Keajaiban di Pembuatan Web Baru FSLDK

Keajaiban di Pembuatan Web Baru FSLDK

Keajaiban pembuatan web

Sumber Gambar: Dokumen Puskomnas FSLDK Indonesia

Kita tidak tak pernah bisa menebak bagaimana skenario Allah bekerja. Yang kita tahu hanyalah, dia selalu cantik!

————

Cerita ini berawal saat kami, lembaga dakwah kampus dari Universitas Sebelas Maret Surakarta dipilih sebagai Pusat Komunikasi Nasional Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Indonesia. Kami biasa menyebutnya dengan Puskomnas. Kami dipilih bulan Februari, dan langsung bergerak pasca itu. Seperti biasa, ada sekian banyak hal yang harus segera kami sentuh. Salah satu yang paling krusial saat itu adalah soal web. Web FSLDK mati! Dan harus segera dihidupkan kembali.

Segera saja kami hubungi seseorang yang kami kenal jago dalam urusan ini. Namanya Hezby. Kami minta dia membuatkan web baru. Tentu dengan harga ‘persahabatan’. Haha. Maklum, saat itu keuangan Puskomnas benar-benar nol.

Setelah ngobrol panjang lebar, maka deal! Biaya pembuatan web ini satu juta rupiah. Baiklah! Walaupun dalam kondisi tak ada uang sama sekali, kami hanya berfikir bahwa, kalau Allah sudah mengizinkan kami mengatakan “deal” dalam kontrak senilai satu juta itu, maka itu artinya Allah juga mengizinkan kami untuk melunasinya. Insyaallah. Entahlah, pakai duit siapa dan darimana, itu urusan nanti. La yukallifullahu nafsan illa wus’aha. Tak akan dibebani seseorang kecuali dengan kadar kemampuannya. Sekarang Allah membebani kami hutang satu juta. Itu artinya, kemampuan keuangan kami sebenarnya juga tak kurang dari satu juta. Jadi, PeDe aja dah!

Mungkin ini terlihat bodoh. Tapi terkadang, ada masa-masa dimana kita tidak harus menjadi orang yang pintar. Kita hanya perlu menjadi orang yang yakin.

Pasca deal-deal-an itu, lama-lama kami mikir juga. Duit sejuta dapet darimana yak? Hehe. Tapi masak iya kontraknya dibatalin? Ah udahlah, bismillah aja.

Setelah konsepan web jadi dan Hezby membawanya ke kami, maka tugas yang harus segera kami tunaikan adalah, membayar uang muka 50 persen dari total nilai kontrak. Jadi berapa itu? Betul. Lima ratus ribu rupiah. Syukur Alhamdulillah, salah satu diantara kami, sebut saja Rangga (bukan nama sebenarnya, red.) merelakan uang 500 ribu yang dia punya untuk menyelesaikan urusan ini. Masalah pertama, selesai. Alhamdulillah.

Waktu terus berjalan. Urusan utang piutang itu tentu masih belum beres. Masih ada 500 ribu yang harus dibayarkan saat serah terima web tersebut. Diantara sela waktu itu, ada satu keajaiban yang terjadi di kehidupan Rangga. Tiba-tiba saja dia mendapat rezeki nomplok. Sama persis seperti apa yang disampaikan oleh Rasulullah. Tidak akan pernah berkurang harta dengan sedekah, melainkan akan bertambah, bertambah, dan bertambah. Rasulullah bahkan mengulang kata “bertambah” sebanyak tiga kali. Artinya apa? Sedekah itu bukan ngurangin duit, tapi justru nambah duit. Maka kalau ditanya, gimana caranya nambah duit? Ya sedekah. (Kalau ada yang nyindir ‘ini orang mau amal apa mau bisnis sih?’ Jawab aja ‘iya, mau bisnis. Bisnis sama Allah, untungnya gedhe!’)

Kembali ke Rangga. Ceritanya si Rangga lagi main ke tempat saudaranya di Depok. Disana, nggak ada hujan nggak ada angin, tiba-tiba aja saudaranya ngasih dia tablet PC. Kejutan banget. Sambil nyerahin itu, saudaranya pesen “kalau kamu butuh ya dipakai aja. Kalau nggak butuh, dijual juga boleh”.

Nah! Nomplok banget kan! Maka sepulang dari Depok, si Rangga mikir, ‘daripada gua pakai sendiri, mending gua jual dah. Duitnya bisa dipakai buat ngelunasin web FSLDK.’ Setelah menimbang satu dua hal, maka dia putuskan ‘fix deh, gua jual aja nih tablet’. Tapi pertanyaannya, siapa yang mau beli? Kalau mau dipasang di situs jual beli online, ribet juga urusannya. Akhirnya yang dilakukan Rangga adalah, sholat dua rokaat. Trus doi berdoa ‘kalau emang ini tablet udah takdirnya dijual, maka cariin pembelinya dong, Ya Allah’. Sambil menunggu pembeli datang, Rangga juga memberi tahu rekan-rekannya di puskomnas kalau dia lagi ngejual tablet buat ngelunasin web fsldk. Kali aja ada yang minat beli.

Skenario Allah benar-benar cakep. Ada seorang teman yang tertarik membeli tablet itu. Namanya Mas Yadi. Tapi mas yadi mengajukan penawaran ‘Duit gua cuma ada 500 ribu. Kalo lu jual lebih dari itu, gua nggak jadi beli’ begitu kata dia. Ih! Pas banget! Web tadi kurang berapa duit? 500 ribu kan? Nah ini, ada yang mau beli tabletnya Rangga juga seharga 500 ribu. Oke deh! Deal! Tablet itu berpindah tangan dalam tempo tak lebih dari tiga hari semenjak dipegang oleh Rangga. (Tapi sepertinya, kesediaan Mas Yadi untuk membeli tablet ini bukan karena dia butuh, tapi karena dia ingin membantu pelunasan web tersebut. Sepertinya ada anak Puskomnas yang menceritakan tentang masalah ini ke dia, maka dengan niat untuk membantu, dia rela membeli barang yang sebenarnya tidak sedang dia butuhkan. Benar-benar niat yang mulia.)

Cerita berlanjut. Sekarang Rangga udah megang duit 500 ribu. Nah, satu hari menjelang jadwal pelunasan, tanpa sepengatahuan Rangga, salah seorang anggota puskomnas yang namanya Syarif ternyata bercerita ke Hezby (pembuat web). Dia menceritakan kalau Rangga sampai harus menjual tabletnya buat melunasi web itu karena Puskomnas lagi nggak ada duit. Setelah mendengar penuturan Syarif, Hezby langsung menemui Rangga.  

“Heh! Kalau nggak ada duit itu mbok ya bilang dari awal to. Tau gitu kan lu nggak harus jual tablet segala. Udah, sisanya nggak usah dibayar. Lagian kita temenan juga udah lama, masak ada masalah gini lu nggak cerita ke gua. Parah lu emang! Udah, pokoknya gua nggak mau nerima yang lima ratus ribu sisanya. Entar langganan domain per tahunnya juga nggak usah dibayar, pakai punyaku aja.”

Jeng jeeengg!!! Allah bener-bener hebat! Dia kirimkan orang-orang baik, yang dengan sebuah skenario luar biasa, orang-orang baik itu seolah telah berkoordinasi, menjalankan peran mereka masing-masing agar masalah ini selesai dengan senyuman.  

Berawal dari masalah gimana cari uang 500 ribu buat ngelunasin web, Allah kirimkan tablet pc ke Rangga melalui tangan saudaranya di Depok, lalu Allah hadirkan seorang Mas Yadi yang bersedia membeli tablet itu walaupun sebenarnya dia nggak butuh. Lalu Allah hadiahkan seorang Ahli IT berhati mulia yang bernama Hezby yang tergerak hatinya untuk menggratiskan sisa pembayaran web itu. Hebat! itulah skenario Allah. Kita tidak tak pernah bisa menebak bagaimana skenario Allah bekerja. Yang kita tahu hanyalah, dia selalu cantik!

FYI, sebenarnya ada dua penggalan kisah yang belum sempat tersampaikan di atas. Pertama. Kisah tentang Mas Yadi tadi ternyata belum berhenti. Jadi setelah membeli tablet yang sebenarnya tidak dia butuhkan, tiba-tiba saja ada rekannya yang berminat buat membeli tablet itu. Dibeli berapa? 550 ribu! Praktis, kesediaan Mas Yadi membeli barang yang sebenarnya tidak dia butuhkan itu bukan hanya dibayar dengan kembalinya uang 500 ribu yang telah dia keluarkan, tapi juga tambahan bonus 50 ribu. Memang benar, kebaikan itu selalu berakhir dengan sebuah senyuman. Yang kedua, tadi kan habis ngejual tablet, Rangga dapet duit 500 ribu tuh. Niat awalnya kan buat nglunasin web, eh tau-tau nya udah digratisin sama si Hezby. Nah trus duit itu dipakai buat apa? Ternyata oh ternyata, Rangga ini masih punya tunggakan sewa kos! Maka duit itu dipakai Rangga buat ngelunasin kos-kosannya yang selama ini masih ngutang. Hehe. Sekali lagi, kebaikan itu selalu berakhir dengan senyuman.

Sejak web ini dilaunching beberapa minggu yang lalu, ada satu serial tulisan di web ini yang sudah menginspirasi ribuan orang di luar sana. Nama serialnya adalah “LDK.Saya!”, dimana melalui tulisan itu kami mengupas kisah-kisah aktivis dakwah kampus yang mampu menorehkan pencapaian luar biasa. Semoga setiap satu orang yang terinspirasi dari tulisan-tulisan itu, Hezby, saudaranya Rangga dan Mas Yadi juga turut mendapatkan pahala yang terus mengalir dan tercatat sebagai amal kebaikannya. Aamiin.

Silakan berkunjung ke web yang penuh inspirasi ini, fsldkindonesia.org

Penulis: @densyukri

 

Join the discussion 4 Comments

  • tamu says:

    MasyaAllah postingan2nya keren
    Sedih, baru tahu sekarang web fsldk udah aktif
    Barakallah! Semoga bisa terus memberikan inspirasi dari postingannya

    Nb : ada yang minta postingin kisahnya ketua IPB, muhammad zulkarnain 😀

    Salam dari LDK SSP SEBI :)

    • admin says:

      Insyaallah kami akan istiqomah untuk terus memberi inspirasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

      Terima kasih sudah mengunjungi web FSLDK Indonesia. Semoga Allah memberi keberkahan kepada kita semua.

  • Hilyah N says:

    Barakallah buat webnya .. Semoga bisa istiqomah
    MasyaAllah baru dapet info tentang web fsldk trnyata udh aktif.. Semoga terus mengispirasi! Salam dari LDK SSP SEBI :)

    • admin says:

      Insyaallah kami akan istiqomah untuk terus memberi inspirasi kepada seluruh masyarakat Indonesia.

      Terima kasih sudah mengunjungi web FSLDK Indonesia. Semoga Allah memberi keberkahan kepada kita semua.

Leave a Reply

Categories