Perlu Yang Kecil Untuk Menjadi Besar

Perlu Yang Kecil Untuk Menjadi Besar

Sumber Gambar: http://ekokusnur.com/bisnis-kecil-untung-besar.html

“Bersiaplah mendapatkan yang besar, dengan terlebih dulu menyelesaikan yang kecil-kecil.”

Namanya Christoper L. Jr. Cerita tentang kesuksesan dirinya menyebar begitu luar biasa. Bukan karena predikat yang dia sandang sebagai General Manager Costumer Satisfaction and Public Relation di Mercedez Benz, tapi cerita bagaimana dia mendapatkan semua itu lah yang membuat namanya dikenang banyak orang.

Berada di level setinggi itu, tak ada yang menyangka bahwa Chris memulai karirnya sebagai tukang ledeng! Semua bermula saat Mr.. Benz, bos perusahaan mobil terkemuka Mercedes Benz itu mempunyai masalah dengan kran air di rumahnya. Singkat cerita, atas rekomendasi seorang kawan, dia menghubungi Chris untuk menyelesaikan masalah yang dia alami. Setelah atur-mengatur jadwal, maka disepakati bahwa Chris akan datang ke rumah Mr. Benz dua hari lagi. Yang menarik adalah, keesokan harinya, Mr.. Benz menerima telfon dari Chris. Dia mengucapkan terimakasih karena Mr. Benz mau bersabar menunggunya satu hari lagi. Chris tidak tahu dengan siapa dia sedang berbicara. Benar-benar tidak tahu. Maka ucapan terima kasih yang dia sampaikan melalui telepon itu semata-mata dia lakukan karena sikap professionalnya dalam bekerja. Tak ada maksud untuk memperlakukakan istimewa salah satu pelanggannya. Dia mengistimewakan semua pelanggan-pelanggannya.

Tentu Mr. Benz terkejut dengan “hal kecil” yang dilakukan oleh Chris. Walaupun sekali lagi, ini pekerjaan sederhana. Dia hanya sekedar menelfon, dan mengungkapkan terimakasihnya karena Mr. Benz bersedia menunggu. Hai! Bukankah sejak awal mereka telah bersepakat untuk menunggu hingga dua hari? Bukankah kesepakatan itu sudah cukup hingga tak perlu lagi Chris repot-repot menelfon Mr. Benz?

Tepat! Memang benar, sebenarnya Chris tak perlu melakukan itu. Dia tak perlu lagi repot-repot menghubungi Mr. Benz. Lha, wong sudah kesepekatan diawal, ya sudah. Tapi itulah yang membedakannya dengan tukang ledeng lain. Dia istimewa! Dan keistimewaan itu muncul karena hal kecil yang tak dilakukan oleh tukang ledeng lainnnya.

Namun ternyata, keistimewaan Chris tidak hanya berhenti disana. Setelah berhasil menyelesaikan masalah kran air itu, dua minggu berselang, Chris kembali menghubungi Mr. Benz. Dia menanyakan apakah kran airnya mengalami masalah lagi.  Tentu ini bukan hal biasa bagi Mr. Benz yang telah hafal seluk beluk pengelolaan perusahaan. Apa yang dilakukan oleh Chris ini adalah salah satu aspek yang selalu dia tekankan di dalam perusahaannya. Costumer satisfaction! Maka akhirnya dia menyadari bahwa dia tidak sedang berbicara dengan tukang ledeng biasa. Dia sedang berbicara dengan orang hebat!

Dan akhirnya kita tahu, beberapa bulan berikutnya, Mr. Benz mengajak Chris bergabung dan menjadi bagian penting dari Mercedes Benz!

Mereka yang mampu memperhatikan hal kecil, biasanya adalah orang-orang besar. Maka jangan pernah meremehkan hal-hal kecil dalam kehidupan kita. Pekerjaan besar tidak melulu soal kehebohan sekali waktu, tapi juga soal hal-hal sederhana yang dilakukan terus menerus tanpa jeda. Yang menulis tidak lebih jagoan daripada yang membaca. Maka mari, sama-sama kita belajar. Kerjakan hal-hal kecil dengan maksimal. Lalu lihatlah, keajaiban itu menyapa dari arah yang tak kita duga-duga.

Penulis: Muhammad Syukri Kurnia Rahman (Ketua Puskomnas FSLDK Indonesia)

Komunitas Produktif #BacaDuaLima

——————————————————- Media FSLDK Indonesia —————————————————-

Email : info@fsldkindonesia.org

Fanpage : FSLDK Indonesia

Twitter : @FsdkIndonesia | @JarmusnasFSLDKI

Line : @yok1532s

G+ : FSLDK Indonesia

Categories