From Indonesia For Palestine

celtic-fans-face-fine-after-palestine-flags

Omran, Celtic, dan Sekeping Kemanusiaan

By | Berita, Palestina | No Comments
celtic-fans-face-fine-after-palestine-flags

Sumber : www.ibtimes.co.uk

Hari ini terlihat cerah walau langit sedikit berhias awan. Udara pagi dalam sepoi angin membelai lembut menyegarkan. Sesekali matahari mengintip memberi kehangatan. Damai. Begitulah kiranya perasaan yang ada. Maka, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?. Kita boleh jadi memang tidak ingkar pada berjuta nikmat yang tercurah, namun terkadang kita lupa untuk sekedar berterima kasih. Lupa, menjadi kata yang lekat dengan manusia. Manusia, kata pepatah Arab adalah tempatnya salah dan lupa. Tetapi bukan berarti perihal tersebut menjadi dalil pembenaran ketika kita terlupa, karena lupa dapat tereduksi manakala tertambat perhatian yang lahir dari hati.

Sepekan terakhir dunia maya diramaikan dengan berbagai kabar dari tanah nun jauh di negeri seberang. Seolah ada yang ingin menggerakkan hati agar mampu menghapus lupa. Satu kabar berasal dari daratan Syam. Tepatnya di Aleppo, Suriah. Omran Daqneesh adalah nama dari anak Suriah berumur 5 tahun yang menjadi korban saat jet tempur Rusia dan Suriah menghujani kotanya dengan bom. Foto dan videonya meramaikan jejaring media sosial. Wajah polosnya berhiaskan darah dan debu reruntuhan rumah. Ia duduk dengan tegar walau pasti hatinya remuk redam melebihi rumahnya yang hancur. Terlebih saat sang kakak, Ali Daqneesh tak terselamatkan. Senyum riangnya tak lagi nampak, dirampas dengan ganas oleh manusia-manusia buas. Omran, seolah menjadi bukti nyata kebiadaban manusia yang tak lagi memiliki hati.

Ini seolah menjadi sebuah pesan bahwa jika kalian tinggal, maka bernasiblah seperti Omran. Dan jika kalian hendak lari, maka rasakanlah apa yang menimpa Aylan Kurdi. Aylan Kurdi, semoga kita tak melupakannya. Saat tubuhnya terhempas ombak di tepian pantai berhasil terekam kamera, namun sayang jiwanya gagal terselamatkan. Karena dia telah terbaring kaku saat dunia menemukannya. Omran maupun Aylan bukan hanya satu-dua saja contoh asli, karena bersama mereka masih ada ratusan bahkan ribuan anak-anak yang bernasib sama. Angka ini belum ditambah mereka yang tergolong dewasa, orang tua, laki-laki maupun perempuan. Inilah kekejaman yang seringkali kita terlupa. Bahkan film-film Hollywood pun mungkin tidak terbayang skenario yang lebih kejam dari pembantaian ini. Sadarlah bahwa ini fakta dari krisis kemanusiaan yang terjadi di Suriah. Baru di Suriah. Belum lagi di Palestina. Dan belahan bumi lain yang belum tersebut satu persatu. Namun, boleh jadi memang dua tempat inilah yang terkategori tempat paling berbahaya di dunia. Suriah dan Palestina.

Negara terakhir ini bahkan belum mengecap rasa merdeka. Setelah mereka diusir dan dijajah semenjak 1948. Bahkan disaat Palestina telah mendapat pengakuan dari mayoritas anggota PBB-walaupun belum berarti perjuangan merebut kemerdekaan selesai-tetapi Google dengan angkuh telah menghapus Palestina dari peta yang dimilikinya. Palestina masih terus digempur oleh israel terlaknat, bahkan dini hari tadi 50 roket telah menghujam Gaza. Andai kita tidak lupa, Palestina adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Silakan manfaatkan mesin pencari kalau tidak percaya. Namun sayang, ketika ada segelintir anak bangsa yang coba untuk menyerukan kemanusiaan dan kepeduliaan terhadap Palestina, tidak sedikit yang mencerca. Seolah mereka ini warga Indonesia yang tidak nasionalis. Sekarang coba tengok kesana, masih berasa hangat saat warga Palestina di Gaza yang masih dalam kungkungan blokade dengan semangat memberi selamat, bahkah menyiapkan upacara lengkap dengan pengibaran Sang Saka Merah Putih dan teriring Indonesia Raya. Bagaimana perasaanmu? Lalu apakah mereka tidak nasionalis?

Disaat mungkin kita lelah berjuang, atau bahkan ada yang apatis tak peduli, ada sekumpulan manusia yang dengan gagah berani menunjukkan sikap mereka. Adalah suporter Glasgow Celtic yang saat tim kebanggaannya menghadapi Hapoel Beer Sheva, tim sepakbola dari israel dalam kualifikasi Liga Champions, mereka menggelorakan dukungan terhadap Palestina dan menolak adanya pendudukan atas israel dengan mengibar-ngibarkan ratusan bendera Palestina. Mereka tahu betul bahwa tindakan mereka akan berbuah sanksi dari UEFA. Tapi mereka tak peduli dan seolah ingin berkata pada dunia “bodo amat sama sanksi!”. Salut!. Tapi kita harus tahu bahwa, Celtic pun tidak sendiri. Walau belum seheroik suporter Celtic dalam memberi dukungan, ternyata masih ada lagi yang berada dalam kubu mereka. Liverpool, Manchester United, dan beberapa yang lain menentang penjajahan ini. Apakah mereka semua muslim? Sepertinya mayoritas bukan muslim. Lalu, apakah mereka pernah mendapat dukungan dari Palestina? Boleh jadi tidak. Tapi mereka semua tergerak!

Dari semua hal itu, kita patut bertanya pada diri kita sendiri tentang makna kemanusiaan. Tentang sebuah arti terima kasih. Tentang sebuah kepedulian tak berbatas. Kita yang termasuk muslim Indonesia ada dimana hari ini? Terkadang kita melupakan mereka dalam canda tawa bahagia kita. Bahkan mungkin seringkali kita tak menyempatkan untuk mengirim bait-bait doa. Tak jarang pula mungkin, berat untuk mengeluarkan harta. Bahkan tanpa pikir panjang menjadikan boikot atas kekejaman ini sebagai bahan mereguk tawa. Ya Allah, semoga Engkau berkenan mengampuni dan memaafkan kelemahan kami. Semoga masih ada sekeping kemanusiaan di hati, yang akan senantiasa menginsyafi, bahwa mereka yang berada di garis depan di medan laga Suriah dan Palestina sedang dengan gagah berani mempertahankan kehormatan kita. Kehormatan sebagai seorang muslim. Semoga sekeping kemanusiaan itu tetap terjaga, melahirkan kepedulian dan semangat berjuang bersama mereka yang telah jatuh bangun di medan perang.

Surakarta, di hari ke-22 Agustus. Teriring doa untuk semua kaum muslimin dan mujahidin di Palestina, Suriah, Mesir, dan seluruh penjuru bumi. Allahummansurhum.

whatsapp-image-2016-09-11-at-12-17-29

Program #QurbanBerkah Untuk Palestina

By | Berita, Kerjasama, LDK, Palestina, Puskomda, Puskomnas | No Comments

whatsapp-image-2016-09-11-at-12-17-29

Assalamu’alaykum wr.wb

10 hari yang lalu, FSLDK Indonesia bekerjasama dengan KNRP merilis adanya Program #QurbanBerkah untuk Palestina. Sampai hari ini, Alhamdulillaah perolehan sedekah qurban mencapai Rp 22.955.600,-.

Uang tersebut hari ini sudah dibawa untuk proses pembelian hewan qurban di Palestina. Semoga sedekah qurban yang sudah berhasil kita himpun dapat memberikan kebahagiaan bagi saudara-saudara kita di Palestina di hari raya Idul Adha tahun ini.

Dan bagi semua pihak yang telah menyalurkan sedekahnya serta yang berpartisipasi pada program ini semoga berbalas pahala dari Allah SWT sebagai salah satu pemberat timbangan amal kebaikan kita.

Wassalamu’alaykum wr.wb

Tertanda,

Nugroho Sunu Pratama
Koor. Komisi A Puskomnas FSLDK Indonesia

KTTOKI

Pernyataan Sikap FSLDK Indonesia Terhadap Dilaksanakannya KTT Luar Biasa OKI ke-5

By | Indonesia, Palestina | No Comments
KTTOKI

Sumber Gambar: mitranews.com

Indonesia menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) pada tanggal 6-7 Maret 2016, bertempat di Jakarta Convention Center. Indonesia ditunjuk menggantikan Maroko yang tidak sanggup menjadi tuan rumah pada jadwal yang ditetapkan Januari 2016 yang lalu. KTT ini disebut luar biasa karena di luar jadwal regular KTT OKI.

Pada KKT luar biasa OKI ke-5 ini secara khusus membahas peran OKI dan dunia internasional secara umum dalam penyelesaian isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif. Hal ini mengembalikan semangat awal didirikannya OKI. OKI pertama kali dibentuk pada 1969 di Maroko sebagai respons atas aksi pembakaran Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, oleh kaum ekstremis Yahudi.

Melihat respons positif dunia internasional terhadap kemerdekaan Palestina, yang pada kesempatan kali ini diwakili oleh hasil KTT OKI, maka FSLDK Indonesia perlu menyampaikan sikap sebagai berikut:

  1. Menuntut dilaksanakannya seluruh resolusi PBB tentang Palestina.
  2. Mendukung upaya penguatan dukungan politis untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dengan mengembalikan seluruh hak bangsa Palestina, termasuk didalamnya mengembalikan seluruh wilayah Palestina sebelum penjajahan oleh Israel.
  3. Mendukung penguatan tekanan kepada Israel, termasuk boikot terhadap produk Israel.
  4. Mendukung peningkatan tekanan pada DK PBB untuk memberikan perlindungan internasional bagi Palestina, dan penetapan batas waktu pengakhiran pendudukan Israel.
  5. Mendukung penolakan tegas atas pembatasan akses beribadah ke Masjid Al-Aqsha serta tindakan Israel mengubah status-quo dan demografi Al-Quds Al-Syarif.

FSLDK Indonesia sangat mengapresiasi seluruh upaya untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina dan pengembalian hak-hak bangsa Palestina yang telah dilakukan oleh banyak pihak. Oleh karena itu FSLDK Indonesia juga secara konsisten akan terus mendukung upaya perwujudan kemerdekaan Palestina, sebagai satu-satunya negara yang masih mengalami penjajahan. Hal ini sebagai bentuk pelaksanaan konstitusi yang telah dibuat oleh para pendiri bangsa Indonesia yaitu:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”-Pembukaan UUD 1945 alinea pertama.

Surakarta, 8 Maret 2016/28 Jumadil ‘Ula 1437

FSLDK Indonesia

A-Palestinian-man-waves-h-008

Ikrar 1000 Penjaga Al-Aqsha

By | Berita, Palestina | No Comments

 

IMG-20150921-WA0014

Aksi Al-Aqsha Memanggil di Solo

 

Menyikapi aksi anarkis dan pelecahan yang dilakukan Zionis Israel kepada Palestina, aliansi lembaga dakwah kampus se-Solo Raya yang digawangi Puskomda Solo Raya serta elemen mahasiswa se-Solo Raya mengadakan aksi solidaritas yang dipimpin oleh Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (Puskomnas FSLDK Indonesia) pada 20 September 2015 di Bundaran Gladak Kota Surakarta. Aksi ini merupakan wujud kepedulian serta bentuk konsistensi dukungan Mahasiswa Indonesia kepada kemerdekaan Palestina yang sampai detik ini masih dijajah oleh Zionis Israel. Dalam aksi ini digelar orasi dari berbagai elemen mahasiswa, aksi teatrikal, pernyataan sikap, pernyataan Ikrar 1000 Penjaga Al-Aqsha, serta penggalangan dana.

Massa mulai berkumpul di Bundaran Gladak pada pukul 15.15, dengan membawa berbagai atribut aksi. Pada pukul 15.30, setelah pemasangan peralatan aksi, massa mulai memasuki area bundaran gladak dan menjalankan sholat ashar berjamaah di jalan raya. Setelah prosesi sholat ashar berjamaah, aksi dimulai dengan bacaan basmalah dan menyanyikan lagu-lagu yang menyuarakan perjuangan Palestina, serta pengibaran puluhan bendera Indonesia dan Palestina oleh massa. Sebelum memasuki rangkaian orasi, diawali terlebih dahulu dengan pembacaan Al-Qur’an oleh Yahya Ayyasy Al Hafidz.

Memasuki rangkaian orasi, setelah bersama menyanyikan lagu “Untukmu Palestina”, orasi pertama disampaikan oleh perwakilan dari lembaga dakwah kampus UNS, Muhammad Abdullah ‘Azzam. Dengan mengangkat tema besar peran dan tanggung jawab pemuda serta hutang bangsa Indonesia kepada Palestina, beliau meminta kesediaan peserta aksi dan masyarakat secara umum untuk memberikan apa yang terbaik untuk Palestina, meskipun maknanya sangat sederhana. Orasi kedua disampaikan oleh perwakilan dari Pusat Komunikasi Nasional FSLDK Indonesia, ketua komisi A, Hanafi Ridwan. Beliau menyampaikan bahwa aksi-aksi terorisme, pelecehan dan perusakan masjid Al-Aqsha merupakan hal yang tidak dapat diterima. Maka, guna membantu perjuangan Rakyat Palestina, diperlukan konsistensi dalam aksi, keikhlasan serta ketulusan. Terakhir, keberadaan peserta aksi yang ikhlas digambarkan seolah-olah seperti barisan pejuang Izzuddin Al-Qassam dalam paradenya.

Selepas kedua orasi tersebut, kembali dinyanyikan lagu perjuangan oleh para peserta aksi guna memasuki orasi ke tiga yang disampaikan perwakilan Puskomda FSLDK Soloraya, Nugroho Sunu Pratama. Beliau menyampaikan bahwa sudah saatnya aksi nyata mahasiswa dutunjukkan untuk memerdekakan Palestina. Sebagai negara tempat berdirinya kiblat pertama ummat islam, kemerdekaan Palestina adalah harga mati, dan pelecehan terhadap Masjid Al-Aqsha merupakan penghinaan besar bagi ummat islam. Kemudian, orasi ke empat disampaikan oleh saudara Hisyam Latief, perwakilan dari kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia (KAMMI) komisariat UNS. Beliau menyampaikan sudah sewajarnya pemerintah dan politik luar negeri Indonesia memihak kepada kepentingan bangsa Palestina. Serta pelajaran mahal harus diterima Bangsa Yahudi atas kelancangan yang diperbuat. Orasi terakhir disampaikan oleh saudara Aditya dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Beliau menyampaikan, kemerdekaan Palestina dapat dicapai jika terciptanya Republik Indonesia yang kokoh, serta tegaknya khilafah. Maka, sepatutnya bangsa Indonesia menjaga kesatuan negaranya, serta memperjuangkan khilafah.

Setelah rangkaian orasi, aksi dilanjutkan dengan teatrikal dengan lakon “Bangsa Indonesia yang Pengecut”. Digambarkan seorang bangsa Palestina diinjak-injak dan dihinakan, sedang bangsa Indonesia tidak mampu berbuat apa-apa kecuali hanya terdiam dan melakukan perlawanan tidak berarti.

Setelah acara teatrikal, dibacakanlah pernyataan sikap dari FSLDK Indoensia yang menyadur dari kesepakatan-kesepakatan NGO serta LSM yang memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Poin-poin pernyataan sikap tersebut adalah :

  1. Mengutuk keras segala upaya Yahudisasi wilayah Al-Quds dan penyerangan Masjid Al-Aqsha oleh Zionis Israel.
  2. Mengajak semua ummat islam untuk melakukan kondolidasi umum guna melindungi kiblat pertama kaum muslimin dan tempat isra’ Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam dari semua serangan yang dilakukan oleh Zionis Israel dari waktu ke waktu.
  3. Mendukung para Murabithun (warga Al-Quds yang secara bergiliran melakukan i’tikaf, menjaga dan mempertahankan Masjid Al-Aqsha) dari serangan dan penistaan Zionis Israel dan penduduk illegal.
  4. Mendukung langkah rekonsiliasi dan persatuan nasional untuk semua faksi di Palestina sebagai upaya menyongsong kemerdekaan Negara Palestina kedepan dalam bingkai persatuan dan kesatuan.
  1. Menyeru kepada Pemerintah Indonesia dan negra-negara kawasan serta internasional untuk mendukung kemerdekaan Palestina yang berdauat serta melindungi situs-situs bersejarah dari perusakan dan penistaan yang bisa berakibat menggangu keharmonisan antar ummat bergama.
  2. Kami berdoa, semoga Bangsa Arab dan Dunia Islam serta kaum muslimin di seluruh dunia berada dalam satu barisan mendukung perjuangan Bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaannya dan Masjid Al-Aqsha tetap berada di bawah bendera kaum muslimin.

Selepas pernyataan sikap, agenda dilanjutkan dengan ikrar 1000 penjaga Al-Aqsha. Ikrar tersebut dipimpin oleh Hanafi Ridwan selaku koordinator aksi, dan diikuti seluruh peserta aksi. Adapun poin-poin ikrar tersebut adalah :

  1. Menolak segala bentuk penjajahan Zionis Israel di Palestina.
  2. Secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dengan cara apapun.
  3. Secara bertahap dan konsisten memblokade seluruh produk Yahudi.
  4. Secara konsisten mendoakan seluruh Pejuang Palestina dan para mujahidin di seluruh dunia.
  5. Secara konsisten berproses menjadi penjaga Al-Aqsha yang setia.

Setelah ikrar, peserta aksi menuliskan pernyataan sikapnya di selembar kain putih yang disediakan, pernyataan sikap tersebut berupa perjuangan yang akan dilakukan demi perjuangan kemerdekaan Palestina. Ditutup dengan doa, aksi selesai pada pukul 17.15 dan sepanjang berjalannya aksi, peserta menyebarkan beberapa kotak donasi, dan hasil donasi yang terkumpul sejumlah Rp. 4.000.000 yang akan disalurkan menuju Palestina melalui Komite Nasional Rakyat Palestina (KNRP).

Aksi yang dilakukan di Bundaran Gladak Surakarta berhasil mengumpulkan massa sejumlah 100 orang dari berbagai kalangan. Aksi ini juga merupakan aksi nasional yang dilakukan secara bersama, diawali dari Aceh pada hari sabtu (19/09/2015), lalu, pada hari ini juga dilakukan aksi serupa di Banten, Bandung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. Sekali lagi, aksi ini merupakan wujud kepedulian Mahasiswa Indonesia kepada penjajahan yang dialami Bangsa Palestina, serta wujud konsitensi mengenyahkan penjajahan Zionis Israel atas Palestina untuk selamanya.

FSLDK Indonesia

Muhammad Abdullah ‘Azzam

746194582_dc67363565

Penistaan Terhadap Masjid Al-Aqsha Tak Bisa Dibiarkan

By | Berita, Palestina | No Comments

IMG-20150919-WA0006

Poster Al-Aqha Memanggil

Satu pekan terakhir ini, terjadi peningkatan kekerasan dan pernistaan terhadap Masjid Al-Aqsa dan umat Muslim di Palestina. Berawal dari pemerintah Zionis Israel yang menuntut pelaksanaan pembagian tempat dan waktu di Masjid Al-Aqsa pada Ahad lalu (13/09/2015) yang sontak memicu kemarahan dunia Islam internasional dan tak terkecuali umat Islam di Palestina yang menjadi garda terdepan melindungi Masjid Al-Aqsa.

Setidaknya ada tiga peristiwa penting yang kami catat, yakni pada hari Selasa (15/09/2015) lalu, warga Palestina yang melindungi Masjid Al-Aqsa mengalami penyerangan oleh polisi Israel dengan tembakan granat setrum dan gas air mata. Selang satu hari, Rabu (16/09/2015), dua Muslimah yang mengalami penganiayaan hingga menderita luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Makased, ketika menjaga Masjid Al-Aqsa. Dan pada hari Kamis (17/09/2015), gerombolan Yahudi kembali menyerbu Masjid Al-Aqsa serta berkeliling di halaman masjid dengan pengawalan ketat pasukan Israel.

Peristiwa demi peristiwa yang terjadi dan dialami oleh umat Islam di Palestina dan Masjid Al-Aqsa ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Sebagai bentuk pembelaan terhadap rakyat Palestina dan Masjid Al-Aqsa, sebagai perlawanan atas kekejaman dan kebiadaban zionis Yahudi, dan sebagai bentuk solidaritas sebagai saudara sesama Muslim, FSLDK Indonesia mengajak kepada seluruh putra-putri Indonesia untuk menyuarakan kepedulian terhadap Masjid Al-Aqsa dan umat Islam di Palestina, lewat aksi “AL-AQSA MEMANGGIL”. Aksi ini akan dilaksanakan pada Ahad, 20 September 2015, di Jalan Boulevard yang berlokasi di depan Kampus UNS.

Dalam pelaksanaan aksi ini, FSLDK Indonesia akan menggandeng KNRP sebagai bentuk kerjasama. Beberapa konten dari aksi ini di antaranya: orasi, pembacaan pernyataan sikap, dan galang dana.

Dengan adanya aksi ini, diharapkan kesadaran seluruh masyarakat Muslim di Indonesia muncul untuk membela Masjid Al-Aqsa yang dimuliakan sebagai kiblat pertama umat Muslim. Diharapkan pula, aksi ini dilihat oleh masyarakat internasional dan menyadarkan bahwa kebiadaban bangsa Yahudi sudah melampaui batas dan harus segera dihentikan.

Categories