Asap Semakin Pekat, Apakah Kebahagian Kita Akan Segera Tamat?

Asap Semakin Pekat, Apakah Kebahagian Kita Akan Segera Tamat?

 

IMG-20150920-WA0059

Aksi Solidaritas Nusantara Berkabut di Sumatera Selatan

 

Berdasarkan informasi update yang didapat dari satelit Terra Aqua di overlay ke Google Earth, Palembang akan terus membara dan diselimuti kabut asap. Sudah sebanyak 409 titik api (Hot Spot) pantauan 8 September 2015. Upaya pemadaman semakin berat. Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Palembang menyatakan bahwa kabut asap di Palembang sudah mencapai level berbahaya! (9 September).

Semakin tebalnya kabut asap di Palembang dan sekitarnya, membuat  daerah-daerah tersebut berstatus siaga darurat, tidak layak huni, asap telah masuk ke dalam ruangan dan penduduk hanya memiliki jarak pandang <100 meter. Selain itu, Kabut asap telah jelas dampaknya pada proses Kegiatan Belajar Mengajar Para siswa,penerbangan, serta kegiatan ekonomi yang otomatis berdampak langsung terhadap taraf hidup masyarakat. Sudah sewajarnya kabut asap ini kita sebut sebagai bencana nasional yang terjadi rutin setiap tahun.

Untuk segera menangani penyebaran asap di Palembang, Riau, jambi dan sekitarnya,  lewat petisi ini bersama-sama kita:

  1. Mendesak Pemerintah setempat Gubernur, Walikota dan Bupati serta jajaran SKPD. Segera melakukan kebijakkan yang proaktif dalam cepat tanggap bencana
  1. Mendesak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup melalui Dinas Provinsi terkait megkaji ulang atas Perusahaan di Jambi yang memiliki HPH “Hak Pengelolaan Hutan”. Jika ada pelanggaran maka harus segera ditindak tanpa pandang bulu Dan transparan. Semua nya harus sudah clear dalam waktu 2 minggu kedepan. Jika merasa tidak mampu disarankan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
  1. Mendesak Kementerian Kesehatan dan Sosial melalui Dinas Kesehatan dan Sosial setempat segera melakukan tindakan siaga 1 dalam mengatasi dampak bencana asap yang sudah sangat parah. Jika merasa tidak mampu disarankan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.
  1. Mendesak Kementerian Pendidikan melalui Dinas pendidikan setempat untuk meliburkan siswa sementara waktu atau mengurangi aktivitas belajar diluar ruangan. Dikarenakan bencana asap sudah kritis.
  1. Mendesak Komisi 4 DPR RI (Hutan dan Kebakarn) untuk segera turun dan mengevaluasi kinerja Kementerian Hutan dan Lingkungan Hidup. Jika kedua menteri dinilai terlalu lamban dan tidak mampu maka DPR harus mendesak pemerintah segera melakukan reshuffle.
  1. Mendukung Kepolisian Republik Indonesia untuk segera melakukan penyelidikan dan mendorong proses penegakan hukum terhadap kasus-kasus pembakaran liar, sesuai mandat UU No. 18 Tahun 2013
  1. Mendesak MUI untuk menghimbau seluruh masyarakat Indonesia untuk shalat Istisqa berjamaah serentak di seluruh Indonesia demi menghentikan kabut asap dan kemarau di Indonesia
  1. Mengajak elemen masyarakat sipil untuk terus menjaga kesehatan dengan menggunakan masker dan perangkat lainnya.

Semoga Allah selalu menyertai dan memaafkan semua kekhilafkan kita karena lalai menjaga alam indah nan permai ini.

(Aidil fitri- Koord. Komisi A PUSKOMDA Sum-sel)

Join the discussion One Comment

  • Hebergeur says:

    Hingga saat saya menulis ini, kemarau masih juga betah menyapa bumi. Asap pekat menjadi pemandangan sehari-hari di sebagian wilayah saudara kita di Sumatera dan Kalimantan sana. Namun, apapun alasannya kita tak boleh kehilangan kebahagiaan juga harapan. Sebab harapan itulah yang akan menumbuhkan masa depan.

Leave a Reply

Categories