Bertahanlah Aleppo!

Bertahanlah Aleppo!

main_900

Sumber Gambar : theatlantic.com

Surat Cinta dari Indonesia

Bertahanlah dan bersabarlah. Wahai Aleppo. Bangkit dan berjuanglah, wahai Bangsa Indonesia!

Senin (19/12) Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Indonesia (FSLDK Indonesia) melakukan aksi kemanusiaan serentak untuk Aleppo. Aksi kemanusiaan dilakukan dalam rangka memprotes agresi yang dilakukan pasukan militer di bawah pemerintahan Bashar Al-Assad dan pasukan Rusia terhadap rakyat Suriah, terutama di kota Aleppo. Aksi ini juga bertujuan mengajak seluruh rakyat Indonesia dan masyarakat dunia pada umumnya untuk membuka hati nurani dan berperan aktif untuk membantu saudara kita di Aleppo melalui donasi dan doa.

Kegiatan aksi ini dilakukan di 14 kota di Indonesia,  diantaranya Aceh, Madiun, Palembang, Makassar, Tanjungpinang, Solo, Bandung, Jakarta, Ambon , Pontianak, Tasikmalaya, Malang, Pangkalpinang dan Gorontalo.

Pengumpulan donasi untuk Aleppo akan dilakukan pada 19-23 Desember 2016. Dana yang terkumpul akan diserahkan ke PKPU melalui rekening FSLDK Indonesia.

Sampai saat ini alhamdulillah telah terkumpul 25.178.400 rupiah yang terkumpul dari 3 lokasi di Indonesia yaitu Surakarta, Gorontalo dan Kalimantan Barat. Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat di daerah tersebut, atas kepedulian dan cintanya untuk Aleppo. Selait itu, mempertimbangkan jumlah FSLDK Daerah, jumlah tersebut masih bisa bertambah. Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia, untuk dapat memberikan donasi nya dan semantiasa mendoakan keselamatan bagi Aleppo, dan kedamaian bagi Republik Indonesia.

Kondisi Aleppo sampai saat ini masih mencekam. Kondisi kian memburuk di musim dingin tanpa tempat tinggal, makanan dan pakaian hangat. Banyak yang menghabiskan malam tidur di jalan-jalan dalam suhu yang sangat ekstrim sambil menunggu giliran untuk dievakuasi.

“Kondisi di Aleppo timur tetap sangat mengerikan,” ujar reporter Al Jazeera.

Juru bicara Ahrar Al-Sham, di akun twitternya menyamakan kekejaman yang sedang berlangsung di Aleppo dengan pembantaian Srebrenica tahun 1995.

“#Aleppo adalah #Srebrenica baru di zaman kita, darah berada di tangan semua orang yang menonton dan tidak melakukan apa pun.” katanya.

Organisasi masyarakat dunia, Observatorium HAM untuk Suriah (SOHR), melaporkan jumlah korban tewas akibat perang yang berkecamuk di  Suriah selama empat tahun terakhir sudah mencapai 320.000 jiwa.

Sikap diam atas kejahatan kemanusiaan adalah bukti nyata pengkhianatan atas ras manusia. Kebiadaban ini harus dihentikan! Dunia hari ini tak mampu berbuat apa-apa saat darah semakin menggenang di Aleppo, Suriah. Korban dari warga sipil terus berjatuhan. Mereka disiksa dan dibantai.

Maka, hari ini kami dari FSLDK Indonesia atas nama hati nurani yang merdeka, berdiri menentang kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Aleppo, Suriah. Dan menggalang sebanyak mungkin rasa kemanusiaan yang masih tersisa di hati manusia. Merdeka!

Categories