Belajar Konsisten

Belajar Konsisten

konsisten

Sumber Gambar: http://amidayrus-blog.blogspot.co.id/

Penulis: Ahmad Yasin (Komisi D Puskomnas FSLDK Indonesia)

Bismillahirrahmanirrahim.

Hari-hari yang begitu luar biasa dan selalu semakin luar biasa. Setiap detik menuju hulu, semakin benyak pelajaran ketika kita mau memperhatikan. Dan seperti yang seringkali terjadi, biasanya petir menyambar ketika badai sedang akan atau sedang deras-derasnya turun menghujam jarang sekali ketika langit sedang cerah-cerahnya, sebagaimana ujian kehidupan yang datang ketika kita dalam kondisi selemah-lemahnya.

Tapi benar juga. Kalau dalam keadaan terlemah kita bisa, bukankankah itu berarti kita telah naik ke level selanjutnya?

Dan Allah selalu memberikan sesuatu sesuai kadar kemampuan kita, cuma ….. memang kadang kitanya aja yang menyerah duluan atau melebih-lebihkan keadaan.

Dan ya ….. untuk sebuah prinsip, untuk sebuah kebiasaan, untuk sebuah nilai…… untuk sebuah konsistensi. Ujian hidup itu pasti akan datang pada titik terlemah kita. Karena berbagai godaan itu.. konsisten menjadi suatu angka berharga yang begitu mahal.

Bandingkan,

Ketika kita diharuskan membayar uang kas setiap minggu 1000 rupiah kemudian si A membayarnya dengan 1000 rupiah setiap pekannya secara rutin, tapi si B membayarnya sekaligus di 8000 di akhir pekan ke 8. Samakah?

Secara kasat mata dan secara nomina, mungkin sama, dua-duanya membayar lunas 8000. benar?

Tetapi ada nilai pembelajaran yang gak didapat si B. Suatu pembiasaan akan kedisiplinan, keteraturan, dan komitmen dari sebuah kesepakatan.

Ternyata, gak main-main ketika Allah lebih menyukai amalan kecil yang dilakukan secara terus-menerus (kontinu) dari pada amalan besar yang sesekali. Karena,  ya.. ada pembelajaran besar disana.

Hal yang lebih sulit dari memulai adalah, mempertahankan.

Repost from: ahmdysn.com

Categories