FSLDK Indonesia Sukses Menggelar Rapimnas II

FSLDK Indonesia Sukses Menggelar Rapimnas II

IMG-20160219-WA0006

Kegiatan Rapimnas II FSLDK Indonesia

Makassar, 19-21 Februari 2016, bertempat di UIN Alauddin menjadi haru-hari penting bagi Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia). Karena pada tanggal tersebut telah sukses digelar Rapat Pimpinan Nasional II yang bertemakan “Eksistensi FSLDK Menuju Indonesia Jaya”. Pada Rapimnas II tersebut, hadir delegasi-delegasi dari berbagai Pusat Komunikasi Daerah (Puskomda) yang berasal dari seluruh Indonesia. FSLDK Indonesia telah memiliki 37 Puskomda yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

apimnas ini menjadi ajang bagi pimpinan FSLDK Indonesia dari pusat hingga daerah untuk berkonsolidasi yang terkait dengan evaluasi dan perumusan arahan kerja bagi FSLDK yang akan diturunkan ke semua LDK di seluruh Indonesia. Tujuan Rapimnas II ini tentunya adalah untuk mengoptimalkan peran dakwah kampus dalam pembangunan bangsa Indonesia.

Pada Rapimnas II ini, yang menjadi tuan rumah adalah LDK Al Jami’ UIN Alauddin dan kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa perwakilan dari Puskomda. Bertindak selaku pembuka Rapimnas II ini adalah Wakil Rektor Bidang Mahasiswa dan Alumni UIN Alauddin. Acara diawali dengan berbagai tarian daerah Makassar, nasyid, dan teater sejarah berdirinya FSLDK Indonesia yang dibawakan langsung oleh aktivis dakwah kampus Makassar. Acara dilanjutkan dengan seminar nasional yang disampaikan oleh Muhammad Syukri selaku Ketua Pusat Komunikasi Nasional (Puskomnas) FSLDK Indonesia dan saudara Ali Syahbana dari Yayasan Kalla.

Masih di hari yang sama, pelaksanaan penandatangan MoU dan kesepakatan kerjasama antara FSLDK Indonesia dengan PKPU dan KNRP. Mewakili FSLDK Indonesia adalah Muhammad Syukri dan dari pihak PKPU adalah Aan Suherlan selaku Manager Humanitarian Funding dan Kepala Cabang PKPU Makassar, serta mewakili KNRP adalah Heri Efendi, selaku Sekretaris Jenderal KNRP. Acara dilanjutkan dengan sharing antara pengurus FSLDK Indonesia.

Pada hari kedua dilaksanakan rapat pimpinan FSLDK yang terbagi menjadi empat komisi, yaitu, Komisi A Isu Keumatan, Komisi B Ke-LDK-an, Komisi C Kemuslimahan, dan Komisi D Media, serta rapat internal ketua Puskomnas dengan ketua Puskomda. Rapimnas II ini ditutup dengan aksi solidaritas untuk Palestina yang bertempat di anjungan Pantai Losari. Aksi simpatik ini cukup menarik perhatian warga Makassar yang sedang beraktivitas di Car Free Day. Aksi diawali dengan Freezemob, dilanjutkan dengan teatrikal dan orasi dengan empat bahasa (Makasar, Inggris, Arab, dan Indonesia).

Pesan yang ingin disampaikan pada aksi ini adalah mengingatkan pemerintah dan bangsa Indonesia akan jasa bangsa Palestina dalam mengakui kemerdekaan bangsa Indonesia 70 tahun lalu. Karena hingga sejauh ini jasa bangsa Palestina tersebut belum dibalas oleh pemerintah Indonesia, terlihat dari kondisi bangsa Palestina sampai saat ini masih jauh dari kata ‘merdeka dari penjajahan’. Padahal dalam pembukaan UUD ’45, di kalimat pertama tertulis jelas “Bahwa sesunggguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan…”.

Pada akhir aksi itu, digelar penggalangan dana untuk membantu bangsa Palestina. Dalam galang dana yang dilakukan pada aksi ini, FLSDK Indonesia mampu mengumpulkan dana sebesar Rp 7.184.200,- yang akan disalurkan langsung untuk Palestina melalui KNRP. [/HRD]

Categories