Ayo Berlari! Archives - FSLDK Indonesia

Panflet Rapimda II

Sukseskan !!! Rapimda II FSLDK Sultra

By | Berita, Puskomda, Rilis | No Comments
Panflet Rapimda II

Pamflet Rapimda II FSLDK Sulteng

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Sulawesi Tenggara rencananya akan menggelar Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) II pada tanggal 26 dan 27 Maret 2016 yang bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mandala Waluya, Kendari. Tema RAPIMDA II FSLDK SULTRA tahun ini adalah “FSLDK Berkarya Untuk Sultra Gemilang”. Tema ini di usung agar FSLDK sebagai lembaga tingkat daerah yang menaungi setiap Lembaga Dakwah Kampus (LDK) di Sulawesi Tenggara dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat khususnya mahasiswa yang bermoral, berakhlak serta berprestasi dalam akademik sehingga menghasilkan Sumber daya manusia yang berkualitas dan siap membangun Sultra.

RAPIMDA II FSLDK SULTRA akan dihadiri oleh Ketua STIKES Mandala Waluya, Walikota dan Wakil Walikota Kendari. Kehadiran walikota kendari rencananya akan sekaligus membuka kegiatan RAPIMDA II tersebut. Selanjutnya kegiatan ini akan dirangkaikan dengan Talk Show dengan tema “LGBT Barang Baru yang di Perbaharui”.

Direncanakan acara pembukaan RAPIMDA II akan dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa dan pengurus LDK yang berasal dari beberapa universitas di lingkup Sulawesi Tenggara seperti LDK UKKI Universitas Halu Oleo, LDK Universitas Sembilan Belas November, LDK Fastabikul Khairat Universitas Dayanu Ikhsanudin, LDK Ar Raihan Universitas Lakidende dan MPM AL Afiyah Stikes Mandala Waluya sendiri sebagai tuan rumah. RAPIMDA yang akan berlangsung selama 2 hari ini membahas evaluasi kinerja satu tahun terakhir dan rencana program satu tahun kedepan.

1329075180649329

Selesai Dengan Diri Kita!

By | Puskomnas | No Comments

 

Sumber Gambar: http://loo.me/2011/11/how-i-get-stuff-done/

Ikhwah fillah..

Satu hal yang harus benar-benar kita ingat adalah bahwa dulu, para pendiri bangsa ini telah menempatkan kata Tuhan Yang Maha Esa pada sila pertama sebelum empat sila yang lainnya. Mereka memilih kata Tuhan untuk menjadi pembuka dari apa yang tertulis setelahnya.

Kita tahu apa arti itu semua?

Itu artinya, para pendiri bangsa ini, mereka benar-benar memahami bahwa dalam kemerdekaan yang sedang mereka perjuangkan, ada campur tangan Tuhan yang ikut bermain di dalamnya.

Itu artinya, dengan sadar mereka menginsyafi bahwa ketika kemerdekaan itu benar-benar datang, hal itu semata-mata karena telah mendapat restu dari Tuhan mereka.

Dan uniknya, para pendiri bangsa ini menjatuhkan pilihan mereka pada kata-kata “Tuhan Yang Maha Esa”, bukan tuhan yang lainnya. Sekali lagi, Tuhan Yang Maha Esa.

Kita semua tahu, sampai nanti ketika akhirnya matahari terbit dari ufuk barat, hanya Islamlah agama yang seluruh pengikutnya mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa. Qul Huwallaahu ahad. Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa.

Itu berarti, sejak dari pertama bangsa ini berdiri, kita lah raja yang sejak dari awal ditakdirkan merawat indonesia! Allahuakbar!

Ikhwah fillah, karena kita adalah raja sejak dari awalnya, maka bersikaplah layaknya raja besikap. Berbicaralah layaknya raja berbicara, dan berfikirlah layaknya raja berfikir. Dan harus kita catat bahwa seorang raja hanya akan memikirkan hal-ha besar dalam kehidupan mereka.

Ikhwah fillah, mulai detik ini, mari bersama-sama kita ambil kembali takdir yang telah di alamatkan kepada kita sejak dari awalnnya. Mari kita ambil mahkota yang memang dipersiapkan untuk kepala kita. Allahuakbar!

Ikhwah fillah.. Ada sepenggal episode menarik dalam perhelatan piala dunia 2014 lalu. Sebuah cerita tentang supporter jepang yang mendukung timnya kebanggaannya. Begitu timnas negeri sakura itu selesai bertanding, para supporter jepang tidak segera berhamburan keluar lapangan. Dia tunggu hingga seisi stadion sepi. Setelah semua kosong, mereka berjalan pelan keluar lapangan, sambil memunguti sampah yang berserakan di sepanjang jalur keluar mereka. Mereka memunguti sampah yang bahkan tidak mereka buang!

Dari sini kita belajar sebuah hal, bahwa bangsa besar selalu menyimpan orang-orang besar yang hidup di dalamnya. Bangsa besar selalu memiliki  generasi-generasi terbaik yang akhirnya karena mereka lah, kebesaran bangsa itu diakui oleh bangsa yang lainnya.

Oleh karena itu, ketika kita berbicara tentang sebuah negeri, kita sebenarnya sedang berbicara tentang orang-orang yang ada di dalamnya. Kalau penduduknya baik, maka baik pulalah negeri itu. Pun juga sebaliknya.

Ikhwah fillah, berbicara tentang kemenangan indonesia adalah berbicara tentang perbaikan sifat serta karakter orang-orang yang ada di dalamnya, dan itu adalah diri kita masing-masing. Omong kosong ketika kita berbicara tentang kemajuan bangsa ini jika kita belum selesai dengan urusan kita mengatur waktu 24 jam yang kita punya. Omong kosong ketika kita berbicara tentang kemajuan bangsa ini kalau kita belum selesai dengan amal-amal dan karya-karya terbaik kita.

Maka saat kita bertanya sudah sejauh mana perkembangan bangsa indonesia, tanyakanlah sudah sejauh mana proses perbaikan sifat dan karakter diri kita masing-masing.

Kita harus selesai dengan diri kita sendiri! Kita harus selesai dengan urusan kita mengatur produktivitas kita selama 24 jam yang kita punya! Kalau seharian hanya kita habiskan untuk hal-hal yang tak ada hubungannya dengan masa depan kita, bagaimana mungkin kita berbicara tentang kemajuan indonesia? Kalau kita belum selesai dengan urusan amal-amal hairan terbaik kita, bagaimana mungkin kita berbicara tentang kemenangan agama kita?

Sekali lagi teruslah bertanya, untuk apa kita habiskan waktu seharian yang kita punya? Berapa banyak buku yang kita baca dalam seminggu? Berapa tulisan yang bisa kita hasilkan dalam waktu sepekan? Berapa sering kita meninggalkan jamaah shubuh kita? Qiyamul lail kita? Bacaan al-qur’an kita?

Kunci kemajuan sebuah bangsa terletak pada orang-orangnya. Selama bangsa itu hanya menyimpan orang-orang yang tidak bisa membuat negerinya semakin baik, maka jangan harap negeri itu benar-benar akan baik.

Termasuk juga dengan agama ini. Selama ini pesona islam pudar karena pemeluknya. Maka para pemeluknya lah yang bertanggung jawab mengembalikan pesona itu. Dan kita harus sadar, bahwa tanggung jawab itu adalah tanggung jawab kita semua! Allahuakbar!

Ikhwah fillah, FSLDK-D maupun FSLDK-N adalah ajang pertemuan dua hal. Pertama adalah ajang untuk mempertemukan keimanan-keimanan kita, dan kedua adalah ajang perumusan strategi-strategi terbaik kiita. Kita harus tahu, bahwa ketika berbicara tentang kemenangan, kita tidak hanya sekedar membutuhkan iman. Sekali lagi, ketika kita berbicara tentang kemenangan, kita tidak hanya sekedar membutuhkan iman. Andai kemenangan itu hanya sekedar membutuhkan iman, maka demi Allah, pasukan muslim di bukit uhud itu lebih pantas mendapatkan kemenangan!

Namun peristiwa itu seolah mengajari kita, bahwa ketika kita berbincang tentang kemenangan, jangan pernah lepaskan kata strategi dalam bahan perbincangan tersebut.

Ikhwah fillah. FSLDK tidak bisa dibangun hanya dengan satu Puskomnas. FSLDK tidak bisa dibesarkan hanya dengan 37 Puskomda. FSLDK tidak bisa dibangun -bahkan- dengan sekian banyak LDK yang sekarang bergabung dengan kita sekalipun. FSLDK dibangun dari diri kita masing-masing. Puncak kemenangan dakwah melalui FSLDK dibangun dengan cara membangun menara kebaikan dari seluruh anggotanya. Saat mereka mempesona, saat prestasi mereka menduinia, saat karya-karya mereka menghiasi zaman mereka, saat ide-ide mereka mampu melintasi usia mereka, dan saat amal-amal mereka semakin mendekatkan mereka kepada tuhan mereka, maka saat itulah kemenangan itu akan tiba, insyaallah.

Ikhwah fillah. Pesona masing-masing pribadi itulah yang sekarang sedang kita rangkum dalam sebuah LDK, lalu LDK-LDK itu kita rangkum melalui sebuah puskomda, dan 37 puskomda yang tergabung itu kita koordinasikan melalui satu puskomnas. Agar jalan kita sama, senada, dan seirama. Lalu setelah semua pesona itu terangkum, kita bagikan dia ke seluruh indonesia.

Begitulah ikhwah, begitulah cara kita membangun indonesia, insyaallah. Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!

Penulis : Muhammad Syukri Kurnia Rahman

Sumber : http://www.muhammadsyukri.com/2015/05/selesai-dengan-diri-kita.html

——————————————————- Media FSLDK Indonesia —————————————————-

Email : info@fsldkindonesia.org

Fanpage : FSLDK Indonesia

Twitter : @FsdkIndonesia | @JarmusnasFSLDKI

Line : @yok1532s

G+ : FSLDK Indonesia

BACA 25

Gebrakan Terdahsyat Sepanjang 70 Tahun Indonesia Merdeka

By | Puskomnas | No Comments

BACA 25
 

Program ini sudah kami uji cobakan sebelumnya. Dan hasilnya? Program ini bisa menjadikan seseorang yg awalnya tidak pernah membaca buku sama sekali menjadi mampu melahap 5 buku Dalam 3 minggu dengan ketebalan rata-rata 225 halaman!

Beginilah kondisi bangsa kita. Mengutip apa yg disampaikan sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia, Retno Lestyart,  berdasarkan hasil survei Unesco di tahun 2014, anak-anak Indonesia hanya membaca 27 halaman buku per-tahun! Itu artinya, mereka perlu 15 hari untuk membaca 1 halaman saja! Sedangkan anak-anak Finlandia? Mereka hanya perlu 5 hari untuk melahap 300 halaman buku! Maka tak heran, di tahun 2014 lalu, saat UNDP merilis Human Developement Index negara2 di dunia, Indonesia terpuruk di urutan 108 dari 187 negara di dunia! Pertanyaannya, akankah kita berharap banyak dg kondisi seperti ini?

Rekan-rekan sekalian, bangsa besar selalu menyimpan orang2 besar yg ada di dalamnya. Jangan dulu berbicara tentang Indonesia berkualitas  kalau kita blm selesai dg urusan kita meningkatkan kualitas diri kita. Tentu bukanlah tanpa alasan, saat Allah memilih kata “iqro'” sebagai wahyu pertama yg dihadiahkan kepada kita. Karena Allah menjawab sendiri di surat yang lainnya, bahwa Dia akan meninggikan orang2 yg berilmu pengetahuan beberapa derajat. Itu artinya, saat kita bertanya bagaimana cara mengangkat derajat suatu negara, maka pastikan bahwa negara itu diisi oleh orang-orang yang berilmu pengetahuan! Dan kita semua sepakat, bahwa buku adalah jendela ilmu. Sehingga, kalau mau negara kita maju, dekatkan saja rakyatnya kepada buku!

Rekan-rekan sekalian.. Dalam rangka mensyukuri karunia 70 tahun kemerdekaan bangsa ini, kami Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia ingin memberikan kado terbaik kami, yang kami harap mampu menjadi solusi untuk masalah yg sedang melanda negeri ini. Kami jg mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya mahasiswa untuk turut menghadiahkan kado ini untuk Indonesia. Apa kadonya?

Ini dia! Gerakan Nasional Terdahsyat Sepanjang Indonesia merdeka! Gerakan Nasional “#BacaDuaLima”

Apa itu #BacaDuaLima? Ini adalah gerakan membaca buku duapuluh lima halaman perhari. Coba bayangkan. Usia produktif bangsa kita saat ini sekitar 112 juta jiwa. Jika setiap orang membaca buku 25 halaman perhari dan rata-rata satu buku adalah 300 halaman, maka rakyat  Indonesia bisa membaca lebih dari 3 milyar buku pertahun! Bandingkan dengan sekarang. Bukankah ini hebat?  

Lalu, Kapan kita mulai? Sekarang juga! 

Caranya? Klik Link berikut ini: http://twibbon.com/Support/bacadualima. Rubah profil picture sosmed kita, dan siarkan kepada seluruh dunia, bahwa mulai tanggal 17 Agustus 2015, rakyat Indonesia telah bertekad untuk meningkatkan budaya membacanya dan siap untuk menyongsong takdir kemenangannya!

Yok, rame rame sukseskan gerakan ini! InsyaAllah, tak lama lagi bangsa kita benar-benar menjadi raja!

Atas nama FSLDK Indonesia,

Muhammad Syukri Kurnia Rahman

*more info: Facebook.com/bacadualima

no image added yet.

Kita! Ini Saatnya Kita!

By | Puskomnas | No Comments

time

Pemahaman adalah sebuah jawaban atas pertanyaan mengapa seseorang mau berjuang sedangkan yang lainnya memilih untuk diam.

———
Mungkin kita tahu kalau saat ini kita menjadi bagian dari FSLDK, namun bisa jadi kita tidak memahami, mengapa kita yang dipilih oleh Allah untuk berada di dalamnya.

Tentu Allah punya kekuasaan mutlak untuk tidak memilih kita menjadi bagian dari FSLDK, atau menggantikan kita dengan pemuda pemudi terbaik yang lainnya. Tapi nyatanya, hingga detik yang ke sekian dari perjalanan hidup kita, Allah masih menganggap kita layak bergabung di dalamnya.

Dua puluh sembilan tahun sudah rumah bersama kita ini membersamai indonesia. Menebarkan kebaikan dengan generasi yang telah bergonta-ganti. Senior-senior kita yang dulu masih bertenaga mengikuti syuro sejak pagi hingga malam hari, kini mungkin telah memempersiapkan masa senja mereka, atau sedang menggendong lima sampai enam buah hati mereka. Lalu kapan kita seperti mereka?

Bukan, bukan itu pertanyaannya.

Masa mereka telah berganti. Zaman telah menempatkan kita untuk berada di posisi yang dulu sempat mereka tempati. Kita lah yang sekarang dipilih untuk meneruskan perjuangan yang dulu sempat mereka rintis. Melanjutkan peran yang dulu sempat mereka mainkan. Menjadi aktor-aktor berikutnya untuk sebuah visi yang dulu pernah mereka susun bersama-sama.

Dan sekarang, inilah giliran kita!

Setiap generasi selalu dilahirkan untuk sebuah tujuan yang berbeda-beda. Selalu ada generasi yang bertugas membuat pola, dan pasti ada generasi berikutnya yang hadir untuk menyempurnakannya. Selalu ada generasi bertugas menyusun bata pertama, dan di suatu saat yang benar-benar tepat, akan hadir generasi berikutnya yang bertugas untuk menjadikannya sebuah istana. Semua itu berkelanjutan, semua itu beriringan.

Dua puluh sembilah tahun yang lalu Allah menggerakkan senior-senior kita itu untuk berkumpul di jogjakarta mungkin karena Allah tahu, batu bata pertama itu harus segera diletakkan, karena dua puluh sembilan tahun setelahnya, generasi baru akan dihadirkan untuk menjadikannya sebuah istana. Dan mereka itu adalah kita! insyaallah, insyaallah.

Dua hari yang lalu FSLDK mengadakan rapat pimpinan nasional untuk membahas hal besar namun sederhana: akan seperti apa FSLDK kedepannya.

Dan saya ingin mengulanginya lagi disini. FSLDK akan seperti apa?

Insyallah, FSLDK akan tampil dengan warna nya sendiri. FSLDK akan tampil dengan prestasi-prestasi cemerlang, karya-karya besar, dan pribadi-pribadi yang mengagumkan. Sudah saatnya kita tampil ke permukaan, menunjukkan jatidiri kita bahwa muslim itu, dia hebat. dia berbakat, dan dia bermanfaat.

Sudah lama dunia menanti-nanti profil kader-kader LDK yang tampil dengan prestasi-prestasi besarnya. Sudah lama dunia menunggu kehadiran “mainan-mainan” anak-anak LDK yang bisa memberi manfaat bagi sekitarnya. Sudah lama masyarakat bertanya “apalagi perubahan yang diinisiasi anak-anak LDK?”. Itulah yang akan kita tampilkan selama dua tahun ini, insyaallah, insyaallah.

Harapan kami, nanti di FS-NAS Riau, di sebuah acara yang mempertemukan seluruh aktivis dakwah kampus nusantara, FSLDK bisa membuat parade prestasi! Dimana sepanjang jalan menuju tempat berlangsungya FSNAS, anda bisa melihat pameran prestasi terbaik dari kader-kader LDK. Insyaallah, insyaallah.

Maka, mari kita pahami, untuk alasan itulah kita dihadirkan disini. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai setelah ini. Sudah saatnya kita untuk mengatakan, ‪#‎AyoBerlari‬!

Apakah kita bisa? Saya tidak tahu, dan saya tidak peduli dengan itu. Yang saya tahu hanyalah, saya harus melangkah sekarang juga!

Kita tidak akan pernah tahu apakah kita mampu mencapai garis finish sampai kita memilih untuk melangkahkan kaki-kaki kita. Selangkah demi selangkah, setapak demi setapak.

*H+1 milad 29 FSLDK*

Muhammad Syukri Kurnia Rahman

Fan Page: FSLDK Indonesia

@FsldkIndonesia
@densyukri

Categories