kita. Bersama-sama berjuang dan memulainya dari tempat kita berdiri dan dimulai dari dalam diri kita. Saatnya bangkit untuk berjaya!”, pesan dari Hanafi di akhir orasi perdananya.

Semoga dengan kepengurusan baru ini, amanah Puskomnas dapat terselesaikan dengan baik dalam memimpin gerak dakwah kampus di Indonesia.

AllahuAkbar!!!

Categories