Ibu Yani: Harmonis di Tengah Kesibukan Karir

Feminisme merupakan kata yang sudah tak asing lagi dalam masyarakat. Kata feminisme berasal dari bahasa latin yang artinya perempuan. Feminisme telah didengungkan oleh kaum hawa pada abad ke 18. Pada umumnya gerakan feminisme diartikan sebagai gerakan untuk menuntut kesetaraan gender. Artinya, ingin diperlakukan sama dengan kaum laki-laki. Padahal pedoman hidup dalam Al-Quran sudah jelas digambarkan tidak adanya kesetaraan gender.

WhatsApp Image 2017-03-27 at 02.06.51 

Perkembangan feminisme sangat signifikan dan bisa kita rasakan telah menjadi budaya tanpa kita sadari. Sebagian orang, menganggap feminisme adalah mutlak tanpa memperhatikan kodratnya sebagai wanita. Akibatnya, peran dan tanggungjawabnya sebagai seorang istri dan ibu rumah tangaa menjadi terabaikan. Contohnya banyak TKW yang bekerja diluar negeri. Akibatnya anaknya yang harus mendapatkan kasih sayang dan pendidikan menjadi terlupakan. Bukankah madarasah terbaik adalah madrasah seorang ibu? Meskipun demikian, ada juga seorang wanita yang berkarir membantu meringankan beban suaminya namun tetap meprioritaskan keluarganya. Contohnya, seorang Guru di SMAN 1 Praya yang berkarir dibidang pendidikan, namun keluarga adalah yang utama.

Ibu Yani , lahir pada tanggal 2 januari 1970 kini telah memiliki 6 orang anak. Ia tinggal dan beraktivitas di alamat Jl Snokling 2 No 18 Perumnas Ampar Ampar Layar. Di SMA N 1 Praya ia berperan sebagai guru PNS mata pelajaran matematika. Selain menjadi seorang guru, beliau juga aktif mengikuti dan mengisi halaqah, bahkan beliau juga menjadi ketua Majelis Taklim As-Sakinah di lingkungan perumahannya. Baliau juga berperan sebagai pembina remaja muslimah. Meskipun demikian, beliau mampu fokus untuk bertanggung jawab terhadap keluarga sesuai dengan kodratnya. Bahkan beliau pernah meminta tidak diluluskan dalam TES PNS apabila ditempatkan jauh dari keluarga.

Sebut saja anak pertamanya Rasyid yang kini tengah menempuh Pendidikan Kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Anak keduanya Faruq pun kini tengah menempuh pendidikan di STAN Jakarta. Keberhasilannya dalam mendidik anak-anaknya tidak terlepas dari prinsipnya mengatakan bahwa sesibuk apapun hal yang dilakukan, namun tetap anak adalah prioritas utama. Beliau juga dengan senang hati membagikan tips dalam mengurus anak di tengah kesibukannya sebagai seorang guru. Ada 4 hal dasar yang harus ditanamkan kepada anak-anaknya yaitu ketelaudanan yang dapat dilihat oleh anaknya dari sosok seorang ibu, pembiasaan terhadap anak untuk melakukan hal-hal baik, reward sebagai bentuk penghargaan terhadap anak dan hukuman untuk menyadarkan kesalahan yang dilakukan anak.

WhatsApp Image 2017-03-27 at 02.07.01

Menjadi wanita karir memang tak harus meninggalkan kewajiban dan tanggung jawab serta kodrat yang telah digariskan. Belajar dari Ibu Yani bahwa di tengah kesibukan, beliau mampu untuk membangun keluarga yang harmonis dan anak-anak yang berprestasi. Akhir kata, beliau tutup dengan pesan bahwa apabila kita mendahulukan urusan akhirat maka dunia akan mengikuti. Nasihat untuk wanita indonesia bahwa fenimisme merupakan adopsi dari nonmuslim bukan dari Al Quran. Bagi wanita yang kurang paham maka akan tergerus ikut dalam aliran fenimisme, tetapi tidak bagi wanita muslimah. Karena wanita muslimah memilih menjadi wanita terhormat tanpa meninggalkan kodrat.

Komisi C FSLDK Nusa Tenggara

Categories